Komplikasi DM Tipe 2 Dan Aterosklerosis

426 views

Diabetes dan aterosklerosis. Mengapa diabetes melitus menyebabkan aterosklerosis? Hubungan komplikasi diabetes tipe 2  dan aterosklerosis dikaitkan dengan endapan lemak dan reaksi jaringan lokal pada dinding arteri yang membentuk plak.

Akibatnya, pasokan darah terganggu oleh penyempitan. Plak dapat pecah dan merupakan malapetaka bagi penyandang diabetes.

Penyakit jantung dan stroke adalah efek aterosklerosis, dan sekitar lebih dari 60% menyebabkan kematian dini pada penderita diabetes.

Komplikasi lain dari diabetes sebagai akibat aterosklerosis adalah kebutaan, gangren dan penyakit ginjal, semua penyakit itu disebabkan kekurangan suplai darah di genesis mereka akibat penyempitan arteri dan plak aterosklerosis.

Patofisiologi aterosklerosis

Pembuluh darah normal memiliki lapisan dalam yang disebut endotelium. Lapisan dalam pembuluh darah ini membuat sirkulasi darah mengalir lancar.

Untuk mencapai kelancaran ini, endotelium memproduksi Nitrous Oksida lokal (NO). NO berfungsi untuk melemaskan otot polos di dinding pembuluh dan mencegah sel-sel darah menempel ke dinding.

Mekanisme gangguan ini diduga berpusat di jantung, dan gangguan meningkat dengan pembentukan plak. Gula darah tinggi, asam lemak tinggi dan trigliserida tinggi pada diabetes menyebabkan lengket di dinding endotelium, mendorong proses keterikatan sel yang menghasilkan reaksi jaringan lokal.

Reaksi jaringan lokal menghasilkan partikel dan sel-sel darah yang berbeda, menyebabkan penumpukan dan pengerasan di dinding pembuluh (arteri). Reaksi jaringan lokal ini menghasilkan sebuah plak, disebut plak aterosklerosis.

Insulin adalah golongan hormon yang merangsang produksi NO untuk sel-sel yang melapisi pembuluh darah.

Namun pada penderita diabetes, mereka resisten terhadap tindakan insulin, dengan kata lain tubuh penderita diabetes kurang sensitif dgn insulin.

Akibatnya, efek stimulasi ini hilang dan mengakibatkan peningkatan kecenderungan terhadap pembentukan plak aterosklerosis.

Jadi, gula darah yang tinggi, asam lemak tinggi, trigliserida tinggi dan resistensi insulin menyebabkan sel-sel endotelium yang melapisi pembuluh darah tidak hanya mengurangi produksi NO, tetapi juga meningkatkan produksi zat yang mendukung penyempitan pembuluh darah dan pembentukan plak aterosklerosis.

Mengapa diabetes melitus menyebabkan aterosklerosis?

Para peneliti  telah menemukan bagaimana diabetes menyebabkan peradangan dan memperlambat aliran darah, secara dramatis mempercepat munculnya plak aterosklerosis.

Aterosklerosis, atau pengerasan arteri disebabkan karena terlalu banyak kolesterol yang menyumbat arteri dengan simpanan lemak yang disebut plak. Ketika pembuluh darah menjadi tersumbat, serangan jantung dan stroke pun terjadi.

Diabetes melitus adalah sebuah gangguan metabolik dimana penyakit ini menyebabkan sel-sel pasien tidak bisa efisien memanfaatkan gula (karbohidrat), menyebabkan tumpukan glukosa dalam darah.

Sebagian besar, glukosa darah meningkatkan peradangan yang berhubungan dengan aterosklerosis, Pasien diabetes dua kali lebih mungkin untuk mengalami pengerasan arteri.

Pada penelitian lain sebelumnya juga telah menunjukkan bahwa gula darah tinggi memiliki 2 efek pada sel-sel endotelium yang melapisi pembuluh darah sebagai bagian dari atheroslerosis.

– Pertama, meningkatkan produksi radikal bebas, menyebabkan kematian sel dini (apoptosis).
– Kedua, mengurangi ketersediaan nitrat oksida (NO), yang memungkinkan pembuluh darah tidak efektif untuk memperlancar aliran darah.

Peradangan memainkan peran sentral dalam patofisiologi aterosklerosis, mulai dari inisiasi, melalui perkembangan, dan akhirnya mengarah ke komplikasi trombotik aterosklerosis.

Hiperglikemia yang diinduksi disfungsi endotelium, bersama dengan potensi hiperkoagulasi pada diabetes mellitus, mempercepat proses komplikasi atherothrombotik.

Hubungan hipertensi dengan aterosklerosis

Tekanan darah tinggi juga merupakan penyebab utama dari aterosklerosis. Tekanan darah lebih tinggi dari 140/90 pada orang normal non-diabetes, dan 135/80 pada diabetes telah ditemukan beberapa dari mereka:

– 69% menderita serangan jantung
– 77% mendapat serangan stroke
– 74% mereka gagal jantung kongestif

Jika Anda memiliki diabetes tipe 2 dan mengalami tekanan darah tinggi tak terkontrol, Anda akan berisiko pengerasan arteri (aterosklerosis).

Bagaimana tekanan darah tinggi menyebabkan aterosklerosis?

Ketika jantung berdetak, ini berarti jantung mendorong darah melalui arteri di seluruh tubuh Anda.

Tekanan darah tinggi berarti bahwa pada setiap detak jantung, arteri di seluruh tubuh akan membengkak dan lebih lebar dari biasanya.

Seiring perjalanan waktu, peregangan arteri bisa melukai endotelium dan menyebabkan arteri menjadi kaku.

Endotelium yang sehat dan aktif akan mencegah aterosklerosis. Jika endothelium terluka, maka kolesterol akan menumpuk di dinding arteri, akhirnya membentuk plak aterosklerosis.

Plak ini sangat berbahaya dan tiba-tiba bisa pecah, membentuk gumpalan darah yang menghalangi arteri. Hasilnya bisa menjadi serangan jantung atau stroke.

Diabetes melitus lebih berisiko dengan tekanan darah tinggi akibat tumpukan lemak dan glukosa. Selain itu, komplikasi kerusakan saraf sangat mendukung terjadinya tekanan darah tinggi dan aterosklerosis.

Penanganan aterosklerosis

Hiperglikemia atau gula darah tinggi, merupakan kelainan yang paling jelas untuk patologis diabetes tipe 1 dan 2 yang berhujung sindrom metabolik,

Di antara faktor-faktor risiko, peradangan adalah salah satu yang paling diabaikan. Pemahaman tentang peran penting dari peradangan dalam patogenesis aterosklerosis telah membuka peluang untuk masa depan yang lebih baik bagi penanganan aterosklerosis untuk diabetes mellitus.

Perubahan gaya hidup ke lebih baik menentukan keberhasilan dalam mengelola diabetes. Hidup lebih aktif dan gemar olahraga merupakan faktor penghambat munculnya plak aterosklerosis.

Hidup aktif akan melancarkan proses metabolisme lemak dan glukosa yang pada akhirnya mencegah munculnya plak.

Diet sehat seperti menghindari lemak jenuh dan memperbanyak makanan serat akan membantu diabetes mengelola gula darah mereka dan mencegah tumpukan kolesterol.

Yang tak kalah penting adalah menurunkan berat badan jika Anda mempunyai berat berlebih. Ini akan membantu Anda menjadi lebih mudah dalam mengelola diabetes.

HIndari gaya hidup sangat buruk sebagai per0kok dan peminum alk0hol. Nik0tin akan meningkatkan 5 kali risiko aterosklerosis pada diabetes per0kok aktif ketimbang diabetes non-per0kok.

Alk0hol dapat meningkatkan tekanan darah tinggi yang merupakan faktor risiko utama aterosklerosis.

Kunjungi layanan kesehatan terdekat untuk mendapat informasi lebih detail dan akurat tentang diabetes melitus dan aterosklerosis. Dapatkan pendidikan luas dari dokter mengenai diet dan jenis olahraga yang cocok untuk Anda, mereka lebih memahami tentang apa yang terjadi pada tubuh anda. Semoga bermanfaat.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Komplikasi Diabetes #Komplikasi Diabetes Tipe 2