Manfaat Ibu Diabetes Menyusui Dan Bayi

327 views

Manfaat Ibu Diabetes Menyusui Dan Bayi. Manfaat Menyusui Bagi Ibu Diabetes Dan Bayi nya dalam rangka mencegah DM Tipe 2.  ASI untuk bayi memberi kesehatan yang luar biasa.

Demikian juga bagi ibu  DM gestasional seperti mencegah gangguan toleransi glukosa darah setelah kehamilan, mencegah hipoglikemia bayi lahir, vaksinasi alami untuk bayi, mencegah kolesterol darah dan mencegah berkembangnya diabetes tipe 2 bagi ibu..

Bahkan, meskipun ibu tanpa riwayat DM gestasional yang memberi ASI pada bayi, anak mereka jauh lebih rendah dari beberapa penyakit seperti asma, infeksi telinga, penyakit usus, eksim, dan penyakit pernapasan.

Beberapa studi telah menemukan bahwa bayi mereka memiliki tingkat yang lebih rendah dari beberapa penyakit lain semisal kanker, diabetes anak-anak, masalah usus seperti penyakit Crohn, dan diabetes tipe 2.

Selain itu, menyusui bayi dapat menurunkan risiko ibu terkena kanker mammae baik pra-menopause ataupun pasca-menopause , kanker ovarium, dan osteoporosis, hingga kanker reproduksi lainnya.

Manfaat ASI untuk bayi

Berikut adalah beberapa info penting tentang manfaat ASI untuk bayi dari ibu diabetes

1. ASI dapat meningkatkan sistem immun bayi

Ketika bayi lahir, ia memiliki beberapa perlindungan antibodi dalam bentuk imunoglobulin (sekretori IgG). Ini bersifat sementara sampai sistem kekebalan tubuhnya sendiri mulai berkembang.

Ketika bayi mendapatkan kolostrum ( cairan kekuningan tinggi protein), maka sistem immun bayi akan meningkat.

Hal ini karena kolustrum berisi zat antibodi baru untuk bayi disebut secretory IgA, yang bertindak melawan kuman langsung pada titik-titik di tubuh dimana kuman ini adalah penyebab penyakit tenggorokan, paru-paru, alergi, dan gangguan usus.

ASI juga mengandung sel darah putih (leukosit dan limfosit) yang berperan menghancurkan bakteri dan virus. Ada banyak sel darah putih dalam ASI yang memberikan efek perlindungan sangat kuat untuk bayi.

ASI juga mempunyai efek bifidus, yaitu membantu menjaga usus di keasaman yang tepat sehingga memberi efek pelindungan yang kuat pada bayi dari serangan kuman.

Jadi, ASI memainkan peran penting sebagai vaksinasi alami dalam meningkatkan imunoglobulin, memberi sel-sel darah putih tambahan, memberi efek bifidus, dan merupakan desainer perlindungan antibodi yg interaktif untuk bayi baru lahir.

2. ASI dapat melindungi bayi dari diare dan infeksi telinga

Sebuah studi, Aniansson et al, 1994, menemukan bahwa tingkat infeksi telinga akut jauh lebih tinggi pada 2 bulan, 6 bulan, dan 10 bulan usia pada bayi yang tidak diberi ASI. Mereka juga berisiko infeksi saluran pernapasan.

Studi lain dari Amerika juga menemukan bahwa risiko mengembangkan diare dan infeksi telinga meningkat akibat jumlah ASI untuk bayi menurun. Jadi, ASI dapat melindungi bayi dari pengembangan diare dan infeksi telinga.

3. ASI melindungi bayi dari alergi

ASI juga bersifat protektif terhadap alergi. Efek ini paling menonjol di keluarga dengan kecenderungan alergi turun temurun.

Sebuah studi menemukan bahwa dalam keluarga yg memiliki sejarah alergi, jika mereka tidak memberi ASI untuk bayi, maka anak-anak mereka juga meningkatkan penyakit lain sepeti alergi saluran pernapasan, radang lambung, dan alergi saluran pencernaan.

Peneliti lain, Saarinen et al, 1995, menemukan bahwa manfaat ASI untuk bayi memberi ‘profilaksis signifikan’ terhadap alergi makanan pada usia bayi 3 tahun, dan melindungi dari alergi pernapasan pada usia 17 tahun.

4. ASI memberi Bayi akan nutrisi paling lengkap.

ASI lebih unggul dalam gizi ketimbang produk makanan bayi buatan. ASI telah berkembang selama ribuan tahun dalam formula yang sempurna untuk kelangsungan hidup manusia, dan disesuaikan dengan evolusi ke dalam campuran yang paling efisien yang mempromosikan kecerdasan otak dan perkembangan saraf sehat.

Formula ASI alami merupakan komponen gizi yang proporsional sesuai persis kebutuhan khusus dari manusia sebagai spesies normal di muka bumi. Nutrisi ASI lebih bioavailable untuk bayi, bersifat DINAMIS dalam komposisi agar sesuai dengan perubahan kebutuhan bayi.

ASI manusia mengandung komponen spesifik dari semua jenis susu (laktosa, protein, lemak, air, vitamin, mineral, enzim, dan hormon) yang benar-benar sangat dibutuhkan bayi, ketimbang susu formula buatan pabrik.

5. ASI melindungi bayi dari hipoglikemia dan gangguan metabolik lain

Setelah kehamilan dengan DM gestasional, bayi lebih berisiko hipoglikemia (gula darah rendah), hiperbilirubinemia (bayi kuning), dan kelainan metabolik lainnya (terutama di kasus yang lebih parah dari gd).

Jika ibu dengan DM gestasioanl sejak awal menyusui bayi mereka, ini dapat membantu mencegah atau meminimalkan masalah ini. Penelitian menunjukkan bahwa manfaat ASI untuk bayi dari kehamilan dengan diabetes, bayi akan lebih sedikit berisiko ‘kegagalan perawatan’ ketika bayi ditempatkan di Unit Perawatan Khusus Bayi.

Dalam beberapa tahun kemudian, ada beberapa bukti awal bahwa ASI dapat membantu melindungi bayi dari risiko diabetes tipe 2, dan beberapa bukti menyatakan bahwa ASI cenderung mengurangi efek obesitas di masa depan bayi.

Bayi yang diberi ASI juga cenderung memiliki metabolisme glukosa yang lebih baik dan resistensi insulin kurang sehingga bayi dan ibu diabetes gestasional akan mendapatkan keuntungan yang besar, baik dalam jangka pendek dan mungkin dalam jangka panjang.

Manfaat ibu diabetes menyusui bayi

Mengapa menyusui bayi sangat penting untuk Ibu DM gestasional? Selain manfaat ASI untuk bayi yg disebutkan diatas, menyusui bayi juga sangat memberi bermanfaat bagi ibu DM gestasional, antara lain:

1. Menyusui bayi merupakan faktor anti-diabetogenic bagi Ibu DM gestasional.

Penelitian menunjukkan bahwa menyusui bayi akan membantu ibu dengan DM gestasional tergantung insulin, mereka membutuhkan postpartum insulin yang lebih sedikit dan dikembalikan ke status normoglycemic lebih awal ketimbang ibu DM gestasional yang tidak menyusui bayi mereka.

Studi lain dari manfaat menyusui bayi untuk Ibu DM gestasional dalam jangka pendek adalah, ditemukan penurunan glukosa darah dan peningkatan kolesterol baik (HDL) pada diabetes postpartum secara langsung dibandingkan dengan mereka yang tidak menyusui bayi.

Hal ini karena, Laktasi – untuk jangka waktu pendek – memiliki efek menguntungkan pada turunnya glukosa darah dan meningkatnya metabolisme lemak pada wanita dengan diabetes gestasional.

Menyusui bayi menawarkan intervensi praktis, murah yang membantu mengurangi atau menunda risiko diabetes tipe 2, dan risiko diabetes gestational pada kehamilan berikutnya.

2. Menyusui bayi akan menjauhkan resiko diabetes tipe 2 di masa mendatang

Wanita dengan diabetes gestasional lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes tipe 2 dalam waktu dua tahun setelah melahirkan. Menyusui bayi sangat dianjurkan untuk ibu dengan DM gestasional.

Dalam sebuah studi di Amerika Serikat, perempuan diabetes gestasional yang eksklusif menyusui bayi mereka setidaknya dua bulan setelah melahirkan, dan mereka yang terus menyusui selama beberapa bulan, mampu mengurangi risiko diabetes tipe 2 hingga setengahnya.

” Menyusui bayi dapat menawarkan manfaat yang unik untuk wanita selama periode pasca-kelahiran untuk perlindungan terhadap pengembangan diabetes tipe 2 setelah kehamilan dengan gestational diabetes,” kata pemimpin penulis Erica P. Gunderson, PhD, MPH, MS, ahli epidemiologi dan ilmuwan riset senior di Kaiser Permanente Division of Research.

3. Menyusui bayi akan mencegah kenaikan berat badan.

Menyusui selama lebih dari enam bulan dapat membantu ibu untuk mengontrol berat badan

“Menyusui bayi adalah alat yang menakjubkan untuk mengurangi berat badan ibu setelah kehamilan dengan diabetes gestasional, dan penurunan berat badan adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi risiko diabetes gestasional selama masa kehamilan dan mengurangi risiko pengembangan diabetes tipe 2,” saran Dr. Robert O. Atlas, MD, ketua departemen obstetri dan ginekologi di Mercy Medical Center di Baltimore.

4. Menyusui bayi dapat menurunkan risiko kanker dan patah tulang pinggul

Sejumlah studi telah membuktikan manfaat menyusui untuk ibu DM gestasional. Telah lama diakui bahwa menyusui bayi akan meningkatkan kadar oksitosin, sehingga risiko perdarahan postpartum menurun, involusi uterus lebih cepat.

Selain itu juga meningkatkan remineralisasi postpartum tulang dengan penurunan risiko patah tulang pinggul pada periode pasca-menopause, dan mengurangi risiko kanker ovarium dan kanker mammae pre-menopause.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya