Penyebab DM Tipe 2 Karena Minuman Soda

333 views

Beberapa fakta menunjukan bahwa, penyebab DM tipe 2  dapat terjadi karena gemar minum minuman bersoda.

Apa alasan yang mendasar mengenai ini? Bagaimana minuman soda dapat menyebabkan penyakit diabetes melitus?

Pertanyaan tersebut telah dibuktikan dari jawaban oleh beberapa penelitian.

Hubungan DM tipe 2 dengan minuman soda

Minuman bersoda telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kenaikan berat badan dan mendapatkan risiko diabetes tipe 2. Para peminum diet soda telah dikaitkan dengan peningkatan lemak di lingkar perut, (jenis lemak yang sering dikaitkan dengan sindrom metabolik dan diabetes tipe 2).

Hasil dari San Antonio Longitudinal Study of Aging, yang dipresentasikan pada pertemuan Juni dalam American Diabetes Association, terkait konsumsi soda dengan meningkatnya lingkar pinggang.

Dari seluruh koresponden, para peminum soda mengalami peningkatan lemak di pinggang sekitar 70%. Penelitian ini memperluas temuan penelitian sebelumnya oleh penulis yang sama pada tahun 2008 di mana mereka yg mengkonsumsi lebih dari 21 kali minum soda selama seminggu dikaitkan dengan hampir dua kali lipat risiko menjadi kelebihan berat badan.

Keterkaitan antara soda dan diabetes tipe 2 adalah kenaikan BMI (indikator tingkat obesitas) dan asupan kalori. Temuan ini juga telah menunjukkan bahwa minuman soda memunculkan faktor-faktor lain, seperti lonjakan darah.

Minuman soda dapat menyebabkan DM tipe 2 non-obesitas

Sebuah penelitian telah menemukan adanya peningkatan risiko diabetes ( meskipun kecil ) pada orang yang gemar mengkonsumsi minuman soda manis meski tubuh mereka langsing.

Sejak dahulu, para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa konsumsi minuman mengandung pemanis dikaitkan dengan risiko diabetes.

Minuman manis diasumsikan dengan risiko obesitas kemudian menunjukkan gejala sindrom metabolik – sekelompok gejala, termasuk obesitas sentral, terkait dengan diabetes dan penyakit kardiovaskular.

Kemudian, penelitian terbaru menambahkan bukti lebih lanjut bahwa minuman soda manis berhubungan dengan meningkatnya risiko diabetes tipe 2, bahkan pada orang non-obesitas, Mereka terkait dengan puluhan ribu kematian di seluruh dunia akibat diabetes tipe 2, penyakit jantung dan kanker.

Para peneliti sepakat, kandungan pemanis buatan yang tinggi menyebabkan lonjakan kadar gula darah dan diyakini berkontribusi pada perkembangan resistensi insulin.

Dalam rangka untuk melihat apakah ada hubungan antara minuman dan diabetes, para peneliti melakukan meta-analisis dari 17 studi observasional.

Hasil penelitian menunjukkan tingkat signifikan lebih tinggi dari tipe 2 diabetes antara orang-orang yang secara teratur mengkonsumsi minuman soda mengandung pemanis.

Temuan juga memberi hasil bahwa beberapa orang yang minum jus buah atau minuman instan mengandung pemanis buatan, mereka berisiko penyakit meskipun bukti dan fakta masih lemah.

Meskipun dikategorikan lemah, namun studi ini cocok dalam upaya kesehatan global untuk membuat orang mengurangi konsumsi minuman mengandung pemanis, terutama minuman manis berkarbonasi seperti soda.

Pada bulan Juni, peringatan serupa juga dikeluarkan dalam sebuah makalah yang ditulis oleh para peneliti dari Tufts University dan dipublikasikan dalam jurnal Circulation menyimpulkan, berdasarkan survei konsumsi gula di seluruh dunia, bahwa minuman manis membunuh hampir 200.000 orang per tahun: 6450 dari kanker, 45.000 dari penyakit kardiovaskular dan 133.000 dari diabetes.

Penulis senior Dariush Mozaffarian mengatakan bahwa tidak ada manfaat kesehatan dari minuman mengandung pemanis buatan, dan dampak potensial dari mengurangi konsumsi minuman tersebut adalah menyelamatkan puluhan ribu kematian setiap tahun.

Alasdair Rankin, direktur penelitian di Diabetes UK, mengatakan, “Kami menyarankan orang untuk membatasi jumlah minuman manis, meskipun sebagai bagian dari diet sehat.

Tujuan utama untuk mengurangi risiko diabetes tipe 2. Ada bukti yang sangat kuat bahwa diet yang sehat, dibarengi oleh aktivitas fisik secara teratur, semua itu dapat membantu menjaga berat badan yang sehat dan membantu mencegah diabetes tipe 2.

Aspartam dan diabetes

Ternyata, kandungan dari minuman soda yg menyebabkan risiko diabetes. Salah satu bahan dalam beberapa diet soda, adalah asp4rtam, telah terbukti dimetabolisme hati dan berpotensi menyebabkan produksi insulin meningkat terlalu banyak.

Asp4rtame adalah protein yang berasal dari fenilalanin dan asam aspartat, dua protein yang bila dikombinasikan akan menyebabkan rasa manis. Diet soda mengandung rasa manis, merubah Anda menjadi ngidam (ketagihan).

Oleh karena itu, mengkonsumsi lebih banyak minuman soda akan mendorong kita untuk mengkonsumsi lebih banyak kalori, ini kalori yg tidak sehat. Selain itu, soda akan meningkatkan RASA LAPAR sehingga ANda akan cenderung makan lebih banyak.

Namun, jika Anda minum air segar, maka Anda akan cenderung makan yg lebih sedikit. Hal ini menjadi alasan ke dua mengapa minuman diet soda justru menyebabkan kenaikan berat badan akibat tumpukan lemak dan kelebihan kalori tak sehat.

Juga selain itu, minuman soda yang bersifat asam dan umumnya tidak bagus untuk perut, terutama jika Anda menderita refluks. Dan tak kalah penting, minuman soda juga memiliki cukup banyak kafein, yang dapat meningkatkan tekanan darah dan menyebabkan gangguan tidur.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya