Dampak Komplikasi DM Gestasional Pada Ibu Dan Janin

391 views

Dampak dan bahaya diabetes Gestasional Pada Ibu Dan Janin. Tampaknya, komplikasi diabetes gestational membawa dampak buruk bagi janin dan ibu hamil.

Berbagai risiko serius untuk setiap bayi yang lahir dari rahim ibu penderita diabetes gestasional ketika mereka tidak mengetahui keadaan dirinya. Begitu pula risiko diabetes tipe 2 untuk ibu dikemudian hari.

Sebagian besar masalah yg terjadi pada janin akibat kadar glukosa darah tinggi pada ibu selama kehamilan.

Hal ini berlaku untuk wanita yang memiliki riwayat medis diabetes melitus (yang sudah ada sebelumnya) atau diabetes gestasional, karena risiko komplikasi terkait penyakit ini mencakup cacat lahir bawaan hingga kematian dini janin.

Dampak diabetes untuk janin

1. Kematian dini janin.

Salah satu dampak yang paling serius yang berhubungan dengan komplikasi diabetes gestasional adalah diabetes ketoasidosis. Ketoasidois pada ibu diabetes gestasional merupakan peningkatan keasaman darah yang disebabkan oleh kadar glukosa darah yg tinggi.

Dampaknya, tingkat kematian dini janin meningkat sebesar 50% dari komplikasi ini karena fungsi sistem enzim janin tidak dapat hidup di lingkungan asam yang tinggi.

2. Cacat bawaan

Dampak ketoasidosis gestasional selain kematian dini janin adalah risiko cacat lahir bawaan. Risiko ini terjadi pada 5 sampai 10 persen dari seluruh kehamilan di mana diabetes gestasional adalah faktor utama.

Penelitian medis telah menunjukkan bahwa peningkatan risiko cacat lahir bawaan disebabkan oleh banyak faktor seperti kadar gula darah tinggi selama awal kehamilan.

Minimnya pengetahuan tentang kontrol kehamilan dapat memengaruhi proses pembelahan sel saat pembuahan. Pada tahap pembuahan, semua organ janin terbentuk hanya dalam hitungan menit.

Jika ibu mengalami ketoasidosis gestasional, ini akan memengaruhi pembentukan organ janin sehingga menagkibatkan cacat bawaan lahir seperti spina bifida ( cacat tulang belakang), munculnya lubang dijantung, hingga bibir sumbing.

3. Bayi lahir besar

Makrosomia atau bayi lahir besar merupakan pertumbuhan abnormal akibat penyimpanan lemak berlebihan pada janin.

Makrosomia disebabkan jumlah besar glukosa dari ibu diabetes gestasional melintasi plasenta menyebabkan pankreas janin memproduksi insulin dalam volume besar.

Pasokan lebih dari insulin menyebabkan hiperinsulinisme dan hiperglikemia yang merupakan faktor utama pada bayi makrosomia.

Bayi yang menderita kondisi ini tidak dapat dilahirkan dengan normal karena ukurannya yang besar sehingga operasi cesar harus dilakukan. Kadang, bayi dengan terpaksa dilahirkan lebih awal ( kelahiran prematur)

3. Bayi lahir kecil

Kebalikan dari makrosomia, bayi lahir kecil dapat terjadi pada janin dari ibu dengan komplikasi diabetes gestasional disebut pertumbuhan intrauterin

Pembatasan pertumbuhan intrauterin adalah suatu kondisi yang disebabkan oleh perubahan dalam sistem pembuluh darah ibu dan menyebabkan bayi lahir kecil. Ada perubahan vaskular pada aliran darah ke janin yang membatasi jumlah nutrisi untuk makanan janin.

4. Sindrom gangguan pernafasan

Kadar insulin janin tinggi ( hiperinsulinemia) juga berkontribusi terhadap sindrom gangguan pernapasan di mana enzim yang dibutuhkan untuk produksi surfaktan mengalami hambatan. Surfaktan adalah lapisan yang melapisi paru-paru dan memungkinkan bayi untuk bernapas ketika mereka lahir.

5. Polycythemia

Risiko untuk bayi yang lahir dari ibu diabetes gestasional adalah polycythemia (polisitemia),

Polisitemia adalah produksi sel darah merah berlebihan. Kondisi ini mengakibatkan ketidakmampuan darah ibu untuk melepaskan oksigen sehingga berefek pada kemampuan hati janin untuk memetabolisme bilirubin yang sedang disintesis akibat sel darah merah yg diproduksi secara berlebihan.

6. Distosia bahu

Kondisi ini terjadi di mana bahu bayi terjebak dalam panggul setelah kepala saat kelahiran. Janin juga terikat tali pusar sehingga bidan dan perawat harus menggunakan intervensi tambahan untuk melahirkan bayi dengan cepat dan aman.

7. Hipoglikemia neonatal

Ini adalah suatu kondisi di mana kadar gula darah bayi terlalu rendah setelah lahir. Jika tidak diobati, hipoglikemia dapat menyebabkan kerusakan otak bayi dan menyebabkan keterlambatan perkembangan tubuh dan keterlambatan berpikir anak.

6. Hiperbilirubinemia dan hipokalsemia

Hipokalsemia adalah suatu kondisi bayi yg terlalu sedikit kalsium dalam darah yang disebabkan gangguan fungsi hormon paratiroid.

Hiperbilirubinemia adalah bayi warna kuning (penyakit kuning) yg terdeteksi secara klinis pada bayi baru lahir ketika tingkat serum bilirubin lebih besar dari 85 umol / L, biasanya menimpa pada bayi prematur.

Dampak diabetes bagi ibu

Diabetes gestasional akan meningkatkan kemungkinan komplikasi tertentu pada ibu hamil. Risiko untuk ibu diabetes gestasional termasuk:

– Anda memiliki kesempatan yang lebih tinggi untuk bedah cesar.
– Mengalami Keguguran
– Tekanan darah tinggi atau preeklamsia
– Kelahiran di awal
– Setelah proses kelahiran, Anda akan memiliki risiko lebih tinggi obesitas dan diabetes tipe 2 .

Penanganan dan pencegahan

Perubahan gaya hidup dapat menurunkan kemungkinan yang terjadi. Anda juga dapat menurunkan risiko obesitas dan diabetes tipe 2 dengan diet diabetes.

Tingkat resistensi insulin pada bayi (disebabkan oleh kadar glukosa darah tinggi pada ibu) dapat menyebabkan hipoglikemia pada bayi setelah lahir sehingga cenderung harus dirawat di unit spesialis bayi di rumah sakit .

Untuk ibu diabetes gestasional, pengobatan tidak dapat menghapus risiko tersebut. Setiap kehamilan memiliki beberapa risiko. Didiagnosa dini adalah langkah yang baik untuk membantu Anda mengurangi risiko tersebut.

Dengan mendapatkan dukungan dari tim kesehatan dan mengikuti bimbingan, Anda dapat menurunkan bahkan mencegah risiko dan dampak komplikasi diabetes gestasional sejauh mungkin.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Diabetes Dan Kehamilan #Kehamilan #Komplikasi Diabetes Gestasional