Apa Itu Diabetes Ketoasidosis : Gejala, Penyebab, Komplikasi Dan Pencegahan

415 views

Definisi

Diabetes Ketoasidosis adalah komplikasi berbahaya dari diabetes yang disebabkan oleh kurangnya insulin dalam tubuh yang terjadi ketika tubuh tidak mampu untuk menggunakan gula darah (glukosa) karena tidak ada cukup insulin.

Alih-alih, kondisi ini merusak lemak sebagai sumber bahan bakar alternatif sehingga menyebabkan penumpukan produk yang disebut keton.

Diabetes Ketoasidosis (DKA) merupakan komplikasi diabetes yang dapat terjadi jika tubuh mulai kehabisan insulin (hormon yang mengatur gula darah).

Hal ini dapat disebabkan oleh sejumlah masalah yang mendasari termasuk infeksi, lupa atau sengaja melewatkan suntikan insulin atau gejala diabetes yang tidak terdiagnosis.

Sebagian besar kasus Diabetes Ketoasidosis (DKA) terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1, meskipun juga bisa akibat komplikasi dari diabetes tipe 2.

Penyebab

Dalam beberapa kasus, Ketoasidosis dipicu oleh penyakit lain, seperti stroke atau serangan jantung. Namun, paling umum sebagai penyebab Diabetes Ketoasidosis termasuk

1. Defisiensi insulin

Kurangnya insulin dapat mengganggu metabolisme tubuh. Metabolisme adalah proses yang kompleks dari reaksi kimia yang digunakan tubuh untuk memecah makanan menjadi energi.

Insulin membantu tubuh untuk menggunakan gula darah (glukosa) dengan benar. Jika ada kekurangan insulin, atau jika tidak dapat digunakan dengan baik, tubuh akan memecah lemak sebagai gantinya.

Pemecahan lemak akan melepaskan zat kimia yang bersifat asam (keton). Tingginya kadar glukosa dan keton membuat mereka melewati urin dalam jumlah besar. Hal ini dapat menyebabkan dehidrasi yang parah.

Oleh karena itu, ada sejumlah masalah yang terkait dengan metabolisme tubuh yang dapat dengan cepat, menyebabkan

– Kadar glukosa darah tinggi (hiperglikemia) karena kurangnya insulin
– Tingkat tinggi asam dalam darah akibat penumpukan keton
– Tingkat kadar mineral menurun, terutama kalium, menireal penting untuk kesehatan sehingga menyebabkan penurunan kadar kalium yang disebut Diabetes Ketoasidosis Hipokalemia

2. Infeksi

Tubuh menanggapi terhadap infeksi dengan menghasilkan lebih banyak glukosa. Terlalu banyak glukosa dapat membuat pengobatan insulin tidak efektif, yang memicu ketoasidosis diabetikum.

Infeksi yang paling umum adalah:

– Infeksi saluran kemih (ISK) – termasuk infeksi kandung kemih dan ginjal
– pneumonia – infeksi paru-paru
– gastroenteritis – infeksi pada sistem pencernaan
– flu (influenza)

3. Melewatkan insulin

Ada sejumlah alasan mengapa penderita diabetes mungkin kehilangan pengobatan atau sengaja melewatkan insulin, karena kondisi tertentu, termasuk

– Stres psikologis

Biasanya pada remaja dengan diabetes tipe 1

– Kesibukan.

Suntikan insulin dianggap mengganggu aktivitas sehari-hari

– Merasa kurang nyaman

Banyak pasien sering mengeluh karena suntikan insulin dirasa menyakitkan

– Kuatir dampak insulin.

Banyak pasien terutama remaja merasa khawatir terhadap kenaikan berat badan akibat obat insulin.

4. Diabetes yang tidak terdiagnosis

Gejala diabetes tipe 1 sering berkembang dengan cepat, dan terlambat untuk mendiagnosis sehingga berkembang menjadi diabetes ketoasidosis.

Namun, ini hanya terjadi pada sejumlah kecil pasien diabetes tipe 1 yang menunjukkan gejala parah dibandingkan dengan orang lain.

5. Penyebab lainnya

Pemicu lain yang sangat jarang atau kurang umum, termasuk:

– Penggunaan mirasantika, seperti nark0ba, alk0hol.
– Kondisi medis penyakit lain, seperti stroke atau serangan jantung
– Malfungsi/ tidak berfungsi dari injector atau pompa insulin.

Gejala

Gejala diabetes ketoasidosis (DKA) berkembang ketika tubuh mendeteksi bahwa keton sedang diproduksi.

Tingkat glukosa darah tinggi dan keton akan keluar melewati jumlah besar urin. Ini akan membuat Anda merasa sangat haus dan dapat menyebabkan dehidrasi.

Keton bersifat asam sehingga lebih banyak diproduksi, tingkat asam dalam darah Anda akan meningkat. Kombinasi dehidrasi dan kadar asam darah yang tinggi dapat memicu berbagai gejala tambahan seperti:

– Mual
– Sakit perut
– Kehilangan selera makan
– Sesak napas

Jika DKA tidak segera diobati, gejala akan lebih maju dan mengembangkan

– Denyut jantung yang cepat (takikardia)
– Napas lebih cepat, di mana Anda menghirup lebih banyak oksigen dari tubuh Anda benar-benar membutuhkan (hiperventilasi)
– Rasa sakit akibat dehidrasi meningkat
– Pusing karena tekanan darah yang rendah.
– Bau mulut dan nafas seperti keton, digambarkan sebagai berbau seperti penghapus cat kuku (tidak semua orang mampu mencium bau keton). Lihat: bau mulut penderita diabetesi
– Kebingungan.
– Tidak sadar (koma)

Komplikasi diabetes ketoasidosis

Dengan pengobatan yang tepat, komplikasi DKA jarang terjadi. Namun, jika komplikasi terjadi ini bisa sangat serius.

Komplikasi DKA termasuk,

1. Edema serebral, pembengkakan otak

Pembengkakan otak atau edema serebral adalah komplikasi serius dari diabetes ketoasidosis yang disebabkan kelebihan cairan yang menumpuk di dalam otak yang disebut edema serebral, tidak diketahui mengapa cairan bisa menumpuk di otak dengan cara ini.

Gejala edema serebral meliputi:

– Sakit kepala
– Rasa sering mengantuk
– Rasa kegelisahan dan mudah tersinggung
– Kejang-kejang.

Edema serebral sangat serius dan dapat menyebabkan kerusakan otak parah.

Seseorang dengan edema serebral akan dirawat di unit perawatan intensif (ICU) dan diobati dengan obat yang disebut manitol, untuk membantu mengurangi pembengkakan otak.

2. Gagal ginjal akut

Dehidrasi berat dapat menyebabkan ginjal berhenti bekerja (gagal ginjal akut). Lihat: Gagal Ginjal Pada Diabetes

Ginjal bekerja mengeluarkan produk sisa dari darah Anda, sehingga jika mereka berhenti bekerja Anda mungkin mengalami berbagai gejala seperti:

– Pembengkakan di lengan dan kaki karena penumpukan cairan (edema)
– Tubuh merasa sakit
– Anda merasa sangat lelah
– Kebingungan

Setelah pengobatan dehidrasi selesai, Anda mungkin perlu dialisis. Ini adalah pengobatan yang menggunakan mesin canggih untuk menyaring produk limbah dari darah Anda.

Setelah tingkat cairan Anda telah dikembalikan ke normal, ginjal akan mulai pulih.

3. Sindrom gangguan pernapasan

Perubahan peningkatan cairan yang dapat terjadi secara cepat dapat mengakibatkan paru-paru menjadi penuh dengan cairan. Hal ini dikenal sebagai sindrom distres pernapasan dewasa atau Adult respiratory distress syndrome ( ARDS) dan dapat menyebabkan kesulitan bernapas yang serius.

Jika Anda mengembangkan distres sindrom pernapasan, mesin yang disebut ventilator dapat digunakan untuk membantu Anda bernapas sampai kondisi Anda stabil kembali.

Pencegahan

Jika Anda telah didiagnosis dengan diabetes, menjadi sangat penting bahwa Anda mengikuti semua rekomendasi mengenai diet, obat-obatan, terapi insulin dan pemeriksaan pribadi.

Penyakit yang mendasari (biasanya infeksi) adalah alasan paling umum mengapa orang dengan diabetes tipe 1 mengembangkan diabetes ketoasidosis (DKA).

OLeh karena itu penting untuk mengambil tindakan pencegahan ekstra jika Anda jatuh sakit. Anda dapat menggunakan saran di bawah ini sebagai panduan.

1. Selalu mencari nasihat dan dukungan medis segera jika Anda jatuh sakit.
2. Ingat bahwa beberapa campuran obat batuk dan obat flu mengandung gula. Selalu menggunakan berbagai produk bebas gula.
3. Jika kesulitan makan secara normal, cobalah sup atau karbohidrat cair yang tersedia dari banyak toko-toko kesehatan dan kebugaran.
4. Minum banyak cairan bebas gula. Carilah saran medis segera jika tubuh Anda tidak dapat menahan sup atau cairan.
5. Lanjutkan dengan pengobatan insulin, bahkan jika Anda tidak dapat makan dalam jumlah yang biasa Anda makan.

Kemungkinan Anda akan harus meningkatkan suntikan insulin Anda ketika Anda sakit.

Ketika sakit, Anda juga perlu memeriksa kadar glukosa darah Anda lebih sering (biasanya setidaknya empat kali sehari).

Pastikan Anda telah menerima petunjuk sebelumnya tentang ‘pedoman harian untuk diabetik saat sakit’. Hubungi dokter atau perawat diabetes jika Anda belum menerima petunjuk ini.

Uji tes keton

Sebuah tes urine sederhana, menggunakan strip tersedia pada kit, dapat menguji tingkat keton. Anda harus menguji urine untuk keton jika Anda memiliki tingkat gula darah tinggi atau jika Anda memiliki gejala ketoasidosis.

Baca ulasan tentang : panduan tes gula darah

Banyak monitor glukosa darah yang lebih baru juga bisa dipakai untuk memantau tingkat keton. Perawat diabetes Anda akan dapat memberikan informasi lebih lanjut tentang ini.

Segera hubungi dokter atau perawat, jika Anda memiliki tingkat gula darah dan strip tes yang tinggi keton.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Ketoasidosis Diabetikum #Komplikasi Diabetes