Pemeriksaan Laboratorium Di RS – Kriteria Diabetes Tipe 1 Atau 2

326 views

Dalam diagnosis dan pemeriksaan fisik diabetes melitus di rumah sakit melalui uji laboratorium, kriteria diabetes ditunjukkan adanya hiperglikemia yang tegas melalui uji hemoglobin A1c (A1C).

Pemeriksaan fisik harus bisa menetapkan fungsionalisasi sel beta pankreas, kriteria diabetes, jenis diabetes dan kebutuhan akan insulin. Uji fungsi sel beta, termasuk tingkat C peptida, dimana ini sebagai penanda kerusakan sel beta pankreas.

Pemeriksaan fisik diabetes melitus tipe 2

Untuk menegakkan diagnosis diabetes tipe 2, Anda akan menjalani beberapa uji lab, termasuk

Tes darah A1C – DM tipe 2.

Tes darah A1C (glycated hemoglobin) ini menunjukkan tingkat gula darah rata-rata Anda selama dua hingga tiga bulan terakhir. Tes A1C mengukur persentase gula darah yang melekat pada hemoglobin. Semakin tinggi kadar gula darah Anda, semakin banyak glukosa terkandung dalam hemoglobin.

Tingkat A1C 6,5 persen atau lebih tinggi menunjukkan Anda menderita diabetes tipe 2. Hasil A1C antara 5,7 dan 6,4 persen dianggap prediabetes. Anda dianggap tidak terkena diabetes jika A1C di bawah 5,7 persen.

Wanita hamil tidak menjalani tes A1C karena memiliki bentuk hemoglobin yang tidak umum (dikenal sebagai varian hemoglobin) – menyebabkan tes A1C tidak akurat.

Dokter akan menggunakan pilihan tes berikut untuk mendiagnosis kriteria diabetes Anda:

Tes gula darah acak – DM tipe 2.

Sampel darah akan diambil pada waktu acak. Nilai gula darah dinyatakan dalam miligram per desiliter (mg / dL) atau milimoles per liter (mmol / L).

Terlepas dari kapan Anda terakhir makan, jik hasil tes kadar gula darah acak 200 mg / dL (11,1 mmol / L) atau lebih tinggi, Anda terkena diabetes tipe 2. terutama jika Anda sering buang air kecil dan sering haus.

Baca selengkapnya: sering kencing dan kehausan pertanda diabetes

Tes gula darah puasa – DM tipe 2.

Sampel darah akan diambil setelah puasa semalam.

– Tingkat gula darah puasa kurang dari 100 mg / dL (5,6 mmol / L) adalah normal.
– Tingkat gula darah puasa dari 100 hingga 125 mg / dL (5,6 hingga 6,9 mmol / L) dianggap prediabetes.
– Jika hasil gula darah 126 mg / dL (7 mmol / L) atau lebih tinggi, Anda menderita diabetes tipe 2.

Tes toleransi glukosa oral – DM tipe 2.

Sebelum tes ini, Anda akan berpuasa semalam, kemudian Anda minum cairan manis, dan kadar gula darah diuji secara berkala selama dua jam ke depan.

– Anda tidak menderita diabetes tipe 2 jika hasil tes tadar gula darah kurang dari 140 mg / dL (7,8 mmol / L)
– Anda menderita prediabetes tipe 2 jika uji tes glikosa puasa antara 140 dan 199 mg / dL (7,8 mmol / L dan 11,0 mmol / L)
– Anda menderita diabetes tipe 2 jika hasil tes 200 mg / dL (11,1 mmol / L) atau lebih tinggi.

Jika Anda didiagnosis terkena diabetes, dokter dapat melakukan tes lain untuk membedakan antara diabetes tipe 1 dan tipe 2 – karena kedua penyakit ini memerlukan perawatan yang berbeda.

Pemeriksaan fisik diabetes melitus tipe 1

Hampir sama dengan uji fisik DM tipe 2, tes diagnostik untuk menegakkan kriteria diabetes tipe 1 di laboratorium, sbb:

Tes A1C – DM tipe 1.

Tes darah mengukur persentase gula darah yang melekat pada protein pembawa oksigen dalam sel darah merah (hemoglobin). Semakin tinggi kadar gula darah Anda, semakin banyak hemoglobin mengandung gula. Tingkat A1C 6,5 persen atau lebih tinggi menunjukkan Anda terkena diabetes tipe 1.

Jika Anda memiliki kondisi tertentu yang dapat membuat tes A1C tidak akurat – seperti kehamilan atau memiliki varian hemoglobin – dokter mungkin memilih tes di bawah ini:

Tes gula darah acak – DM tipe 1

Sampel darah akan diambil pada waktu acak dan akan dikonfirmasi dengan pengujian ulang. Nilai gula darah acak 200 mg / dL (11,1 mmol / L) atau lebih tinggi menunjukkan Anda terkena diabetes tipe 1.

Tes gula darah puasa – DM tipe 1.

Sampel darah akan diambil setelah puasa semalam. Jika hasil tes menunjukkan tingkat gula darah 126 mg / dL (7 mmol / L) atau lebih tinggi, Anda dianggap terkena menderita diabetes tipe 1.

Tes antibodi

Jika setelah pemeriksaan fisik, Anda didiagnosis diabetes tipe 1, dokter akan menjalankan tes darah untuk memeriksa auto antibodi. Tes-tes ini membantu dokter Anda membedakan antara diabetes tipe 1 dan tipe 2. Kehadiran keton dalam urin menunjukkan kriteria diabetes tipe 1, bukan tipe 2.

Selain tes A1C untuk diabetes tipe 1, dokter juga akan mengambil sampel darah dan urin secara berkala untuk memeriksa kadar kolesterol Anda, fungsi tiroid, fungsi hati dan fungsi ginjal. Dokter akan meresepkan obat dan insulin.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Gejala Diabetes Tipe 1 #Gejala Diabetes Tipe 2 #Tes Laboratorium