Kistik Fibrosis Penyebab DM Tipe 1 dan 2

328 views

Kistik fibrosis terkait diabetes merupakan salah satu bentuk penyebab DM tipe 1 dan 2  sebagai akibat hubungan langsung dari orang-orang yang memiliki kistik fibrosis, dan diabetes adalah salah satu bentuk komplikasi fibrosis kistik. Keduanya saling berhubungan akibat kegagalan pankreas dalam memproduksi insulin.

Apa definisi kistik fibrosis?

Fibrosis kistik atau cyctic fibrosis adalah suatu penyakit metabolik akibat mutasi genetik yang memblokir aliran air dan garam dalam tubuh, menyebabkan tubuh memproduksi lendir tebal yang mengakibatkan komplikasi seperti osteoporosis, sinusitis, infeksi paru-paru dan mengganggu sistem kerja pankreas dalam mencerna makanan.

Lendir kental dari hasil olahan tubuh akan memunculkan jaringan parut dari pankreas. Efeknya, jaringan parut ini akan mencegah pankreas untuk memproduksi insulin sehingga mereka menjadi kekurangan insulin.

Selain itu, tubuh dari pasien kistik fibrosis mungkin tidak merespon insulin dengan cara yang benar yang menyebabkan resistensi insulin (awal gejala diabetes tipe 2)

Gejala dan ciri-ciri fibrosis kistik terkait DM tipe 1 dan 2

Gejala fibrosis kistik penyebab DM tipe 1 pada bayi , biasanya muncul pada tahun pertama kehidupan bayi, meliputi:

– Kulit bayi terasa asin
– Bayi sering batuk persisten
– Sesak napas
– Infeksi paru-paru
– Pertumbuhan yang buruk atau kehilangan berat badan
– Bayi sering kehausan
– Peningkatan frekuensi ngompol

Sedangkan gejala fibrosis kistik terkait DM tipe 2 pada orang dewasa seperti peningkatan rasa haus dan buang air kecil, disebabkan oleh kadar gula darah tinggi, yang dikenal sebagai hiperglikemia.

Gejala lain dari fibrosis kistik terkait diabetes adalah kelelahan yang berlebihan, penurunan berat badan dan penurunan fungsi paru-paru.

Hubungan fibrosis kistik dengan DM tipe 1 dan 2

Diabetes melitus disebabkan oleh fibrosis kistik menggabungkan karakteristik dari diabetes tipe 1 dan tipe 2. Berawal dari perkembangan lendir kental hasil sekresi di pankreas yang akhirnya merusak sel-sel penghasil hormon insulin, menyebabkan kekurangan insulin.

Mungkin ini seperti diabetes tipe 1, tetapi tidak cukup untuk memvonis sama karena biasanya kistik fibrosis tidak dimulai pada masa kanak-kanak, tapi juga muncul di masa dewasa, dan disebabkan oleh kerusakan sel-sel pankreas yang digunakan untuk memproduksi insulin.

Selain kekurangan insulin, penderita kistik fibrosis sering berakhir dengan resistensi insulin ( diabetes tipe 2) karena disebabkan berbagai hal seperti

– Infeksi kronis;
– Penggunaan tingkat tinggi kortisol, hormon yang merangsang respon terhadap stres;
– Sering terpapar k0rtikost3roid, obat anti-inflamasi kadang-kadang digunakan dalam pengobatan paru-paru.

Komplikasi diabetes kistik fibrosis

Komplikasi dari diabetes terkait kistik fibrosis, seperti osteoporosis, sinusitis dan infeksi paru-paru. Tak cuma itu, penderita diabetes kistik fibrosis juga mungkin mengalami seperti komplikasi diabetes melitus seperti

– Retinopati (kerusakan retina)
– Nefropati (penyakit ginjal)
– Neuropati (kerusakan saraf)
– Komplikasi makrovaskuler, seperti penyakit jantung dan stroke, meskipun jarang terjadi pada mereka

Pengobatan kistik fibrosis terkait diabetes

Perawatan dan pengobatan diabetes kistik fibrosis dilakukan dengan kombinasi antara insulin, olahraga dan diet. Orang-orang dengan kistik fibrosis harus mempertahankan diet tinggi kalori, diet tinggi lemak yang dikompensasi dengan penyesuaian dosis insulin

1. Menjaga kadar gula darah dalam rentang normal

Tujuan pengobatan kistik fibrosis adalah menjaga gula darah (glukosa) pada tingkat normal atau mendekati normal. Dengan konsep ini, maka akan membantu Anda mendapatkan berat badan yang terkontrol, menjaga massa otot, merasa lebih fresh dan memiliki lebih banyak energi.

Mempertahankan kadar glukosa yang normal juga menurunkan risiko masalah yang disebabkan oleh diabetes semisal komplikasi. Diabetes terkait kistik fibrosis dapat dirawat dengan obat-obatan sambil memantau kadar gula darah Anda, makan diet tinggi kalori dan tetap hidup aktif.

Insulin adalah obat umum yang digunakan untuk mengobati. Insulin disuntikkan ke dalam tubuh sehingga gula dan protein dapat masuk ke dalam sel-sel tubuh. Proses ini memungkinkan tubuh Anda untuk menciptakan energi, membangun otot dan menyimpan lemak.

2. Diet untuk kistik fibrosis

Cara diet untuk pasien diabetes kistik fibrosis adalah berbeda dengan pasien diabetes non kistik fibrosis. Pasien diabetes kistik fibrosis butuh makanan berkalori tinggi untuk mendapatkan berat badan dan membentuk otot. Diet untuk kistik fibrosis berarti makan berbagai makanan yang tinggi protein, lemak dan garam.

Beberapa orang dengan kistik fibrosis mungkin memerlukan hingga 4.000 kalori per hari. Ahli gizi biasanya akan merekomendasikan diet tinggi energi sekitar 35-40 % lemak, 20 % protein, dan 40-45 % karbohidrat.

Untuk menjaga kadar gula darah dalam rentang normal, mereka butuh penyesuaian insulin sebagai manajemen diabetes dalam perawatan mereka.

3. Pengobatan dengan latihan fisik

Aktivitas fisik sangat direkomendasikan untuk meningkatkan fungsi paru-paru dan juga dapat meningkatkan respon tubuh Anda terhadap insulin. Pasien diabetes kistik fibrosis disarankan melakukan olahraga minimal 150 menit dari beberapa jenis moderat aerobik latihan.

Olah tubuh dimaksudkan agar Anda untuk menghirup oksigen banyak, seperti jogging atau bermain olahraga yang disukai – setiap minggu minimal 1 kali. Pemantauan kadar gula darah selama latihan fisik adalah sangat penting karena olahraga dapat menyebabkan hipoglikemik.

4. Kerjasama dengan tim kesehatan

Perawatan diabetes kistik fibrosis mungkin diperluas dengan endokrinologi (dokter yang menangani pelatihan khusus dalam pengobatan diabetes). Anda harus menjalin kerja sama untuk membantu mengelola penyakit Anda.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya