Kenapa Diabetes Menyebabkan Kehausan dan Sering Kencing

421 views

Kenapa Diabetes Menyebabkan Kehausan dan Sering Kencing? Dua gejala umum untuk semua tipe penderita diabetes melitus (tipe 1 dan 2) adalah sering buang air kecil (poliuria) dan kehausan yang meningkat (polidipsia).

Sebuah pertanyaan dasar tapi menarik: apa hubungan diabetes dengan poliuria dan apa hubungan diabetes dengan polidipsia?

Ternyata pemahaman dasar tentang peristiwa osmosis membantu untuk memahami mekanisme terjadinya polidipsia dan poliuria pada diabetes melitus.

Diabetes dan osmosis

Diabetes adalah sekelompok penyakit metabolik yang ditandai dengan konsentrasi tinggi glukosa dalam aliran darah .

Glukosa adalah merupakan monomer umum dari karbohidrat yang terdapat pada makanan, termasuk roti, pasta, nasi, buah-buahan, sayuran, dan gula halus. Glukosa menyediakan bahan bakar untuk sel-sel tubuh agar dapat menjalankan fungsinya secara normal.

Osmosis adalah sebuah gerakan pembersihan molekul pelarut dalam larutan oleh membran semipermeabel dari daerah pelarut dengan proporsi yang lebih tinggi ke daerah dengan proporsi pelarut yang lebih rendah.

Pada dasarnya, molekul pelarut akan berdifusi sehingga kedua sisi membran semi-permeabel memiliki proporsi pelarut yang sama.

Derajad ekuivalen, adalah peristiwa molekul pelarut yang berdifusi dari sisi dengan konsentrasi yang pelarut lebih rendah ke sisi dengan konsentrasi pelarut yang lebih tinggi sampai konsentrasi kedua zat terlarut tersebut adalah sama.

Dalam pelajaran kimia dan lebih banyak di sistem biologi, pelarut yang paling umum adalah air. Dalam biologi, osmosis terjadi sepanjang waktu di dinding sel kita sehingga membran sel menjadi membran semi-permeabel.

Gejala diabetes sering kencing – poliuria

Dalam kasus diabetes melitus dan osmosis, pelarutnya adalah air dan zat terlarut adalah glukosa. Penderita diabetes memiliki kadar gula darah tinggi akibat tidak diserap secara efektif oleh sel-sel tubuh, akhirnya pergi ke ginjal.

Mengapa diabetes menyebabkan kencing berlebihan? Air dan glukosa (larutan glukosa) di ginjal akan berdifusi ke dalam urin dan diekskresikan (dibuang), yang menyebabkan rasa urine mejadi manis dari penderita diabetes.

Sejak itu, aliran darah mejadi lebih pekat dengan konsentrasi glukosa dan air, dan untuk lebih ekuivalen, ginjal membuang glukosa dan air, dan ini lah menyebabkan diabetes lebih sering buang air kecil dan menjadi dasar hubungan diabetes dengan poliuria.

Nilai ambang ginjal adalah keadaan kadar gula darah tidak boleh melebihi batas dari 180 mg/dl, jika melebihi maka glukosa akan disekresikan oleh ginjal melalui urine. Ginjal dapat menahan air dan glukosa ketika konsentrasi larutan tidak melebihi batas ambang ginjal.

Pada orang normal, mungkin mereka bisa mengeluarkan urina 1 hingga 1.5 liter per hari. Tetapi pada penderita diabetes melitus jumlah urine yang disekresikan adalah tidak terkendali dan berlebihan. Mereka bisa mengeluarkan air kecil hingga 5 kali dari jumlah urine orang normal.

Tentu saja, penderita diabetes sering mengalami gangguan tidur di malam hari dan rasa kelelahan ketika mereka beraktifitas siang hari. Kadang, baru tidur sebentar, mereka dipaksa harus ke kamar mandi untuk buang air kecil. Bahkan, tak jarang mereka mengambil tempat buang air kecil di kamar.

Dan karena diabetes sering membuang air urine, sekarang tubuh mereka mengalami dehidrasi (kekurangan air), dan ini menyebabkan tubuh diabetes mengalami peningkatan rasa haus dan menjadi dasar jawaban untuk hubungan diabetes dengan rasa haus berlebihan.

Gejala diabetes kehausan – polidipsia

Mengapa diabetes menyebabkan kehausan? Haus yang berlebihan dikaitkan dengan kondisi komorbiditas, disebut polidipsia. Ini biasanya salah satu gejala awal diabetes, dan sering disertai dengan kekeringan yang berlebihan di mulut.

Ketika glukosa menjadi terkonsentrasi dalam aliran darah, biasanya sekitar 200mg / dL (meskipun kadang angka ini bervariasi untuk tiap orang), ginjal mengalami kehilangan kemampuan untuk reuptake (menarik kembali) glukosa dari air.

Pada orang normal, hampir semua glukosa dapat ditarik dari larutan dan keluar dari ginjal kemudian kembali ke dalam tubuh (tergantung pada bagaimana Anda terhidrasi).

Oleh karena tubuh penderita diabetes tidak bisa lagi menarik kembali glukosa keluar dari ginjal, maka terjadi perubahan tekanan osmotik yg berhujung pada dehidrasi.

Dehidrasi itulah yang mendasari hubungan diabetes dengan polidipsia ( rasa haus berlebihan). Efek buruk dehidrasi yang berkaitan dengan diabetes parah termasuk sakit kepala, mual, pusing, dan pingsan.

Untuk orang diabetes, dehidrasi juga dapat menyebabkan ketoasidosis diabetikum. Ketoasidosis diabetikum adalah suatu kondisi yang menyebabkan keasaman tinggi dalam tubuh dan dapat menyebabkan koma, kegagalan fungsi organ, dan bahkan kematian.

Oleh sebab itu untuk mencegah dehidrasi parah, penderita diabetes harus mengambil banyak minuman tawar dan segar untuk mengganti jumlah cairan yang dikeluarkan di urine.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya