Sembelit Pada Komplikasi DM Tipe 1 dan 2

458 views

Mengapa DM tipe 1 dan 2  menyebabkan susah buang air besar?  Sembelit pada diabetes tipe 1 dan 2  terkait dehidrasi akibat kontrol glikemik yang buruk.

Selain itu, kadar gula darah tinggi kronik dan berulang, menyebabkan berbagai masalah terutama komplikasi neuropati otonom yang mengakibatkan sembelit.

Diabetes bagi orang-orang berisiko, sperti tamu tak diundang. Diabetes datang tidak sendirian, tetapi diabetes mengajak kawan-kawannya, yaitu komplikasi.

Hidup dengan diabetes, ini berarti hidup dengan berbagai urusan pelik, komplikasi datang satu demi satu, membuat mimpi buruk bagi penderitanya.

Mungkin, beberapa dari risiko komplikasi bisa dihindari atau dikelola dengan kontrol gula darah yang tepat.

Tetapi, risiko komplikasi lain mungkin memerlukan pengobatan intensif. Ketika datang ke sembelit pada diabetes, pengobatan melalui program diet dan perubahan gaya hidup saja tidak cukup untuk membalikkan keadaan.

Gejala sulit buang air besar pada diabetes

Sembelit pada diabetes ditandai dengan gejala umum, seperti

– Sulit buang air besar
– Tekstur tinja keras, kadang bentuk tinja menggumpal mirip dengan kotoran kambing
– Warna tinja hitam
– Perut kembung, terasa penuh, sesak, namun sulit untuk dikeluarkan.

Penyebab susah buang air besar pada diabetes

Ada beberapa kemungkinan penyebab sembelit.

– Salah diet

Penyebab umum adalah perubahan dalam diet harian, terutama terkait dengan minimnya asupan serat tidak larut dan kurang minum

– Dehidrasi

Kontrol glikemik yang buruk menyebabkan kurangnya cairan atau dehidrasi akibat poliuri (kencing berlebihan)

– Komplikasi neuropati otonom.

Kerusakan saraf merupakan komplikasi jangka panjang dari diabetes. Kadar gula darah tinggi pada diabetes tipe 1 dan 2 dapat menyebabkan neuropati diabetes, atau kerusakan saraf otonom menyebabkan gangguan pada saraf mengendalikan saluran pencernaan.

– Salah obat

Penderita diabetes kadang-kadang salah obat yang dapat memperlambat mobilitas usus dan menyebabkan sembelit seperti antidepresan dan suplemen zat besi. Sebaiknya, bicarakan dengan dokter Anda tentang efek samping dari obat-obatan yang akan dikonsumsi.

Mencegah sembelit untuk pasien diabetes

Sembelit dapat terjadi sebagai komplikasi diabetes. Sebuah studi menemukan bahwa sembelit lebih sering terjadi pada orang dengan diabetes. Menurut penelitian, kontrol gula darah yang buruk selama periode waktu yang panjang bisa meningkatkan frekuensi sembelit

Berikut adalah beberapa tips untuk mencegah sembelit

1. Tingkatkan asupan serat larut air dan perbanyak minum air putih

Cobalah meningkatkan asupan serat Anda, dan minum lebih banyak air sebelum datang risiko sembelit dan sebelum Anda mengambil obat pencahar sebagai pengobatan konvensional, konsultasikan dengan dokter Anda untuk membantu fungsi sistem pencernaan lebih lancar.

Rekomendasi asupan serat antara 18g dan 30g serat sehari. Serat larut air biasanya ditemukan dalam biji-bijian , sayuran dan buah-buahan.

Tambahkan gandum untuk diet Anda untuk membantu kelancaran defekasi. Namun, gandum tidak dianjurkan bagi orang-orang dengan penyakit celiac atau alergi gluten atau intoleransi gluten.

2. Perbaiki manajemen diabetes Anda

Dalam banyak kasus, manajemen gula darah yang tepat adalah solusi terbaik untuk mengatur pencernaan dan mencegah sembelit pada diabetes. Kontrol glikemik yang ketat adalah solusi terbaik dalam mencegah kerusakan saraf yang dapat menyebabkan sembelit. Karena, pengobatan sembelit tak cukup hanya dengan perubahan diet dan gaya hidup saja.

3. Tingkatkan aktifitas fisik

Latihan fisik atau hidup lebih aktif dapat mencegah risiko sembelit. Aktifitas fisik akan meningkatkan hormon glukagon yang memudahkan penyerapan glukosa ke dalam sel tanpa bantuan insulin. Aktifitas fisik juga merangsang mobilitas usus yang dapat memperlancar sistem pencernaan Anda.

Pengobatan sembelit untuk diabetes

Mengambil obat pencahar dapat membantu meringankan sembelit. Berbagai jenis obat pencahar yang tersedia dapat membantu Anda untuk menyimpan air dalam kotoran Anda seperti obat pencahar osmotik, yang meningkatkan jumlah cairan dalam usus – atau obat pencahar stimulan, yang berperan dalam merangsang pergerakan usus.

Jika Anda memiliki komplikasi neuropati otonom yang mempengaruhi saraf-saraf di usus mengakibatkan sembelit, diare atau periode intermiten tertentu, konsultasikan pada layanan kesehatan setempat.

Perbaikan kontrol glukosa darah yang ketat dan minum banyak cairan dapat menurunkan risiko dehidrasi. Dengan itu maka risiko minimnya ketersediaan air dalam usus dapat diatasi karena cukup tersedia cairan yang mengganti sejunlah cairan yang terbuang.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya