Komplikasi Diabetes Dengan Hipotensi Postural

432 views

Apa hubungan diabetes dan tekanan darah rendah? Bagaimana diabetes menyebabkan tekanan darah rendah? Penyakit DM tipe 1 dapat menyebabkan komplikasi tekanan darah rendah yang disebut hipotensi postural.

Apa itu hipotensi postural?

Hipotensi postural adalah penurunan tekanan darah sistolik (angka/nomor atas dalam pembacaan tekanan darah) secara mendadak sekitar 20 mmHg atau lebih setelah posisi tubuh Anda berubah, biasanya setelah berubah gerak dari berbaring ke berdiri.

Hipotensi postural dapat mengurangi aliran darah ke otak Anda, menyebabkan pusing hingga kehilangan kesadaran dan jatuh pingsan.

Membaca tekanan darah

Tekanan darah rendah secara umum didefinisikan sebagai tekanan darah yang kurang dari 90/60. Jika tekanan darah Anda cenderung untuk dibawah ukuran tersebut meski tanpa gejala, maka ada kemungkinan yang tidak beres dan merupakan sebuah sinyal bahwa ada sesuatu yang salah.

– Angka pertama atas (90) disebut tekanan sistolik; artinya menunjukkan tekanan darah di arteri yang dipacu melalui detak jantung Anda, dan juga saat jantung mengisi arteri dengan darah.

– Angka kedua bawah (60) disebut tekanan diastolik, adalah tekanan darah di arteri yg dipacu antara detak jantung, atau tekanan darah di arteri ketika jeda pada setiap detak jantung. Saat ini, jantung mengisi dirinya dengan darah untuk mempersiapkan kontraksi berikutnya, yaitu pemompaan untuk mengisi darah ke arteri

Jadi, hipotensi postural terjadi ketika tekanan sistolik berubah dari 90 ke 70 atau turun lebih secara mendadak akibat anda berubah posisi.

Orang yang sehat harus mendapatkan pemeriksaan tekanan darah selama beberapa kali dalam setahun, tetapi penderita diabetes harus lebih waspada.

Pemeriksaan tekanan darah diabetes harus dilakukan pemantauan diri di rumah, merekam pembacaan, dan mengonsultasikan setiap perubahan dengan dokter.

Hubungan diabetes dan tekanan darah rendah

Ketika Anda berdiri dari berbaring atau duduk, terjadi perubahan tekanan darah di kaki yang menyebabkan tekanan darah menurun karena sedikit darah beredar kembali ke jantung untuk memompa.

Secara alamiah, tubuh melawan kondisi ini dengan meningkatkan denyut jantung sehingga lebih banyak darah dipompa ke seluruh tubuh untuk membantu menstabilkan tekanan darah.

Hubungan diabetes tipe 1 dengan hipotensi postural terjadi disebabkan karena Anda mengalami komplikasi diabetes neuropati otonom, yaitu kerusakan saraf pengendali tekanan darah mencegah tubuh beradaptasi terhadap perubahan posisi/sikap yang mengakibatkan penurunan tekanan darah secara mendadak ketika Anda berdiri dari berbaring atau duduk.

Hipotensi postural juga dapat disebabkan karena dehidrasi, yang merupakan masalah umum untuk orang dengan diabetes tak terkontrol akibat dari sering buang air kecil.

Faktor risiko penyebab hipotensi postural

Hipotensi postural bisa disebabkan beberapa kondisi berikut:

– Anemia. Volume darah mempengaruhi tekanan darah
– Masalah jantung, terutama katup jantung, dan serangan jantung dapat menurunkan tekanan darah.
– Hipovolemia (darah kehilangan cairan)
– Neuropati perifer/otonom
– Ada riwayat penyakit parkinson
– Obat-obatan seperti antidepresan, diur3tik, dan atau obat-obatan yang mengurangi tekanan darah atau menyebabkan hipovolemia.
– Faktor usia, orang dewasa di atas usia 65
– Kehamilan. Sistem peredaran darah seorang wanita memperluas selama kehamilan, yang dapat menyebabkan tekanan darah rendah.
– Istirahat terlalu lama. Hal ini dapat memicu hipotensi ortostatik.
– Dehidrasi. Dehidrasi mengurangi volume darah, sehingga menurunkan tekanan darah.
– Masalah endokrin. Penyakit tiroid, penyakit Addison, glukosa darah yang rendah, dan kerusakan saraf akibat diabetes dapat menurunkan tekanan darah.
– Infeksi berat. Jika infeksi memasuki aliran darah, hal ini dapat menyebabkan penurunan tekanan darah yang disebut syok septik.
– Reaksi alergi. Reaksi alergi terhadap obat-obatan, makanan, atau sengatan lebah dapat menyebabkan penurunan tekanan darah dan kesulitan bernapas, gatal-gatal. Kondisi ini disebut syok anafilaksis.
– Obat-obatan. Beberapa obat dapat menyebabkan tekanan darah turun terlalu rendah. Ini termasuk diur3tik, beta blockers dan propr4n0lol.
– Kekurangan vitamin B12 dan asam folat. Kurangnya vitamin dan folat dapat menyebabkan anemia, yang, pada gilirannya, dapat menyebabkan tekanan darah rendah.

Apa gejala tekanan darah rendah postural?

Gejala-gejala hipotensi postural dapat bervariasi, namun gejala ringan secara umum termasuk:

– Pusing
– Kebingungan
– Kelelahan dan keletihan yg umum
– Mual dan muntah
– Denyut jantung cepat, atau tidak teratur (palpitasi)
– Penglihatan kabur
– Kurang konsenterasi
– Kulit terasa dingin dan lembab dan dingin

Sedangkan gejala hipotensi postural yg lebih berat disebabkan oleh berkurangnya pasokan darah ke otak dan organ lainnya meliputi:

– Nyeri dada (angina)
– Nyeri di punggung bawah, leher atau bahu
– Pingsan
– Depresi
– Dehidrasi

Ada beberapa gejala tambahan seperti timbulnya flu atau sakit perut dalam cuaca panas. Atau, mungkin Anda merasa pusing saat duduk di bak mandi dengan air panas. Ini mungkin bukan tanda-tanda masalah medis yang serius. Tapi jika gejala ini terjadi dan sering muncul, penting untuk segera mengonsultasikan pada ahli medis.

Pengobatan tekanan darah rendah postural

Kadang-kadang tekanan darah rendah yang ringan tidak perlu diobati. Namun jika kondisi mengarah ke hipotensi postural, maka Anda harus segera mengobati penyebab yang mendasari atau mungkin mengubah jenis obat yang Anda ambil.

Pengobatan lain untuk tekanan darah rendah termasuk:

– Minum lebih banyak cairan
– Menambahkan garam untuk diet Anda
– Jangan minum alk0hol
– Mengambil obat-obatan tertentu, seperti fludr0cort1son3 atau mid0drin3.
– Pelan-pelan ketika Anda berubah posisi
– Makan banyak sayuran dan buah yang mengandung banyak zat besi, kalium, folat dll.
– Monitoring tekanan darah

Ini juga merupakan ide yang baik untuk membeli monitor tekanan darah di rumah sehingga Anda dapat memeriksa tekanan darah Anda secara teratur, dan terutama ketika Anda mendapatkan gejala hipotensi postural..

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Hipotensi #Komplikasi Diabetes #Komplikasi Diabetes Tipe 1 #Komplikasi Diabetes Tipe 2