Kamus Diabetes Melitus

A1C , adalah Tes darah yang mengukur glukosa darah rata-rata selama 2 sampai 3 bulan, diukur 2 sampai 4 kali setahun dan nilai normalnya kurang dari 7%.

ACE inhibitor (angiotensin-converting enzyme) – adalah sejenis obat yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah dan membantu mengatasi masalah ginjal yang berkaitan dengan diabetes.




Antibodi – adalah protein yang dibuat tubuh untuk melindungi dirinya dari gangguan asing seperti bakteri dan virus.

ARB (angiotensin receptor blocker) – adalah sejenis obat oral yang digunakan untuk menurunkan tekanan darah.

Penyakit autoimun – adalah gangguan imun di mana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang dan menghancurkan jaringan sehat tubuh yang dianggap asing.

Basal insulin – adalah insulin yang mengontrol kadar glukosa darah antara waktu makan dan sepanjang malam. Ini adalah insulin yang mengendalikan glukosa dalam keadaan puasa.

Sel beta – adalah sel yang memproduksi insulin, berada di pulau Langerhans di pankreas.

Bolus insulin – adalah insulin yang dilepaskan saat makanan dimakan.

Ketoasidosis diabetik (juga disebut ketoasidosis atau DKA) – adalah suatu kondisi yang diakibatkan oleh kurangnya insulin yang cukup dalam tubuh, menyebabkan kadar glukosa darah tinggi dan pembentukan keton.

Edema makula diabetik – adalah suatu kondisi yang terjadi baik itu pada kedua tahap retinopati diabetes ( retinopati nonproliferatif, dan tahap retinopati proliferatif) di mana cairan terakumulasi di bagian tengah retina, mengakibatkan penglihatan kabur.

Tes glukosa darah puasa – adalah tes darah di mana sampel darah diambil setelah berpuasa semalam untuk mengukur jumlah glukosa dalam darah Anda.

Tes fruktosamin – adalah tes darah untuk mendeteksi keseluruhan perubahan glukosa darah dalam rentang waktu yang lebih singkat dibanding tes A1C. Tingkat fruktosamin menunjukkan tingkat kontrol glukosa darah selama dua atau tiga minggu terakhir.

Ghrelin – adalah hormon yang menyampaikan pesan antara sistem pencernaan dan otak. Ia bekerja untuk merangsang nafsu makan, memperlambat metabolisme, dan menurunkan kemampuan tubuh Anda untuk membakar lemak.

Uji toleransi glukosa – adalah tes darah dilakukan setiap jam atau tepat 2 jam setelah minum cairan yang mengandung gula. Ini adalah satu tes untuk mendiagnosa diabetes. Jika pada 2 jam, glukosa darah Anda naik menjadi lebih dari 200 mg / dl, maka Anda menderita diabetes.



Glikogen – adalah glukosa yang tersimpan di otot dan hati.

Hiperglikemia – adalah kadar glukosa darah tinggi. Glukosa darah umumnya dianggap “tinggi” bila diatas 160 mg / dl atau di atas target glukosa darah individual.

Status hiperglikemik hyperosmolar (HHS – Hyperosmolar hyperglycemic state) – adalah suatu kondisi serius akibat kadar glukosa darah yang sangat tinggi, menyebabkan sering buang air kecil dan dehidrasi berat, namun tanpa keton.

Hipoglikemia – adalah glukosa darah di bawah 80 mg / dl atau di bawah 90 mg / dl.

Hipoglikemia tidak sadar – adalah suatu kondisi di mana seseorang tidak lagi mengenali gejala glukosa darah rendah.

Gangguan glukosa puasa (IFG – Impaired fasting glucose) – adalah kadar glukosa puasa antara 100 mg / dl dan 125 mg / dl. Hasil tes darah ini berarti Anda memiliki pra-diabetes.

Gangguan toleransi glukosa (IGT – Impaired glucose tolerance ) – adalah kadar glukosa darah setelah tes toleransi glukosa 2 jam antara 140 dan 199 mg / dl. Ini berarti Anda memiliki pra-diabetes.

Sel islet – adalah sel yang membuat insulin dan ditemukan di dalam pankreas; juga disebut sel beta pankreas.



Pulau Langerhans – adalah sel yang ditemukan di pankreas, atu sel beta – pabrik di tubuh yang membuat insulin.

Keton – adalah asam yang dihasilkan karena kekurangan cukup insulin untuk menggunakan glukosa dalam aliran darah.

Ketonuria – adalah adanya keton dalam urin.

Ketosis – adalah pembentukan keton berlebihan dalam darah.

Uji mikroalbumin – adalah tes urine yang mengukur adanya sejumlah kecil protein yang disebut albumin.

Mikroalbuminuria – adalah adanya sejumlah kecil albumin, protein, dalam urin. Mikroalbuminuria adalah tanda awal kerusakan ginjal.

Hipoglikemia nokturnal – adalah glukosa darah rendah yang terjadi di tengah malam.

Pemanis nonkatorik atau nonnutritif – adalah pemanis yang tidak berpengaruh pada kadar glukosa darah.

Retinopati nonproliferatif – adalah tahap awal pada retinopati diabetes. Kadar glukosa darah tinggi menyebabkan kerusakan pada pembuluh darah di retina. Pembuluh darah bocor, cairan terakumulasi dan menyebabkan retina membengkak.

Pra-diabetes – adalah suatu kondisi di mana kadar glukosa darah puasa lebih tinggi dari biasanya, namun belum cukup tinggi untuk diagnosis diabetes tipe 2.

Operasi vitrectomy – adalah sebuah proses untuk menghilangkan jaringan darah dan bekas luka dari dalam mata untuk mengembalikan penglihatan.