Diabetes Tipe 2 Karena Induksi Obat

377 views

Penyebab DM Tipe 2 Karena Induksi Obat. DM tipe 2 dapat disebabkan oleh efek samping obat-obatan tertentu. Beberapa obat disinyalir telah meningkatkan kadar glukosa darah yang menyebabkan perkembangan diabetes.

Dalam beberapa kasus, munculnya perkembangan penyakit diabetes mungkin bisa dicegah dan disembuhkan jika penggunaan obat dihentikan, tetapi dalam kasus lain diabetes karena induksi obat mungkin permanen.

Diabetes karena induksi obat adalah salah satu bentuk dari diabetes sekunder, artinya seseorang telah didiagnosis diabetes akibat konsekuensi dari penggunaan obat yg digunakan untuk pengobatan penyakit kesehatan lain seperti pengobatan hipertensi, lupus, ginjal, penyakit jantung, dll.

Mekanisme cara kerja insulin dan efek samping obat terhadap diabetes

Untuk memahami bagaimana reaksi obat-obatan dapat meningkatkan kadar glukosa darah, maka perlu memahami bagaimana cara kerja insulin (hormon yang bertanggung jawab untuk menurunkan glukosa darah) bekerja dalam tubuh.

Insulin dilepaskan dari sel-sel beta pankreas ketika meningkatnya kadar glukosa dalam aliran darah setelah Anda makan. Sekresi insulin terjadi dalam dua tahap: tahap pertama adalah cepat dan tahap kedua adalah bertahap. Kedua fase ini tergantung pada tingkat kalium dan kalsium di pankreas.

Insulin bekerja pada tiga organ utama: hati, otot, dan jaringan lemak.

– Dalam organ hati, insulin meningkatkan penyerapan glukosa dan mencegah hati dari pembentukan glukosa baru. Tujuannya adalah untuk mempertahankan kadar glukosa puasa.

– Di otot dan jaringan lemak, insulin membantu penyerapan glukosa oleh otot dan jaringan lemak, dan juga mencegah aliran metabolit glukosa (hasil produk metabolisme) dari jaringan tersebut kembali ke hati. Insulin melakukan pekerjaan ini berinteraksi dengan sebuah pintu yang disebut reseptor insulin.

Setelah insulin berjalan dari pankreas melalui aliran darah menuju ke sel target, ia mengikat reseptor di luar sel dan membuat sinyal di dalam sel.

Sinyal ini merupakan tindakan akhir dari insulin, termasuk meningkatkan transportasi jumlah protein glukosa (protein yang membantu membawa glukosa ke dalam sel, sehingga menurunkan gula darah). Selain itu juga membantu memecah dan mengefektifkan penggunaan glukosa.

Nah, proses transportasi protein glukosa ini sangat tergantung pada kalium, dan apabila terjadi pengurangan tingkat kalium dalam darah akan mengganggu proses transportasi glukosa ke dalam sel, serta menghambat sekresi insulin di pankreas, sehingga glukosa darah yang lebih tinggi.

Dan, apa pun yang mengganggu pengiriman glukosa ke jaringan tubuh akan cenderung untuk menaikkan glukosa darah.

Jadi, mungkin Anda butuh makanan yang mengandung banyak kalium, yaitu makanan yang meningkatkan efektifitas kerja insulin seperti : pisang dan alpukat.

Lalu, bagaimana obat-obatan tertentu bisa mempengaruhi kerja insulin dan meningkatkan gula darah yang memicu DM tipe 2 ?

Seperti penjelasan diatas, diabetes mellitus dapat terjadi karena induksi obat, dimana beberapa obat-obatan dapat merangsang produksi glukosa di hati, sedangkan hati itu sendiri dapat menghasilkan glukosa.

Tentu saja juga merangsang pankreas untuk memproduksi insulin jumlah banyak untuk menanggapi glukosa berlebihan dari hati.

Obat-obatan yang menyebabkan DM tipe 2

Beberapa obat-obatan telah dikaitkan dengan penyebab diabetes tipe 2 atau membuat kontrol glukosa darah yang buruk. Berikut adalah beberapa obat digunakan secara luas yang telah dipelajari secara ekstensif yang terkait dengan peningkatan glukosa darah.

1. Gluk0kort1koid (GK)

Salah satu obat yang telah terbukti meningkatkan kadar glukosa adalah GK. Ini termasuk obat-obatan seperti pr3dnis0n, deks4met4son, dan tri4mcin0lon3. Obat ini disebut GK karena mereka memiliki efek buruk pada metabolisme karbohidrat.

Obat ini memiliki efek anti-inflamasi yang sangat kuat dan biasanya digunakan untuk pengurangan substansial dalam peradangan, seperti rheumatoid arthritis, asma berat, atau penyakit inflamasi usus.

GK melawan efek dari insulin pada hati dan merangsang produksi glukosa. Mereka juga memblokir masuknya glukosa ke dalam otot dan jaringan lemak dengan mencegah transportasi protein glukosa untuk mencapai membran sel.

2. Diuretik thiazide ( DT )

DT adalah obat untuk tekanan darah tinggi, meskipun tekanan darah tinggi itu sendiri merupakan faktor signifikan untuk diabetes tipe 2.

DT dapat menghalangi reabsorpsi natrium di ginjal. Akibatnya, banyak kalium larut dalam urin. Hal ini menyebabkan tingkat kalium dalam darah menjadi berkurang, kondisi yang dikenal sebagai hipokalemia.

Seperti penjelasan diatas, kadar kalium yang terkait erat dengan sekresi insulin dan transportasi glukosa ke dalam otot dan jaringan lemak.

3. Beta-bl0cker (BB)

BB adalah obat penurun tekanan darah yang telah terlibat dalam patofisiologi diabetes melitus. BB dapat menyebabkan 2 masalah yaitu glukosa darah rendah, dan glukosa darah tinggi.

BB menyebabkan dua masalah ini dengan cara berbeda. BB dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk mengenali dan menanggapi glukosa darah yang rendah, terutama dengan denyut jantung lambat, yang dapat meredam gejala hipoglikemia .

Tidak cuma menghambat pelepasan glukosa dari hati. Tapi BB juga memblokir pelepasan insulin dimana membuat sinyal ke syaraf pankreas untuk menurunkan tingkat insulin bahkan ketika glukosa darah tinggi.

Beberapa studi telah menunjukkan bahwa kombinasi BB dan DT dapat meningkatan risiko pengembangan diabetes pada sekitar 20%.

Institut Nasional untuk Kesehatan dan Clinical Excellence di Inggris telah menempatkan kehati-hatian dan pembatasan terhadap penggunaan gabungan dari BB dan DT untuk faktor risiko diabetes semisal sejarah medis keluarga, gangguan toleransi glukosa, atau obesitas.

4. Asam nik0tinat. (AN)

AN atau niacin merupakan vitamin B yang biasa digunakan untuk menurunkan lipid darah (lemak), yaitu mengurangi low-density lipoprotein (LDL, atau kolesterol buruk) dan trigliserida serta meningkatkan high-density lipoprotein (kolesterol baik).

Kombinasi kolesterol LDL dan trigliserida merupakan profil lipid umum pada orang dengan diabetes.

Obat ini memiliki banyak efek samping, salah satunya adalah memburuknya kontrol glukosa darah. Akan tetapi, efek samping penggunaan niacin terhadap glukosa darah tidak banyak ketimbang efek samping dari penggunaan DT dan BB

5. Obat anti-psikotik ( AP)

AP adalah obat yang digunakan untuk mengobati kondisi kejiwaan berat seperti skiz0fr3nia. Beberapa risiko ini mungkin karena sejarah keluarga, pola makan yang buruk, dan kurangnya aktivitas fisik.

Tapi bukti terbaru menunjukkan bahwa beberapa obat yang digunakan untuk mengobati skiz0freni4 dapat meningkatkan risiko diabetes.

Sebuah pernyataan konsensus dari ADA dan Asosiasi Psikiatri Amerika mengakui bahwa obat AP, ol4nz4pine tertentu dan cl0zapin3, dapat meningkatkan glukosa darah, menyebabkan kenaikan berat badan, dan meningkatkan lipid darah.

Obat ini juga meningkatkan risiko untuk ketoasidosis diabetes. Beberapa hipotesis telah diusulkan mengenai bagaimana obat ini dapat menyebabkan diabetes, dari mulai memicu kenaikan berat badan hingga merusak sekresi insulin.

6. Statin (ST)

ST adalah obat untuk menurunkan kolesterol yang telah diresepkan secara luas dan diperkenalkan pada tahun 2003.

Pada tahun 2011, sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal medis JAMA menunjukkan keterkaitan antara dosis yang lebih tinggi dari ST dan risiko tinggi dari diabetes tipe 2.

Pada tahun 2012, Administrasi Makanan dan Obat Amerika Serikat memperingatkan bahwa dosis ST perlu dipertmbangkan karena efek samping pada risiko kenaikan kadar glukosa darah dan memicu masalah memori otak akibat penggunaan obat. ST mirip dengan niacin.

Bagaimana menyikapi dan menangani masalah ini

Ada banyak daftar obat yang berhubungan dengan diabetes tipe 2, tetapi bukti untuk masing-masing belum terlalu kuat, atau juga obat-obatan tersebut sangat jarang digunakan.

Catatan penting bahwa masih ada keseimbangan antara manfaat obat dan efek samping yang ditimbulkan.

GK dapat menghentikan proses inflamasi seperti asma, dan DT telah terbukti sangat sukses dalam mengurangi tekanan darah tinggi dan komplikasinya, BB yang melindungi terhadap serangan jantung, ni4cin bisa mengurangi penyakit arteri koroner, dan obat AP dapat membuat perbedaan antara berhalusinasi dan realitas.

Jika Anda menduga bahwa kontrol glukosa darah Anda terpengaruh oleh obat yang Anda makan, sebaiknya berbicara dengan penyedia layanan kesehatan sebelum melakukan perubahan.

Mungkin ada manfaat secara keseluruhan yang bisa diambil dimana beberapa obat hanya sedikit meningkatkan glukosa darah, atau mungkin bisa diganti.

Sayangnya, tidak ada obat-obatan tanpa efek samping. Tapi dengan mengetahui setiap efek samping obat, Anda dapat mendiskusikan dengan penyedia layanan kesehatan Anda tentang efek samping yang spesifik dan manfaat-manfaat dari obat yang diresepkan.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya