Komplikasi Sindrom Fibromyalgia

401 views

Apa itu sindrom fibromyalgia

Sindrom fibromyalgia adalah gangguan kesehatan kronis ditandai dengan rasa nyeri pada sendi, tendon dan otot, serta rendahnya tingkat serotonin, kelelahan berat, gangguan tidur, sakit kepala, dan depresi.

Tingkat kelelahan dapat mempengaruhi kemampuan untuk fokus dan membatasi gerakan semua anggota badan.

Sindrom fibromyalgia secara harfiah diartikan sebagai rasa nyeri pada jaringan fibrosa dengan gejala yang paling umum adalah nyeri pada muskuloskeletal yang meluas dan diiringi dengan kelelahan kronis (Chronic Fatigue Syndrome).

Rasa nyeri yang muncul digambarkan seperti sakit terbakar, otot seperti ditarik atau dirobek. Sindrom fibromyalgia lebih umum menimpa perempuan dibandingkan laki-laki, terutama untuk penderita penyakit diabetes melitus.

Hubungan sindrom fibromyalgia dan diabetes

Sebuah penelitian tentang sindrom fibromyalgia dan diabetes yang dilakukan di Israel pada tahun 2003, telah mencatat bahwa fibromyalgia lebih umum ditemukan pada orang dengan diabetes melitus, lebih khusus pada diabetes tipe 1.

Para peneliti juga menemukan bukti bahwa pengembangan fibromyalgia lebih mungkin pada orang dengan diabetes yang kurang terkontrol dengan baik.

Hal ini terlihat bahwa pasien dengan diabetes lebih mungkin didiagnosis dengan fibromyalgia. Selain itu, pasien yang memiliki sindrom fibromyalgia dan diabetes cenderung memiliki tingkat yang lebih tinggi dari HbA1c, hal ini menunjukkan buruknya kontrol glukosa darah.

Sebuah studi lain menilai sangat penting bahwa prevalensi sindrom fibromyalgia justru sering menimpa anak-anak dengan diabetes melitus tipe 1. Anak-anak yang memiliki sindrom fibromyalgia dan diabetes mengalami nyeri lebih parah, lebih kelelahan dan gangguan tidur akut.

Prognosis sindrom fibromyalgia

Pada saat ini, belum ditemukan obat khusus yang menyembuhkan sindrom fibromyalgia secara tuntas. Rasa sakit sangat mendalam diiringi kelelahan akut serta kronik yang disebabkan oleh fibromyalgia dan diabetes melitus juga dapat muncul setiap saat dan dalam berbagai derajat rasa nyeri. Syndrom fibromyalgia pada diabetes terjadi hampir empat kali lebih sering datang pada setiap hari.

Patofisiologi sindrom fibromyalgia pada diabetes

Fibromyalgia adalah suatu kondisi yang menyebabkan gejala nyeri meluas, kelelahan, sakit kepala, juga memunculkan sindrom iritasi usus besar dll. Selain itu, penyakit tersebut memunculkan beberapa gejala kognitif, tidur non-restoratif dll yang mengarah pada berkurangnya kualitas hidup.

Beberapa studi telah mengevaluasi kondisi bersamaan terjadi pada diabetes dengan fibromyalgia. Salah satu aspek penelitian adalah untuk mencari kaitan antara fibromyalgia dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2.

Diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun di mana tubuh menyerang hormon insulin dan sel-sel beta di pankreas. Kurangnya hormon insulin pankreas menyebabkan kadar glukosa menjadi tinggi.

Pasien dengan diabetes tipe 1 membutuhkan suntikan insulin untuk mengontrol kadar glukosa darah mereka. Diabetes tipe 1 berhubungan dengan usia muda dan sering disebut diabetes usia muda (diabetes juvenile onset).

Diabetes tipe 2 terjadi di tengah umur manusia dan berhubungan dengan resistensi insulin serta pembatasan permintaan insulin untuk tubuh karena faktor-faktor seperti obesitas.

Patofisiologi fibromyalgia pada pasien diabetes melitus terlihat dari tingkat lebih tinggi dari HbA1c akibat kontrol glukosa yang miskin. Tampaknya, fibromyalgia lebih cenderung menyerang penyandang diabetes melitus tipe 1.

Autoimunitas pada diabetes tipe 1 sangat terkait dengan fibromyalgia pada risiko sekitar 4 kali daripada populasi umum. Hal ini menunjukkan bahwa diabetes tuipe 1 lebih mendukung autoimunitas untuk menyebabkan fibromyalgia. Tentu saja, alasan ini masih dalam penelitian lebih lanjut.

Studi itu dilakukan oleh Rheumatology Internasional adalah bahwa orang-orang yang memiliki diabetes 1 lebih berisiko untuk sindrom fibromyalgia ketimbang mereka dengan diabetes melitus tipe 2. Alasan ini sangat menarik karena diabetes tipe 1 dianggap penyakit autoimun, meskipun pemicunya tidak diketahui persis.

Gejala sindrom fibromyalgia

Gejala Fibromyalgia secara umum seperti :

– Sakit dada
– Sakit kepala kronis
– Gangguan ingatan ringan
– Mulut dan mata kering
– Mati rasa dan kesemutan
– Gangguan tidur (alpha EEG-anomali, apnea tidur , gelisah, dll)
– Kekakuan otot dan sendi di pagi hari
– Otot berkedut, nyeri, atau sensasi rasa terbakar
– Muncul sindrom pramenstruasi yang menyakitkan
– Sensitivitas terhadap bau, suara keras, cahaya terang, dan beberapa obat-obatan

Penyebab sindrom fibromyalgia

Apa yang menyebabkan sindrom fibromyalgia? Fibromyalgia disebabkan oleh suatu kelainan yang mendasari atau predisposisi, dan tidak ada point pasti sebagai penyebabnya.

Namun, penderita sindrom fibromyalgia dan diabetes melaporkan penyebab secara umum bahwa serangan datang dengan cepat yang dipicu

– Alergi
– Infeksi
– Paparan udara dingin
– Depresi
– Cedera
– Perubahan cuaca

Pengobatan

Perlakuan terpisah untuk pengobatan sindrom fibromyalgia dan diabetes sangat berbeda. Namun, penanganan dan pengobatan pada satu wadah akan meningkatkan gejala yang lain ( setiap obat medis akan menimbulkan efek samping).

Tampaknya, mengontrol kadar gula darah memiliki dampak besar pada fibromyalgia. Mengelola diabetes dengan benar akan mengurangi tingkat sakit, jumlah gangguan tidur, dan kelelahan kronik/akut terkait fibromyalgia.

Olah raga teratur adalah cara yang bagus untuk mengurangi efek dan gejala kedua penyakit, fibromyalgia dan diabetes. Latihan fisik benar-benar mengurangi kebutuhan tingkat insulin dan Anda mencapai kadar gula darah terkontrol.

Kegiatan ini juga dapat menangkal penyakit jantung dan stroke yang umum menimpa penyandang diabetes melitus. Ketika fibromyalgia datang, olahraga berfungsi untuk mengurangi rasa sakit, meningkatkan tidur, dan perbaikan suasana hati.

Latihan aerobik sebuah pilihan tepat. Para ahli merekomendasikan bahwa dengan melakukan sekitar 15 sampai 20 menit aktivitas aerobik ringan selama minimal tiga kali per minggu, akan mampu menangangi kasus fibromyalgia.

Biasanya, penderita sindrom fibromyalgia sering dapat diresepkan neurotransmitter atau obat relaksan otot oleh dokter. Terapi fisik atau dan pengobatan alternatif seperti akupunktur, biofeedback, perawatan chiropractic dan terapi pijat mungkin biasa membantu mengatasi sindrom fibromyalgia pada diabetes melitus.

Selain beberapa hal diatas, Anda perlu diet dengan menghindari makanan mengandung gluten, susu lemak tinggi, kafein, alk0hol, r0kok dan pemanis buatan. Ini point diet penting dan sangat membantu dalam mengurangi gejala penyakit. Semoga bermanfaat.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya