Perawatan Diabetes Ibu Hamil Selama Kehamilan Dan Kelahiran

363 views

Perawatan Diabetes Kehamilan baik sebelum, sesaat, maupun setelah kelahiran berfokus pada pengendalian kadar glukosa darah melalui diet, olahraga, dan obat-obatan, seperti pada penanganan diabetes tipe 2.

Jika dibiarkan atau tidak diobati, kondisi akan meningkatkan komplikasi diabetes serius untuk ibu dan bayi. Selain itu, risiko terserang diabetes tipe 2 untuk ibu akan datang di kemudian hari.

Menurut American Diabetes Association, perawatan diabetes kehamilan terkait rencana diet sehat dan olahraga teratur. Diet sehat terfokus pada makanan tinggi serat dan nutrisi penting lainnya, dan mencakup diet rendah lemak dan kalori.

Ini berarti, wanita berisiko diabetes gestasional cenderung memilih sayuran, buah-buahan, biji-bijian, dan pembatasan karbohidrat olahan (termasuk gula). Makan makanan kecil juga dimasukkan dalam anggaran diet untuk membantu menjaga kadar gula darah agar lebih stabil.

Perawatan diabetes kehamilan selama masa kehamilan

Pengobatan untuk ibu yang didiagnosis diabetes gestational selama kehamilan meliputi:

1. Diet seimbang

Mengontrol jumlah karbohidrat dalam diet Anda memungkinkan insulin diproduksi secara alami oleh tubuh sehingga kadar glukosa darah dalam terkontrol dalam rentang normal.

Anda perlu menghubungi Ahli Gizi terdaftar untuk menyesuaikan diet yang pas. Ini adalah bagian penting dari pengobatan untuk diabetes gestasional selama kehamilan.

2. Berolahraga secara teratur.

Mengikuti diet diimbangi dengan berolahraga secara teratur dapat mengurangi kebutuhan untuk suntikan insulin.

3. Pemantauan kadar glukosa darah.

Beberapa ahli merekomendasikan bahwa wanita yang mengambil insulin juga harus menguji gula darah mereka sebelum makan. Menjaga kadar gula darah dalam kisaran yang diterima mengurangi risiko bayi makrosomia ( bayi besar)

Menurut ADA, kadar glukosa darah Anda harus membaca:

– 95 miligram / desiliter (mg / dl) atau lebih rendah ketika Anda bangun tidur, dan sebelum makan
– 140 mg / dl atau lebih rendah satu jam setelah makan
– 120 mg / dl atau lebih rendah dua jam setelah makan

Jika Anda kesulitan mencapai tingkat target melalui diet dan olahraga saja, Anda mungkin perlu mengambil obat atau insulin untuk menurunkan kadar glukosa darah.

4. Memonitor pertumbuhan janin.

Anda mungkin diminta oleh bidan untuk memantau gerakan janin dan melaporkan setiap penurunan yang signifikan. USG janin digunakan untuk mengevaluasi pertumbuhan janin selama kehamilan.

Jika janin tumbuh lebih besar dari yang diharapkan, Anda mungkin perlu untuk mengambil suntikan insulin. Selama Anda mengambil insulin, mungkin tes nonstress oleh dokter dapat dilakukan untuk mengevaluasi detak jantung janin

5. Rutin melakukan pemeriksaan medis yang teratur.

Wanita dengan diabetes gestasional adalah dua kali lebih mungkin untuk mengembangkan preeklampsia akibat tekanan darah tinggi selama kehamilan.

Oleh karena itu, Anda perlu mengunjungi ahli medis secara rutin untuk memantau tekanan darah dan memeriksa ada atau tidaknya protein dalam urin.

Ahli medis profesional mungkin juga akan meminta Anda untuk membuat catatan makanan yang dimakan sehari-hari. Mereka juga akan memantau perkembangan berat badan untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan nutrisi yang cukup.

6. Mengambil suntikan insulin.

Jika fluktuasi kadar gula darah dalam rentang tak normal dan Anda merasa sulit untuk mengendalikannya setelah setidaknya 2 minggu dari melakukan diet seimbang dan berolahraga secara teratur, maka Anda butuh suntikan insulin.

Insulin dapat dimulai setelah 1 minggu dari diet dan olahraga jika tingkat gula darah Anda tidak berada dalam rentang yang dapat diterima. Biasanya, ketika bayi setelah dilahirkan, tingkat gula darah Anda akan kembali normal dan dia tidak lagi perlu mengambil insulin.

7. Jangan menurunkan berat badan

Kebanyakan, dokter kandungan biasanya tidak menyarankan ibu hamil untuk diet penurunan berat badan sebab ibu dan bayi butuh nutrisi lengkap.

Anda hanya boleh menurunkan berat badan sebelum kehamilan. Jika Anda mengalami obesitas selama kehamilan, Ahli diet Anda mungkin akan membatasi asupan kalori Anda, bahkan bisa jadi pada selama kehamilan.

Perawatan diabetes kehamilan saat kelahiran / persalinan

Setelah kehamilan mencapai ke minggu ke-38-nya, ahli kebidanan kemungkinan akan memberikan sesuatu untuk bayi agar lahir tidak besar (makrosomia). Pada titik ini, dokter kandungan dapat mencoba untuk menginduksi persalinan atau melakukan operasi caesar (C-section).

Dikecualikan, janin berkembang sebagaimana mestinya, maka kelahiran cesar tidak diperlukan. Pengukuran ultrasound secara periodik akan membantu menentukan ukuran janin dan perlu atau tidaknya kelahiran cesar.

Selama persalinan dan melahirkan, Anda dan bayi dipantau secara ketat. Pemantauan meliputi:

1. Pemantauan gula darah menjelang kelahiran.

Kadar glukosa darah akan diuji setidaknya setiap 1 – 2 jam. Jika tingkat gula darah Anda naik terlalu tinggi, Anda mungkin akan diberi sejumlah kecil insulin melalui vena (intravena, atau IV). Jika tingkat Anda turun terlalu rendah, Anda mungkin akan diberi IV cairan yang mengandung glukosa.

2. Pemantauan denyut jantung janin menjelang kelahiran.

Ini akan memberikan indikasi seberapa baik toleransi bayi menjelang kelahiran. Pemantauan jantung janin dilakukan secara internal atau eksternal.

Jika bayi besar atau tidak menampakkan toleransi menjelang kelahiran,  mungkin operasi caesar, atau C-section diperlukan.

Penanganan diabetes kehamilan setelah kelahiran.

Setelah Anda melahirkan, Ibu dan bayi perlu diawasi secara ketat meliputi.

1. Penanganan kadar glukosa darah ibu setelah kelahiran

Kadar gula darah akan diuji  per jam untuk beberapa jam pertama. Dalam kebanyakan kasus, wanita tidak perlu memiliki suntikan insulin setelah melahirkan sebab biasanya kadar gula darah kembali dalam rentang normal.

2. Penanganan kadar glukosa darah bayi.

Kadar gula darah bayi juga akan dipantau. Kenapa ? Jika kadar glukosa darah Anda tinggi selama kehamilan, tubuh bayi akan terus memproduksi insulin ekstra untuk beberapa jam setelah lahir. Insulin ekstra dapat menyebabkan glukosa darah bayi untuk turun terlalu rendah yang menyebabkan hipoglikemia.

Tampaknya, ibu harus segera menyusui bayi untuk membantu melindungi terhadap risiko hipoglikemia bayi. Jika kadar glukosa darah bayi turun di bawah kisaran diterima, ia mungkin perlu tambahan gula, seperti minuman air gula atau glukosa diberikan secara intravena.

Pencegahan diabetes dari ibu diabetes gestasional.

Banyak wanita yang menderita diabetes gestasional akan mengembangkan diabetes tipe 2 pada beberapa tahun kemudian. Tampaknya, ada hubungan erat diabetes gestasional dan diabetes tipe 2 yang melibatkan resistensi insulin.

1. Lakukan perubahan gaya hidup yang benar

Perubahan gaya hidup dasar tertentu dapat membantu mencegah diabetes tipe 2 setelah diabetes gestasional seperti menurunkan berat badan, olahraga dan mengatur diet.

Buat pilihan makanan sehat dan ikuti pedoman diet harian yang sederhana, seperti makan berbagai makanan termasuk buah-buahan segar dan sayuran, membatasi asupan lemak sampai 30% atau membatasi makanan tinggi kalori.

2. Berolahraga secara teratur dan terjadwal

Olahraga teratur memungkinkan tubuh Anda untuk menggunakan glukosa tanpa insulin ekstra. Olahraga juga akan meningkatkan sensitivitas insulin dan menurunkan resistensi insulin

3. Kunjungi ahli medis secara berkala.

Jangan pernah memulai suatu program, baik diet atau olahraga tanpa mengonsultasikannya pada dokter Anda terlebih dahulu. Mereka adalah para ahli yang mengetahui kondisi tubuh Anda. Mereka memahami diet, obat-obatan maupun olahraga yang cocok dengan kondisi Anda.

Jadi, penting bagi Anda untuk membicarakan semua masalah pada ahli medis yang menangani dan merawat Anda. Anda juga dapat mengambil informasi terkait pencegahan dan pengobatan diabetes gestasional dan diabetes tipe 2.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Diabetes Dan Kehamilan #Kehamilan