Diabetes Insipidus Pada Kehamilan

356 views

Diabetes insipidus pada kehamilan, atau dikenal sebagai DI gestasional, atau diabetes insipidus gestagenic (baca;gestagenik) merupakan gangguan kesehatan langka yang terjadi selama kehamilan, mempengaruhi 1 banding 30.000 kehamilan, dan biasanya terjadi pada trimester ketiga.

Kondisi ini dapat membuat Anda merasa sangat kehausan dan ingin minum air banyak gelas dalam sehari. Akibatnya, Anda akan sering pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil lebih dari sekali atau dua kali dalam satu jam.

Apa itu diabetes insipidus gestasional?

Definisi DI gestasional, atau DI gestagenic adalah suatu kondisi medis yang disebabkan oleh “diabetes insipidus sentral”, akibat kurangnya atau tidak mencukupi ketika kalenjar pituitari memproduksi hormon arginin vasopressin.

Penyebab diabetes insipidus pada kehamilan

Selama kehamilan, plasenta dapat membuat enzim yang menghancurkan vasopresin, hormon yang berperan mengontrol dan mempertahankan jumlah air dalam tubuh Anda.

Kurangnya hormon tersebut menyebabkan rasa haus berlebihan dan sering buang air kecil. Diabetes insipidus gestagenic dapat menyebabkan kurangnya kontrol urin dan bahkan membuat Anda bisa mengompol.

Ada 3 penyebab utama dari diabetes insipidus gestasional, yaitu

1. Insufisiensi hipofisis (kalenjar pituitari)

Penyebab pertama yaitu kalenjar pituitari di otak tidak cukup menghasilkan hormon arginin vasopressin.

2. Disfungsi ginjal

Penyebab kedua adalah disfungsi ginjal atau “diabetes insipidus nefrogenik (NDI)”, yang disebabkan oleh ketidakpekaan ginjal atau nefron terhadap hormon antidiuretik (ADH).

3. Penyalahgunaan nark0ba.

Penyebab ketiga untuk diabetes insipidus yang terjadi selama atau setelah kehamilan adalah penggunaan alk0hol atau penyalahgunaan nark0ba.

Gejala

Diabetes insipidus ditandai oleh dua gejala utama:

1. Polydypisa (haus yang berlebihan)
2. Poliuria (ekskresi jumlah besar urin dan sangat encer)

Gejala diabetes insipidus pada kehamilan atau setelah melahirkan mirip dengan gejala diabetese insipidus di luar kehamilan.

Risiko komplikasi diabetes insipidus gestasional

Pada kehamilan, diabetes insipidus selama kehamilan dikaitkan dengan komplikasi tertentu seperti:

1. Pre-eklampsia,
2. Sindrom HELLP, sebuah kondisi medis dari varian pre-eklampsia.
3. Penyakit hati berlemak akut pada kehamilan

Jika wanita dengan kehamilan didiagnosis DI gestagenic, kondisi ini harus dianggap sebagai bagian dari diagnosis diferensial, karena pengobatan biasanya melibatkan pengiriman bayi.

Pengobatan

Dokter atau bidan mungkin memilih untuk tidak mengobati DI gestagenic. Jika itu yang terjadi, dokter mungkin akan meminta Anda untuk kontrol lebih sering.

Dia akan memastikan tubuh Anda tidak mempertahankan terlalu banyak cairan. Namun, Anda juga akan perlu untuk menjaga cairan tubuh agar tidak mengalami dehidrasi.

Anda mungkin perlu untuk mengambil desmopresin, vasopressin buatan atau semprot hidung. Perawatan ini membantu Anda dalam mengontrol urine, juga membantu Anda agar tidak mengompol dengan menyerap dan mengelola cairan oleh ginjal.

Segera menghubungi dokter Anda, jika

– Anda sering pergi ke kamar mandi, terutama pada malam hari.
– Anda merasa sangat kehausan
– Anda ingin minum lebih banyak dari jumlah normal sehari-hari

Sebagian besar kasus diabetes insipidus pada kehamilan akan hilang pada 4 sampai 6 minggu setelah melahirkan. Tapi mungkin akan kembali di kehamilan berikutnya.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya