Hubungan Diabetes Dan Hipertensi

395 views

Diabetes Dan Hipertensi. Apa hubungan antara diabetes dan hipertensi? Tekanan darah tinggi, atau hipertensi, merupakan kondisi yang sering mempengaruhi orang-orang dengan penyakit diabetes melitus tipe 1 dan 2.

Tidak diketahui secara pasti, mengapa diabetes menyebabkan tekanan darah tinggi. Tetapi secara umum, obesitas, tinggi lemak, tinggi sodium, dan minimnya aktifitas fisik telah diasumsikan sebagai penyebab hipertensi.

Patofisiologi diabetes menyebabkan hipertensi

Gula darah tinggi yang berulang dapat merusak serabut saraf halus, menyebabkan neuropati diabetes (kerusakan saraf). Meski penyebab tidak sepenuhnya jelas, namun kombinasi dari faktor hiperglikemik mungkin memainkan peran, termasuk kerusakan kompleks antara saraf dan pembuluh darah.

Gula darah tinggi mengganggu kemampuan saraf untuk mengirimkan sinyal yg melemahkan dinding pembuluh darah kapiler untukmemasok saraf dengan oksigen dan nutrisi.

Salah satu alasan penting, kenapa diabetes menyebabkan hipertensi (tekanan darah tinggi) adalah mereka menderita komplikasi neuropati otonom, atau kerusakan saraf otonom.

Sistem saraf otonom ini berperan mengontrol hati, kandung kemih, paru-paru, lambung, usus, jantung dan mata. Diabetes dapat mempengaruhi saraf otonom yg menyebabkan peningkatan denyut jantung meskipun ketika Anda beristirahat

Peningkatan kadar lipid darah atau kolesterol juga dikaitkan dengan hipertensi. Kelainan ini mempengaruhi pembuluh di seluruh tubuh dan sering menghasilkan gejala lain dari penyakit pembuluh darah dan tekanan darah tinggi.

Diabetes juga mempengaruhi aliran darah. Tanpa aliran darah yang baik, diperlukan waktu lebih lama untuk penyembuhan luka diabetes.

Aliran darah yang buruk disebabkan kerusakan pembuluh darah perifer. Penyakit pembuluh darah perifer adalah gangguan sirkulasi yang mempengaruhi pembuluh darah dari jantung dan mempengaruhi tekanan darah menjadi tinggi.

Memahami pembacaan angka tekanan darah

Sebuah riset pada tahun 2008, sekitar 67% penderita diabetes berusia 20 dan di atasnya dilaporkan memiliki tingkat tekanan darah lebih dari 140/90.

Jika pada orang yang sehat, pembacaan tekanan darah 140/90 dianggap normal, tetapi untuk penderita diabetes tipe 2, mereka harus menjaga tekanan darah tidak boleh lebih 135/80.

Bagaimana memahami angka pada ukuran tekanan darah ?

– Angka pertama (135) disebut tekanan sistolik
Angka ini menunjkkan tekanan darah dalam arteri saat jantung berdetak dan mengisi arteri dengan darah .

– Kedua, atau angka bawah (80), disebut “tekanan diastolik”
Angka ini menunjukkan tekanan darah dalam arteri saat jeda di antara detak jantung. Saat ini, jantung mengisi diri sendiri dengan darah untuk mempersiapkan kontraksi berikutnya, yaitu mengisi arteri dengan darah.

Dampak diabetes dan hipertensi

Meskipun tekanan darah tinggi adalah umum dan belum tentu berbahaya. Namun, tekanan darah tinggi merupakan penyebab utama dari aterosklerosis, yaitu penyumbatan arteri yang mengarah ke serangan jantung dan stroke.

Tekanan darah tinggi biasanya tidak memiliki gejala, meskipun itu sangat tinggi. Jika Anda menderita hipertensi yang tidak terkontrol, Anda akan berisiko ateriosklerosis. Plak ateriosklerosis ini sangat berbahaya.

Meskipun ateriosklerosis tumbuh tanpa gejala selama bertahun-tahun, plak bisa tiba-tiba pecah, membentuk gumpalan darah yang menghalangi arteri yang menyebabkan

– Serangan jantung
– Stroke
– Penyakit arteri perifer
– Disfungsi ereksi
– Penyakit ginjal
– Retinopati (kerusakan pembuluh darah mata yang dapat menyebabkan kebutaan).

Ada juga bukti yang signifikan bahwa hipertensi kronis dapat mempercepat gangguan kognitif yang terkait dengan penuaan, seperti penyakit Alzheimer atau demensia yang disebabkan pembuluh darah yang memasok otak tersumbat oleh deposito lemak.

Penyebab hipertensi terkait diabetes

Diabetes tipe 1 yang tidak terkontrol bukan satu-satunya faktor penyebab risiko tekanan darah tinggi.

Namun, ada beberapa kemungkinan Anda mempunyai tekanan darah tinggi yang mengarah ke serangan jantung atau stroke jika Anda memiliki lebih dari satu faktor risiko berikut:

– Riwayat keluarga dengan penyakit jantung
– Anda menyukai makanan tinggi lemak dan tinggi sodium (garam)
– Gaya hidup buruk dan malas aktifitas fisik
– Usia lanjut
– Kegemukan
– Anda mer0kok aktif
– Anda kekurangan kalium atau vitamin D
– Anda seorang peminum alk0hol
– Mempunyai riwayat penyakit kronis seperti penyakit ginjal, atau sleep apnea

Mencegah hipertensi

1. Aktifitas fisik turunkan tekanan darah tinggi

Ada banyak perubahan gaya hidup yang dapat menurunkan tekanan darah Anda. Aktifitas fisik sangat dianjurkan seperti berjalan cepat selama 30 sampai 40 menit setiap hari, atau kegiatan aerobik dapat membuat jantung Anda sehat.

American Heart Association merekomendasikan minimal 150 menit per minggu melakukan aktifitas fisik dengan intensitas sedang, atau 90 menit per minggu latihan gerak badan terkait jantung sehat.

Selain menurunkan tekanan darah, aktivitas fisik dapat memperkuat otot jantung dan dapat mengurangi kekakuan arteri.

Jika Anda belum terlatih atau terbiasa olahraga sebelumnya, mulailah dengan lima menit berjalan cepat setiap hari dan meningkatkannya secara bertahap dari waktu ke waktu.

Labih memilih naik tangga bukan lift, atau memarkir mobil Anda jauh dari pintu kantor atau pintu masuk supermarket.

2. Diet sehat mencegah hipertensi

– Batasi gula dan garam dari diet harian
– Hindari daging tinggi lemak, dan produk susu.
– Lengkapi beberapa porsi sayuran saat makan
– Beralih ke produk susu rendah lemak
– Pastikan makanan olahan mengandung kurang dari 400 mg sodium
– Hindari / batasi penggunaan garam meja
– Memilih ikan air dingin seperti salmon, mackarel, sebagai pengganti daging
– Memaasak makanan dengan menggunakan metode rendah lemak seperti memanggang dan merebus, hindari memasak dengan menggoreng.
– Makan lebih banyak buah
– Beralih dari nasi putih ke beras merah
– Tidak melewatkan sarapan
– Ganti bumbu garam dengan bumbu rempah-rempah seperti bawang putih segar, bubuk bawang putih, bubuk bawang merah, lemon atau cuka.
– Batasi makanan beku dan makanan cepat saji
– Jangan mer0kok, sebab nikotin menyebabkan pembuluh darah menyempit dan meningkatkan tekanan darah.
– Hindari stres.
– Jangan minum alk0hol. Minuman ini akan meningkatkan tekanan darah dengan mengganggu aliran darah ke atau dari hati.

Mengobati hipertensi

Sementara, beberapa orang diabetes tipe 1 dapat mengendalikan hipertensi dengan perubahan gaya hidup, namun sebagian besar memerlukan pengobatan medik.

Pengobatan hipertensi tergantung pada tingkat kesehatan mereka secara keseluruhan, beberapa orang mungkin membutuhkan lebih dari satu obat untuk mengurangi risiko.

Obat tekanan darah tinggi terbagi menjadi lima kategori yang berbeda, yaitu : ACE inhibitor, ARB, beta-blockers, calcium channel blockers, dan diur3tik. Beberapa obat mungkin menghasilkan efek samping, sehingga Anda harus mendiskusikan dengan dokter.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Hipertensi #Komplikasi Diabetes #Komplikasi Diabetes Tipe 1 #Komplikasi Diabetes Tipe 2