Penyebab DM tipe 2 Karena Makanan Cepat Saji

333 views

Ternyata, DM tipe 2 dapat terjadi karena makanan cepat saji. Makanan cepat saji diistilahkan sebagai junk foods. Bagaimana makanan ini bisa menyebabkan diabetes?

Jawaban paling mudah adalah bahwa mengonsumsi gula dan lemak berlebihan dalam makanan cepat saji dapat menyebabkan peningkatan berat badan, sehingga dikaitkan dengan resistensi insulin.

Makanan cepat saji atau junk food biasanya tinggi kalori. Selain itu, makanan ini cenderung memiliki sedikit vitamin dan mineral, dan rendah serat. Makanan cepat saji sering mengandung sejumlah besar gula tambahan, juga tinggi lemak jenuh dan lemak trans.

Pengaruh lemak pada penyebab DM tipe 2

Sebuah penelitian telah membuktikan bahwa lemak jenuh dan lemak trans, ditemukan dalam makanan cepat saji, tipe lemak ini terkait dengan peningkatan resistensi insulin.

Sebuah studi yang didanai oleh NHLBI menemukan bahwa orang-orang yang gemar makan di restoran cepat saji selama dua kali seminggu, memiliki risiko dua kali lipat terkena resistensi insulin ketimbang mereka yang makan di restoran cepat saji hanya sekali seminggu.

Salah satu faktor risiko untuk mengembangkan diabetes tipe 2 adalah kelebihan berat badan. Ketika Anda membawa terlalu banyak berat badan, terutama lemak di sekitar pinggang Anda, sel-sel tubuh Anda dapat menjadi resisten terhadap insulin.

Lemak menumpuk dipinggang menghasilkan suatu hormon yang disebut adipositokin. Hormon adipositokin adalah hormon yang mengganggu kerja insulin sehingga sel-sel tubuh tidak bisa menggunakan insulin dengan efektif.

Karena sel-sel tidak dapat menggunakan insulin, otak memberi sinyal kepada pankreas untuk memproduksi banyak insulin. Seiring waktu berlalu, akhirnya pankreas tidak dapat memproduksi insulin yang cukup untuk membantu tubuh menggunakan glukosa dan lemak, dan Anda akan mengembangkan penyakit diabetes melitus tipe 2.

Kandungan makanan cepat saji dan pengaruhnya terhadap kesehatan

Berikut ini adalah kandungan makanan cepat saji secara umum yang akan ditemukan di antaranya adalah :

– Sangat tinggi kalori
– Rendah gizi
– Rendah serat
– Tinggi lemak, gula dan garam
– Mungkin termasuk aditif seperti monosodium glutamat (MSG)
– Tinggi lemak trans
– Mengandung daging olahan plus pengawet seperti nitrit/nitrat

Berikut uraian singkat tentang pengaruh makanan cepat saji terhadap kesehatan

1. Makanan cepat saji meningkatkan risiko obesitas

Seperti dijelaskan di atas, makanan cepat saji sering kaya lemak, garam, gula dan mungkin termasuk bahan kimia tambahan seperti MSG. Unsur-unsur merupakan penguat rasa makanan tetapi memunculkan efek samping meliputi peningkatan kalori dan obesitas

Obesitas dan malnutrisi dapat hidup berdampingan dan harus diakui bahwa ketergantungan pada makanan cepat saji bisa mempromosikan gizi buruk dan obesitas.

2. Makanan cepat saji meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

Penelitian menunjukkan bahwa makanan cepat saji mempromosikan resistensi insulin , yang dapat menyebabkan diabetes tipe 2, serta berat badan. Resistensi insulin juga dikaitkan obesitas, penyakit jantung , stroke dan kanker .

Sebuah studi yang diterbitkan pada tahun 2005 menunjukkan bahwa orang yang makan di restoran cepat saji lebih dari dua kali seminggu memiliki kenaikan berat badan secara signifikan dan memiliki dua kali resistensi insulin daripada mereka yang makan di restoran cepat saji kurang dari sekali seminggu.

3. Adiktif pada makanan cepat saji meningkatkan efek ketergantungan

Sifat adiktif dari makanan cepat saji banyak dilaporkan dalam berbagai penelitian. Salah satu studi tersebut dilakukan oleh The Scripps Research Institute yg diterbitkan pada bulan Maret 2010 di jurnal Nature Neuroscience, menunjukkan bahwa makanan cepat saji merangsang otak untuk memiliki sifat ketergantungan pada makanan.

Sikap bijak dalam menanggapi makanan cepat saji

Meskipun setiap orang dapat mengembangkan diabetes tipe 2, diabetes tipe ini sering disebabkan oleh pilihan gaya hidup yang buruk, seperti kelebihan berat badan atau tidak aktif secara fisik.

Mengontrol diet Anda dengan menghindari atau memilih makanan yg tepat saat di restoran memainkan peran besar dalam membantu kontrol kadar gula darah dan kolesterol Anda

Ada banyak alasan mengapa kita butuh makanan di restoran cepat saji, misalnya karena ditekan waktu bekerja atau takut terlambat sehingga makanan cepat saji mungkin pilihan paling nyaman.

Jika Anda mengunjungi sebuah restoran cepat saji, kuncinya adalah mengetahui makanan apa yang tepat untuk Anda pesan untuk mendapatkan nutrisi tanpa membahayakan kesehatan Anda.

Bagaimana pasien DM menyikapi makanan cepat saji

Akal sehat mengatakan bahwa daftar makanan cepat saji tidak mungkin berada di daftar makanan yang dianjurkan bagi penderita diabetes.

Sarapan dari makanan cepat saji dapat menempatkan Anda pada harian untuk lemak, kolesterol, dan karbohidrat. Namun demikian, pilihan yang lebih baik adalah membuat rencana bagaimana Anda mendapatkan nutrisi yang Anda butuhkan secara tidak berlebihan.

Sekarang, banyak rantai makanan dari restoran cepat saji yg memiliki fitur pilihan makanan lebih sehat, tentu saja anda bisa memilih beberapa restoran yang menyajikan makanan untuk diet.

Jika memungkinkan, melihat menu ketika Anda memesan makanan, atau jangan segan menanyakan beberapa informasi gizi pada pelayan restoran. Dengan cara ini, Anda akan memiliki lebih banyak waktu untuk membuat pilihan yang lebih sehat. Beberapa restoran memberikan informasi nutrisi untuk makanan mereka di Internet.

Tips memilih makanan cepat saji

Cobalah tips ketika memesan makanan cepat saji di restoran:

– Memesan burger, pilih burger ayam, kalkun, bukan burger daging sapi.
– Hindari daging goreng dan ikan goreng. Sebagai gantinya, pilih daging panggang atau kukus
– Pilih topping untuk sayuran seperti irisan tomat dan selada. Tinggalkan saus tinggi lemak, dressing, dan mayones.
– Hindari sandwich dan es krim.

Berbekal informasi yang cukup, Anda akan dapat membuat pilihan yang lebih baik dan mengambil keuntungan dari makanan cepat saji tanpa mengabaikan kesehatan Anda.

Perlu diingat bahwa Anda tidak harus memesan makan dengan porsi penuh dari setiap makanan.

Namun, mengurangi ukuran porsi bisa membuat kerugian besar dalam asupan kalori harian Anda. Oleh sebab itu, buatlah pilihan menu pesanan dengan mengetahui nilai kalori pada setiap makanan.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya