Kisah Sembuh Pasien Diabetes Melitus

504 views

Ketika Ernest Quansah telah didiagnosis dengan diabetes tipe 2, ia berusaha serius untuk mengubah kebiasaan buruknya dan mengambil cara hidup sehat.

Berikut kisahnya.

Saya seorang koki dan pastry chef. Aku menyukai makanan penutup, kukis , dan kue, memakannya untuk sarapan, makan siang, dan makan malam. Aku sangat sibuk bekerja dan merasa sangat stres, aku tidak punya waktu untuk melakukan perawatan untuk tubuhku sendiri.

Aku juga suka minuman manis dan punya keinginan kuat untuk itu. Aku membeli kendi besar limun dan minum sepanjang hari. Ada perubahan dalam tubuhku, berat badanku turun drastis.

Dalam satu bulan, saya kehilangan berat sekitar 20 pound. Saya merasa mulutku sangat lengket, substansi keputihan meliputi lidah dan sudut-sudut mataku setiap bangun pagi.

Dalam kepanikan, saya pergi ke dokter. Ia mengatakan, “Kami harus mendapatkan tes darah Anda sekarang, karena saya curiga Anda memiliki diabetes.”

Hasil tes menunjukkan gula darah saya 394. (Bagi kebanyakan orang tanpa diabetes, kadar gula darah sebelum makan berkisar sekitar 70 sampai 80 mg / dL.)

Dokter mengatakan, “Apakah Anda sadar bahwa Anda selangkah lagi akan menuju serangan jantung ? ”

Dia menempatkan saya sebagai penyandang diabetes tipe 2, dan memberi obat dosis tinggi. Kemudian mata saya gelap. Aku tidak bisa melihat, setelah 4 minggu, penglihatan saya kembali. Padahal, usiaku 46 namun merasa kewalahan.

Akhirnya, setelah 2 tahun berjuang, saya bertanya dokter saya, “Dok, bisakah diabetes saya bisa disembuhkan?”

Dia balik bertanya, “Apakah ada keluarga Anda yang memiliki diabetes?”. Aku berkata tidak.

Dia kemudian berkata, “Ya. Anda bisa sembuh. Cara terbaik untuk menyembuhkannya adalah dengan menggunakan beberapa pendekatan dan kerjasama untuk semua pihak.”

Saya memulai diet dan olahraga, sebuah program dari dokter saya. Diet dasarnya, saya harus menghindari karbohidrat sederhana. Aku membuat sup favorit saya – tahu dan kubis dengan banyak sayuran.

Kadang, aku makan lalapan sayuran mentah dan memakannya dengan hummus. Untuk sarapan, aku membuat oat, krim dan putih telur sedikit. Saya mulai berhenti minum minuman yang manis.

Setiap pagi, aku pergi ke gym dan berolahraga. Ketika saya pertama kali mulai, saya tidak bisa mengangkat banyak dan hanya mampu melakukan 7 menit cardio.

Lalu perlahan-lahan, saya tingkatkan ke 10 menit, kemudian 15, dan kemudian naik ke 45. Setiap malam hari, aku kembali ke gym dan melakukan hanya cardio. Rutin. Dokter mulai mengurangi dosis obat.

Saya bekerja 7 hari seminggu. Saya mulai merasakan gelombang energi bertambah. Pemeriksaan lebih lanjut menunjukkan bahwa diabetes saya sudah sembuh.

“Selamat! Anda tidak lagi memiliki diabetes. Tekanan darah Anda sempurna dan kadar kolesterol Anda turun,” kata dokter.

Itu kisah 4 tahun yang lalu. Hari ini, aku penuh energi. Aku masih seorang koki, dan kadang-kadang aku mencicipi sesuatu yang manis di akhir pekan – es krim atau kue.

Tapi makan sehat dan berolahraga – itulah rahasia. Ide pokoknya

1. Ambil latihan. Mulai dengan 5 menit dan meningkat secara perlahan-lahan. Energi Anda akan kembali.”
2. Kendalikan diet Anda.

Salah satu makanan yang paling sederhana adalah perbanyak sayuran, campurkan dengan dressing sedikit, dan tambahkan tuna di atas nya. Itu makanan paling lengkap. ( Kisah nyata pasien sembuh dari diabetes tipe 2, Ernest Quansah, Ditulis dalam webmd.com )

Artikel Diabetes Melitus Lainnya