Diabetes Kencing Darah – Hematuria

363 views

Diabetes Kencing Darah. Mengapa diabetes menyebabkan kencing berdarah? Komplikasi diabetes tipe 1 dan 2 kencing berdarah diistilahkan dengan hematuria. Menurut para ahli, hematuria dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu hematuria gross dan hematuria mikroskopik.

Hematuria gross adalah ketika darah dalam urin dapat dilihat secara kasat mata, sedangkan hematuria mikroskopik adalah darah dalam urin yang hanya diketahui melalui mikroskop.

Hubungan hematuria dengan DM tipe 1 dan 2

Diabetes adalah gangguan metabolik yang ditandai oleh hiperglikemik kronik dan akut. Ketika kontrol diabetes yang buruk, hiperglikemik akan menimbulkan berbagai komplikasi diabetes.

Salah satu komplikasi jangka panjang dari DM tipe 1 dan 2  adalah kerusakan ginjal atau nefropati diabetik. Komplikasi ini adalah hasil dari kelainan tekanan pembuluh darah yang menyertai diabetes dan meningkatkan risiko gagal ginjal.

Tingginya kadar gula darah yang kronik membuat ginjal bekerja lebih keras untuk menyaring darah. Seiring berjalannya waktu, ginjal akan mengalami kerusakan sehingga daya filter ginjal mulai bocor dan menghasilan sejumlah kecil protein (proteinuria) dan darah ke dalam urin (hematuria).

Faktor risiko hematuria

Tidak semua pasien mengembangkan diabetes kencing darah. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan penyakit ginjal dan hematuria adalah genetika, kontrol gula darah, dan tekanan darah. Semakin baik seseorang mengontrol diabetes dan tekanan darah, maka semakin rendah pula kesempatan mereka untuk risiko nefropati diabetik

Patofisiologi hematuria

Saluran kemih adalah sebuah sistem drainase bagi tubuh untuk membuang limbah dan kelebihan air. Saluran kemih meliputi dua ginjal, dua ureter, kandung kemih, dan uretra.

Ginjal adalah dua organ yang berada dekat bagian tengah belakang, tepat di bawah tulang rusuk, per satu ginjal berada di setiap sisi tulang belakang. Setiap hari, dua ginjal tersebut menyaring sekitar 200 liter darah untuk menghasilkan sekitar 1 sampai 2 liter urine, terdiri dari limbah dan kelebihan cairan.

Urin mengalir dari ginjal ke kandung kemih melalui tabung yang disebut ureter. Kandung kemih menyimpan urin kemudian melepaskannya melalui proses buang air kecil/kencing.

Ketika tubuh kita mencerna makanan yang kita makan, ini berarti pula sebuah proses terbentuknya produk-produk limbah. Pada ginjal, jutaan pembuluh darah kecil (kapiler) di dalamnya berperan sebagai filter.

Saat darah mengalir melalui pembuluh darah, partikel-partikel kecil seperti produk limbah akan masuk melalui lubang di pembuluh kapiler. Produk-produk limbah ini adalah bagian dari urin. Namun, protein dan sel darah merah mempunyai ukuran terlalu besar untuk melewati lubang-lubang kapiler dan tersaring untuk tetap dalam aliran darah.

Sayangnya, penyakit diabetes melitus merusak sistem kerja ini. Tingginya kadar gula darah membuat ginjal menyaring terlalu banyak darah. Semua ini membuat kerja ekstra keras pada filter penyaring ginjal (serabut pembuluh kapiler).

Setelah bertahun-tahun dan beralih waktu ke waktu, pipa serabut kapiler ini mulai bocor yang mengakibatkan darah dan protein tidak tersaring dengan benar, yang menyebabkan darah larut dalam urin, jadilah kencing berdarah atau istilah keren disebut hematuria.

Apa gejala hematuria?

Ketika pipa kapiler gagal saat menyaring darah, maka ginjal akan bekerja keras untuk menebus kegagalan ini sehingga penyakit ginjal sering tidak menimbulkan gejala sampai hampir semua fungsinya adalah hilang.

Namun para ahli kesehatan telah menemukan beberapa gejala termasuk kehilangan tidur, nafsu makan yang buruk, sakit perut, kelemahan, sulit berkonsentrasi, dan adanya darah dalam urin.

Sangat penting bagi Anda untuk memeriksakan diri ke dokter secara teratur. Ahli medik akan memeriksa tekanan darah, urin (untuk protein), darah (untuk produk-produk limbah), dan organ-organ lain yang dicurigai rentan untuk komplikasi diabetes.

Bagaimana mencegahnya?

Komplikasi nefropati diabetik dapat dicegah dengan menjaga gula darah dalam kisaran target normal. Penelitian telah menunjukkan bahwa kontrol gula darah yang ketat mengurangi risiko hematuria dan proteinuria pada 30%.

Pada orang yang sudah memiliki atau baru didiagnosis hematuria dan proteinuria, cobalah untuk menjaga kadar gula darah dalam rentang normal untuk membalikkan keadaan.

Pengobatan

Perawatan diri adalah bagian penting untuk kontrol ketat glukosa darah dan tekanan darah. Tekanan darah yang tidak normal memiliki efek dramatis terhadap perkembangan nefropati diabetik, bahkan kenaikan ringan pada tekanan darah merupakan sinyal buruk untuk hematuria.

1. Kontrol tekanan darah

Kelola tekanan darah Anda dengan menurunkan berat badan jika Anda memiliki obesitas, makan lebih sedikit garam, menghindari alk0h0l dan r0k0k, serta berolahraga secara teratur.

2. Perbaiki diet sehat

Beberapa ahli merekomendasikan bagi diabetes adalah pola diet rendah protein. Protein tampaknya untuk meningkatkan seberapa keras ginjal harus bekerja. Sebuah diet rendah protein dapat menurunkan risiko hematuria dan proteinuria. Bicarakan dengan tenaga medis yang menangani Anda.

3. Dialisis atau transplantasi

Jika Anda mengalami gagal ginjal, dialisis diperlukan. Anda bisa memilih apakah dialisis atau transplantasi ginjal. Pilihan ini harus dibuat berdasar persetujuan dari kedua pihak, Anda dan tim kesehatan. Tim kesehatan mencakup dokter, nephrologist (ahli ginjal), ahli bedah transplantasi ginjal, seorang pekerja sosial, dan psikolog.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Komplikasi Diabetes #Komplikasi Diabetes Tipe 1 #Komplikasi Diabetes Tipe 2