Suplemen CoQ10 Vs Diabetes Terinduksi Statin

182 views

Apakah Anda mengonsumsi statin untuk menurunkan kolesterol darah? Perlu diketahui bahwa statin bisa meningkatkan risiko diabetes. Namun, peran suplementasi CoQ10 bisa menangani masalah ini. Suplemen CoQ10 bisa menurunkan resiko diabetes akibat statin.

Apa itu CoQ10?

Koenzim Q10 (CoQ10) adalah antioksidan alami hasil sintesis tubuh, ditemukan dalam banyak makanan, dan kini tersedia sebagai suplemen. Ia datang dalam dua bentuk:

  • Ubiquinol, merupakan bentuk antioksidan aktif,
  • Ubikuinon, bentuk teroksidasi, yang diubah sebagian tubuh menjadi ubiquinol.

Banyak suplemen multi-bahan mengandung kedua bentuk CoQ10. Secara umum, koenzim mendukung enzim dalam berbagai fungsi biokimia mereka.

CoQ10 merupakan bagian penting dalam rantai reaksi kimia metabolik yang menghasilkan energi di dalam sel. Ini ditemukan di setiap sel tubuh (ubikuinon induk dari ubiquity), tetapi hadir dalam konsentrasi yang lebih tinggi di organ dengan kebutuhan energi yang lebih tinggi seperti ginjal, hati, dan jantung.

Banyak penelitian medis menunjukkan manfaat CoQ10 ketika diambil sebagai suplemen, sebagian besar berasal dari peran vitalnya dalam pemanfaatan oksigen dan produksi energi, terutama di sel otot jantung.

Apa itu Statin?

Statin adalah obat untuk pasien penyakit jantung dan seseorang yang memiliki kadar protein LDL-kolesterol dan C-reaktif tinggi. Statin bisa mengurangi tingkat kolesterol LDL (kolesterol jahat) dan protein C-reaktif (pemicu peradangan) di dalam darah. Protein C-reaktif adalah prediktor penting dari kemungkinan kasus kardiovaskular, seperti stroke atau infark miokard.

Hubungan Statin dan resiko Diabetes?

Insulin adalah bagian penting tubuh untuk menurunkan gula darah secara alami, juga faktor penentu apakah, Ya atau tidak, seseorang menderita penyakit diabetes melitus.

Statin diketahui bisa merusak sekresi insulin serta mengurangi sensitivitas sel-sel lemak terhadap insulin (sensitifitas insulin) karena statin menyebabkan reaksi berikut:

  • Mengganggu mekanisme partikel insulin melintasi membran beta-sel pankreas.
  • Mengurangi jumlah pengangkut glukosa – GLUT4, yang membawa glukosa ke adiposit (sel lemak).

Statin juga membuat otot sakit dan membuat Anda merasa mudah lelah. Kondisi ini meningkatkan kecenderungan Anda untuk malas aktifitas dan mengembangkan lemak viskeral di sekitar organ internal Anda. Kondisi ini dikenal sebagai sarkopenia, terkait dengan intoleransi glukosa dan Diabetes Tipe 2.

Suplemen CoQ10 Melawan Diabetes terinduksi Statin

Statin diketahui menurunkan sekresi CoQ10 alami, yang dilepaskan oleh tubuh ketika kolesterol disintesis. Statin juga memblokir prekursor CoQ10, yang merupakan bahan penting dalam produksi adenosine triphosphate (ATP), ATP adalah molekul pengangkut energi yang dihasilkan oleh sel.

Secara umum, penderita diabetes diketahui memiliki tingkat CoQ10 rendah karena banyak digunakan dalam melawan stres oksidatif akibat penyakit mereka.

Defisiensi CoQ10 menyebabkan penurunan produksi ATP, kondisi ini menghasilkan mitokondria disfungsional. Disfungsi mitokondria menyebabkan kadar glukosa tinggi dalam darah, terutama disfungsi terjadi pada sel otot rangka, sel beta pankreas dan sel adiposit

Melengkapi diet suplemen dengan suplementasi CoQ10 secara tepat dapat membantu melawan diabetes yang diinduksi statin. Bagi kebanyakan orang, 200 mg sehari dari suplemen CoQ10 bisa bekerja baik. Silakan berkonsultasi dengan dokter Anda untuk mengetahui dosis suplemen CoQ10 untuk kebutuhan Anda.


Referensi:

DC, C., J, P., & GF, W. (2015). Pathogenesis and management of the diabetogenic effect of statins: a role for adiponectin and coenzyme Q10? Current Atherosclerosis Report, 17(1): 472.

Carter, A. A., Gomes, T., Camacho, X., Juurlink, D. N., Shah, B. R., & Mamdani, M. M. (2013). Risk of incident diabetes among patients treated with statins: population based study. BMJ.

Aiman, U., Najmi, A., & Khan, R. A. (2014). Statin induced diabetes and its clinical implications. Journal of Pharmacology and Pharmacotherapeutics, 5(3): 181-185.

Rajpathak, N., S., Kumbhani, D. J., Crandall, J., Barzilai, N., Alderman, M., & Ridker, P. M. (2009). Statin therapy and risk of developing type 2 diabetes: a meta-analysis. Diabetes Care, 1924-1929.

Ridker, e. a. (2008). Rosuvastatin to Prevent Vascular Events in Men and Women with Elevated C-Reactive Protein. The New England Journal of Medicine, 359:2195-2207.

Shen, Q., & Pierce, J. D. (2015). Supplementation of Coenzyme Q10 among Patients with Type 2 Diabetes Mellitus. Healthcare (Basel), 3(2): 296-309.

D, P., SR, S., P, W., SA, M., JE, H., DD, W., . . . KK, R. (2011). Risk of incident diabetes with intensive-dose compared with moderate-dose statin therapy: a meta-analysis. JAMA, 305(24): 2556-64.

https://3ojyyf2632223ekuqd259a7e-wpengine.netdna-ssl.com/wp-content/uploads/2017/08/COQ10-for-T2D.jpg

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Pengobatan Alternatif #Pengobatan Diabetes