Cari Tahu, Kenapa Ibu Hamil Bisa Terkena Diabetes?

366 views

Kenapa Ibu Hamil Bisa Terkena Diabetes? Bagaimana cara mengetahui bahwa saya terkena diabetes? Bagaimana cara mengetahui ibu hamil dengan diabetes Gestasional? Gestational diabetes biasanya tidak memunculkan ciri-ciri atau tanda-tanda seperti pada diabetes melitus tipe 1 atau 2.

Inilah sebabnya mengapa diagnosis diabetes gestasional dengan tes skrining sangat penting untuk mengetahui positif atau tidaknya gejala. Sangat jarang ditemukan gejala semisal peningkatan rasa haus atau peningkatan frekuensi urine pada calon pasien.

Apa itu diabetes dalam kehamilan?

Diabetes dalam kehamilan diistilahkan sebagai gestational diabetes. Diabetes gestasional didefinisikan sebagai hasil dari perubahan fluktuasi gula darah yang terjadi pada semua wanita selama kehamilan.

Peningkatan kadar hormon seperti: kortisol, estrogen , dan laktogen, akan dapat mengganggu kemampuan tubuh dalam mengelola gula darah. Kondisi ini disebut  resistensi insulin gestasional.

Biasanya, pankreas (produsen insulin ) mampu mengimbangi resistensi insulin dengan meningkatkan sekresi insulin (sekitar tiga kali dari jumlah normal).

Jika pankreas Anda tidak dapat cukup memproduksi insulin untuk mengatasi efek dari peningkatan hormon, maka kadar gula darah akan meningkat berisiko diabetes gestational.

Kriteria ibu hamil bisa terkena diabetes

Jika Anda mempunyai beberapa kriteria, maka perlu dilakukan tes skrining untuk diagnosa diabetes gestasional. Berikut beberapa kriteria diabetes gestasional, jika Anda:

– Memiliki obesitas ketika hamil
– Memiliki tekanan darah tinggi atau komplikasi medis lainnya
– Pernah melahirkan bayi besar (lebih dari 9 pon)
– Punya riwayat melahirkan seorang bayi yang lahir mati atau menderita cacat lahir tertentu.
– Punya riwayat medis diabetes gestasional pada kehamilan sebelumnya
– Memiliki riwayat keluarga diabetes melitus
– Usia Anda lebih tua dari 30 th.

Jika beberapa kriteria diabetes gestasional sudah Anda miliki, maka perlu adanya tes darah untuk mendiagnosa diabetes gestasional.

Kebanyakan wanita hamil diuji antara minggu ke 24 dan 28 kehamilan, tetapi jika Anda memiliki kriteria risiko seperti diatas, ahli medis dapat memutuskan untuk menguji pada awal kehamilan.

Tes darah akan menegaskan sebuah diagnosis. Sebuah tes skrining untuk toleransi glukosa melibatkan minum minuman bergula.

Kemudian, darah Anda akan diambil satu jam untuk menguji kadar glukosa pada satu jam kemudian juga. Jika hasil tes skrining adalah tidak normal, Anda mungkin perlu pengujian tambahan.

Jika kadar gula darah Anda lebih tinggi dari normal, ini berarti Anda memiliki risiko lebih tinggi dari diabetes gestasional. Anda akan memerlukan tes toleransi glukosa untuk menentukan apakah Anda memiliki kondisi tersebut.

Pada tindak lanjut tes toleransi glukosa. Anda akan diberi minum minuman manis lain yang mengandung konsentrasi tinggi glukosa.

Tingkat gula darah Anda akan diperiksa setiap jam selama kurun tiga jam. Jika pada dua dari pemeriksaan menunjukkan bahwa gula darah Anda lebih tinggi dari normal, Anda akan didiagnosis diabetes gestasional.

Bagaimana mencegah diabetes selama kehamilan

Ahli medis akan merekomendasikan Anda untuk sering check up, terutama selama tiga bulan terakhir kehamilan. Selama ujian ini, ahli medis akan memantau gula darah Anda.

Dokter juga meminta Anda untuk memonitor gula darah Anda sendiri setiap hari di rumah sebagai bagian dari rencana perawatan diabetes gestasional Anda.

Jika Anda mengalami kesulitan dalam mengendalikan gula darah, Anda mungkin perlu untuk mengambil insulin. Jika Anda memiliki komplikasi kehamilan lainnya, Anda mungkin perlu tes tambahan untuk mengevaluasi kesehatan bayi Anda.

Anda akan menjalani beberapa tes untuk uji fungsi plasenta, sebuah organ yang memberikan oksigen dan nutrisi ke bayi.

Jika Anda sulit untuk mengontrol diabetes gestasional, ini dapat memberi efek buruk pada  plasenta dan membahayakan transfusi oksigen dan nutrisi ke janin dalam kandungan.

Dokter juga akan memeriksa gula darah Anda setelah melahirkan dalam 6 -12 minggu untuk memastikan bahwa tingkat Anda telah kembali normal.

Jika hasil tes Anda normal, Anda harus melakukan tes lagi setidaknya setiap tiga tahun, untuk mencegah perkembangan diabetes tipe 2.

Jika tes di kemudian hari menunjukkan diabetes atau pradiabetes, berbicara dengan dokter tentang meningkatkan upaya pencegahan atau memulai rencana pengelolaan diabetes.

Cara lain menguji ibu hamil terkena diabetes

Pengujian lain untuk diagnosa diabetes gestasional adalah tes glukosa oral (OGTT). Untuk tes ini kadar glukosa darah Anda akan diperiksa dan kemudian diukur pada 1, 2, dan kadang-kadang 3 jam setelah mengkonsumsi minuman manis.

Glikosilasi hemoglobin, atau hemoglobin A1c, adalah pengujian lain yang mungkin dilakukan. Tes ini digunakan untuk memantau kadar glukosa darah jangka panjang seperti pada tes uji diabetes melitus tipe 2.

Tingkat hemoglobin A1c akan memberikan data-data ukuran rata-rata tingkat glukosa darah selama beberapa bulan terakhir.

Dampak diabetes ibu hamil yg tidak diobati

Wanita dengan diabetes gestasional yang menerima perawatan tepat biasanya akan memberikan bayi sehat.

Namun, jika Anda mengalami peningkatan kadar glukosa darah berulang selama kehamilan, janin juga akan mengalami resistensi insulin. Glukosa darah tinggi dapat menyebabkan janin menjadi lebih besar dari normal (bayi besar = makrosomia).

Bayi juga berisiko memiliki glukosa darah rendah ( hipoglikemia ), setelah lahir.

Dampak serius lainnya pada gestational diabetes yang tidak terkontrol pada bayi baru lahir termasuk penyakit hiperbilirubinemia (bayi kuning), sindrom gangguan pernapasan, dan kematian dini sebelum atau setelah kelahiran.

Bayi juga pada risiko lebih besar untuk menjadi gemuk (obesitas) dan mengembangkan diabetes tipe 2 di kemudian hari.

Wanita dengan diabetes gestasional memiliki kesempatan lebih besar utuk operasi caesar ( C-section ), karena ukuran bayi besar.

Gestational diabetes dapat meningkatkan risiko preeklampsia dimana kondisi ibu hamil memiliki tekanan darah tinggi dan proteinuria (ada protein dalam urin).

Wanita dengan diabetes gestasional juga memiliki risiko untuk diabetes tipe 2 di kemudian hari. Jangan segan untuk meminta panduan kesehatan pada dokter Anda. Semoga bermanfaat.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Diabetes Dan Kehamilan #Kehamilan