Kenapa Diabetes Menyebabkan Otot Sering Kram

468 views

Diabetes otot kram. Banyak penderita diabetes tipe 1 mengeluh otot kram dan mereka sering terjaga dari tidur di malam hari. Mereka agak bingung dan tidak tahu bagaimana untuk memperbaiki kondisi ini.

Komplikasi Otot kram pada penderita diabetes yang paling umum dari pinggang ke bawah. Biasanya, otot kram terjadi di betis, kaki bawah, kaki pangkal atas dan dapat mempengaruhi lengan.

Hubungan kram dan diabetes melitus

Diabetes adalah penyakit yang dapat menyebabkan berbagai komplikasi akibat gula darah tinggi. Kram pada penderita diabetes dapat terjadi karena gula darah tinggi menyebabkan buang air kecil yang berlebihan yg berakhir dengan dehidrasi.

Buang air kecil yang berlebihan menyebabkan penderita diabetes kehilangan banyak kalsium. Tingkat kalsium yang rendah dapat menyebabkan kram otot kaki. Ini juga dapat diuji melalui tes darah. Otot kram pada kaki penderita diabetes juga terkait dengan tingkat rendah dari glukosa darah.

Dalam kasus gula darah rendah (gula darah < 3.9 mmol / l), otot rangsangan membran sel diintensifkan sehingga memberikan kontribusi untuk kram. Di sisi lain, ketika penderita diabetes mengalami gula darah tinggi mendadak dapat mengganggu membran sel otot, dengan demikian juga menimbulkan kram.

Penyebab diabetes otot kram

Pasien diabetes dapat mengalami kram otot menyakitkan yang disebabkan oleh beberapa alasan sebagai berikut :

1. Kadar glukosa darah tinggi atau rendah

Glukosa sangat diperlukan otot untuk berkontraksi dan rileksasi dengan benar. KOndisi ini dibutuhkan pertukaran garam elektrolit yang seimbang, seperti kalsium, magnesium dan kalium. Namun, kadar gula darah yang tinggi atau rendah menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit.

Ketika ketidakseimbangan ini terjadi, maka menyebabkan otot kram. Disaat kadar glukosa rendah, otot kekurangan glukosa. Namun, ketika kadar gula darah yang tinggi, kelebihan glukosa diekskresikan sebagai urine yang keluar bercampur garam lainnya, yang menyebabkan jumlah elektrolit ( kalsium, magnesium dan kalium) berkurang..

2. Komplikasi diabetes neuropati perifer

Orang dengan penyakit pembuluh darah perifer atau komplikasi diabetes neuropati mungkin akan sering menderita kram otot. Sirkulasi yang buruk dan kerusakan saraf akan meningkatkan risiko kram pada penderita diabetes.

Kondisi ini terjadi akibat kadar gula darah tinggi dalam jangka panjang (hiperglikemia) pada penyandang diabetes melitus.

3. Efek samping obat

Efek samping dari obat tertentu yang digunakan untuk mengobati diabetes dapat menyebabkan kram otot termasuk insulin , obat penurun kolesterol, antihipertensi (obat tekanan darah), k0ntras3psi oral atau beta-agonis.

Pengobatan diabetes otot kram

Berikut adalah beberapa pengobatan untuk otot kram mungkin dapat membantu

1. Pijat rileksasi

Kram otot sering terjadi pada diabetes, dan memijat otot dapat menahan peregangan sehingga mengurangi rasa sakit. Namun, jika Anda mengalami kram otot yg sering kumat atau terus menerus, maka Anda harus berkonsultasi tim perawatan diabetes Anda, untuk dapat memastikan penyebabnya dan pengobatan diperlukan.

2. Kontrol gula darah

Jika anda telah didiagnosa dengan neuropati diabetes, mengontrol gula darah Anda sangat penting untuk mengurangi risiko lebih lanjut dari kerusakan saraf. Dokter Anda mungkin juga meresepkan obat untuk mereduksi rasa sakit yg muncul.

3. Mengonsumsi vitamin B12

Vitamin B12 dapat ditemukan pada daging dan ikan, ini akan membantu mendukung sel darah merah. Vitamin ini juga dapat berpotensi meningkatkan fungsi saraf yang sehat untuk mencegah kerusakan. Saat mengonsumsi vitamin B12, hati-hati dengan Metf0rmin (MT).

MT adalah obat diabetes tipe 2, dikenal dapat menurunkan tingkat vitamin B12. Bicarakan dengan dokter Anda tentang memastikan Anda tidak mengalami defisiensi B12 yg dapat menyebabkan kerusakan saraf dan diabetes neuropati perifer.

4. Mengonsumsi vitamin D

Vitamin D membantu mendukung fungsi saraf yang sehat. Selain itu, vitamin D juga mengurangi pembengkakan akibat kram dan mengurangi rasa sakit.

5. Terapi fisik

Dengan terapi fisik, Anda dapat belajar latihan untuk mengurangi ketidaknyamanan kaki. Perawatan potensial lainnya termasuk stimulasi saraf listrik dan terapi cahaya, juga dapat digunakan untuk terapi fisik. Akupunktur adalah pengobatan yang potensial lain sedang diteliti dalam uji klinis diabetes.

6. Diet sehat

Diet sehat juga sangat penting bagi penderita diabetes. Akan tetapi, beberapa penderita diabetes mengalami kram otot karena kurangnya vitamin dan nutrisi.

Suplemen makanan mengandung sejumlah nutrisi dan vitamin mungkin disarankan oleh dokter Anda, tetapi disesuaikan dengan obat yg sedang anda konsumsi.

Tips mengurangi rasa sakit akibat kram

Anda juga dapat mengambil tindakan di rumah. Gunakan metode ini untuk meringankan rasa sakit kaki Anda:

– Rendam kaki Anda dalam air hangat.
– Gunakan tempat tidur hangat di malam hari untuk melindungi kaki Anda dari ketidaknyamanan yang disebabkan oleh tidur.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya