Penyebab DM Tipe 2 Karena Gangguan Tidur

332 views

Diabetes tipe 2 terjadi Karena Gangguan Tidur (OSA).

Apa itu gangguan tidur OSA?

OSA (Obstructive Sleep Apnea) adalah gangguan tidur di mana orang mengalami jeda nafas selama satu menit atau lebih, tidur mendengkur, dan bangun tidur dengan nafas terengah-engah yang menyebabkan kurang tidur dan kelelahan kronis.

Banyak penelitian menyimpulkan, DM tipe 2  dapat terjadi karena OSA parah. Bagaimana OSA mempengaruhi diabetes melitus?

Hubungan gangguan tidur dengan DM tipe 2

Gangguan tidur OSA dengan DM tipe 2  terkait obesitas. Orang dengan obesitas dapat memunculkan resistensi insulin, dan memiliki sejumlah besar lemak visceral (lemak di dalam tubuh yang mengelilingi organ jantung, ginjal, hati).

Lemak juga tumbuh di jaringan leher dan tenggorokan sehingga menyumbat saluran napas Anda.

OSA juga dapat meningkatkan kadar gula darah karena kondisi stres yang terkait dengan kurang tidur kronis dan terbangun tiba-tiba di malam hari.

Ketika Anda stres, tubuh akan melepaskan hormon stres yang dapat mengganggu metabolisme glukosa dalam hati Anda.

Seiring waktu, peningkatan kadar gula darah dapat berkontribusi untuk resistensi insulin, kemudian mengembangkan diabetes melitus tipe 2.

Untuk membuktikan, apakah gangguan tidur menyebabkan diabetes mellitus, sebuah penelitian dari University of Toronto mengumpulkan koresponden sejumlah 8.600 orang dewasa yang diduga menderita OSA.

Tingkat keparahan OSA setiap orang dievaluasi menggunakan pengukuran yang dikenal sebagai Apnea Hypoapnea Index (AHI), yang menunjukkan berapa kali seseorang berhenti bernapas setiap jam.

Selama periode penelitian 1994 hingga 2010, sekitar 11,7% dari peserta OSA mengembangkan diabetes tipe 2. Beberapa orang mengembangkan diabetes berdasar faktor risiko seperti usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh, lingkar leher, status riwayat mer0kok.

Orang dengan OSA parah memiliki risiko 30% lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan orang tanpa OSA.

Dan, orang-orang dengan OSA ringan atau sedang ditemukan memiliki peningkatan risiko 23% untuk mengembangkan diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang tanpa OSA.

Faktor risiko tambahan untuk diabetes dari orang-orang memiliki gangguan tidur termasuk kadar oksigen yang rendah dalam darah, kurang tidur, dan aktivasi sistem saraf yang ditunjukkan dengan peningkatan denyut jantung.

Ciri-ciri dan gejala OSA

Sleep apnea adalah gangguan tidur yang ditandai ciri-ciri seperti jeda dalam bernapas, mendengkur, bangun tidur dengan nafas terengah-engah. Mereka menjadi kurang tidur dan kelelahan kronis.

Gejala umum OSA termasuk

– Mendengkur keras
– Sakit kepala di pagi hari
– Kelelahan di siang hari
– Terbangun di tengah malam dengan sesak napas
– Sakit tenggorokan atau mulut kering di pagi hari ketika Anda bangun
– Sulit konsentrasi
– Kesulitan untuk tidur di malam hari

Penyebab gangguan tidur OSA

Siapapun bisa mendapatkan sleep apnea (gangguan tidur), jika Anda memiliki faktor risiko OSA sebagai berikut

– Kelebihan berat badan
– Memiliki riwayat medis keluarga dengan sleep apnea
– Memiliki leher yang tebal tetapi saluran udara yang lebih kecil
– Usia lebih dari 60
– Sering mengalami hidung tersumbat atau alergi
– Anda per0kok berat, atau suka minum mengandung alk0hol, atau menggunakan sering menggunakan obat penenang/obat tidur.
– Anda mempunyai riwayat tekanan darah tinggi

Jika Anda berpikir memiliki kondisi tersebut, penting untuk memberitahu dokter. Dokter mungkin merekomendasikan sebuah diagnosa OSA.

Diagnosa dan cara uji gangguan tidur OSA

Apakah Anda memiliki gangguan tidur? Untuk menentukan apakah Anda menderita OSA, maka perlu uji tanya jawab berikut. Jika Anda menjawab ya untuk dua atau lebih dari setiap pertanyaan, segera kunjungi dokter

1. Apakah Anda suka tidur mendengkur yang keras, hingga suara terdengar dari luar meskipun pintu ditutup ?
2. Apakah Anda sering mengalami kelelahan kronis di siang hari, meskipun tanpa aktifitas.
3. Apakah Anda pernah tertidur ketika melakukan aktifitas, bahkan saat mengemudikan mobil ?
4. Apakah Anda sering mengalami tindihan? Tindihan adalah gangguan tidur yang sering membuat jeda nafas, dan bangun dengan nafas terengah-engah.
5. Apakah Anda memiliki, atau Anda sedang dirawat karena tekanan darah tinggi?

Jika Anda menjawab ya untuk dua atau lebih dari pertanyaan-pertanyaan ini, maka segera kunjungi dokter untuk mendiagnosis, apakah Anda positif menderita OSA.

Biasanya, dokter melakukan sebuah penelitian tidur, yang disebut polisomnografi, yang akan menentukan seberapa baik Anda tidur, dan berapa lama anda bisa tidur nyenyak.

Cara lain untuk mendiagnosis sleep apnea adalah dengan menggunakan perangkat rawat jalan yang disebut oksimeter pulsa, dimana dokter memberikan resep untuk Anda gunakan di rumah.

Evaluasi uji OSA di rumah lebih murah daripada pergi ke laboratorium, tapi hasilnya mungkin kurang akurat.

Tips mengatasi gangguan tidur akibat OSA

Tidur dapat mempengaruhi kadar gula darah Anda, dan kontrol glukosa darah buruk juga dapat mempengaruhi kualitas tidur Anda. Kelesuan dan insomnia, keduanya memiliki akar dalam kontrol gula darah dan dapat mengembangkan diabetes tipe 2.

Berikut ini adalah tips untuk tidur nyenyak yang lebih baik:

– Menjaga glukosa darah Anda di bawah kontrol
– Pastikan tempat tidur Anda besar dan cukup nyaman. Usahakan bantal pada ketinggian yang nyaman
– Pastikan kamar Anda dingin (sekitar 18 derajat celcius) dengan berventilasi lancar.
– Pastikan kamar Anda gelap dan bebas dari kebisingan – jika mungkin, gunakan penutup mata atau telinga.
– Olahraga secara teratur dan berkala
– Latih disiplin waktu tidur dengan membuat jadwal tidur harian
– Turunkan berat badan.
– Tingkatkan makanan banyak zat besi. Kekurangan zat besi dapat menyebabkan sindrom kaki gelisah,
– Stop mer0kok: R0kok dapat memicu sindrom kaki gelisah,
– Jangan menggunakan obat tidur
– Hindari stimulan: Minum kafein, berolahraga, mer0kok, melakukan pekerjaan rumah tangga, atau bekerja terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat Anda lebih sulit untuk tertidur.
– Jangan main komputer atau hape ketika Anda akan pergi tidur. Pikiran Anda akan terganggu. Anda mendapatkan kecemasan.
– Mematikan lampu. Cahaya lampu memberi tahu otak Anda bahwa itu siang hari meskipun otak sadar mengatakan itu malam hari.

Terakhir, jika Anda mengalami gangguan tidur, pastikan untuk mengonsultasikan semua keluhan kepada dokter Anda.

Mungkin Anda akan diberi tips yang lebih baik dan pengobatan untuk menangani kasus gangguan tidur Anda agar tidak berkembang menjadi diabetes tipe 2.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya