Diabetes Sulit Tidur, Bagaimana Solusinya?

504 views

Diabetes Sulit Tidur. Apa hubungan diabetes dengan insomnia? Mengapa penderita diabetes menjadi susah tidur? Apa penyebab dan bagaimana solusi mengatasi diabetes sulit tidur?

Banyak penelitian menunjukkan bahwa masalah insomnia / sulit tidur berkontribusi dengan diabetes tipe 2, dan diabetes tampaknya meningkatkan sensitivitas rasa nyeri, dan nyeri ini membuat pasien diabetes lebih sulit untuk tidur.

Susah tidur untuk diabetes bisa mengarah ke penambahan berat badan. Jika berat badan bertambah, maka kualitas tidur pun akan mulai semakin memburuk, dan seterusnya seperti lingkaran setan.

Penyebab diabetes sulit tidur

Tidur memberikan waktu tubuh untuk rileks dan perbaikan. Insomnia, adalah salah satu keluhan yang paling umum untuk masyarakat perkotaan, baik diabetes maupun non-diabetes.

Kurang tidur dapat membuat diabetes semakin lebih buruk, dan gejala diabetes dapat membuat lebih sulit untuk tidur. Berikut adalah beberapa penyebab diabetes sulit tidur

1. OSA

Dalam beberapa kasus, diabetes susah tidur disebabkan oleh Obstruktif Sleep Apnea (OSA). Sebuah artikel di Diabetes Care melaporkan bahwa 86% dari penderita obesitas dengan diabetes tipe 2 memiliki tidur apnea.

Menurut Dr Rosenfeld, 97% dari obesitas dengan diabetes atau obesitas non-diabetes, mereka menderita OSA. Sebab, diabetes dengan atau tanpa obesitas, OSA berhubungan dengan resistensi insulin. Hal ini juga bisa disebabkan oleh hormon stres yang dirangsang oleh kadar oksigen yang rendah selama tidur.

Jika Anda mencurigai atau tahu bahwa Anda memiliki diabetes susah tidur, segera periksankan ke dokter, mungkin Anda mendapat OSA.

2. Komplikaksi Neuropati perifer

Penyebab utama lain dari diabetes sulit tidur adalah dari rasa sakit atau nyeri pada diabetes. Biasanya, munculnya rasa nyeri disebabkan komplikasi neuropati perifer.

Neuropati perifer disebabkan karena Saraf atau pembuluh darah menjadi rusak akibat glukosa yang tinggi. Selain itu, cedera dan berbagai faktor gaya hidup dapat mempengaruhi neuropati perifer. Sulit tidur adalah salah satu faktor yang memengaruhi neuropati perifer.

Rasa nyeri pada diabetesi meliputi nyeri punggung, nyeri kepala, nyeri otot, dan beberapa jenis lain dari nyeri. Semakin sedikit tidur Anda, maka akan semakin sensitif terhadap rasa sakit yang Anda rasakan, dan tingkat resistensi insulin pun semakin kuat untuk menimpa Anda.

Sayangnya, obat-obat tidur dan obat penghilang rasa nyeri dapat mengganggu kuantitas dan kualitas tidur, orang menyebut sebagai arsitektur tidur.

Anda mungkin mendapatkan jam tidur/istirahat, tetapi tidak memberi manfaat. Jadi dalam mencari pengobatan, mungkin diperlukan beberapa waktu untuk menemukan pengobatan yang tepat.

3. Hiperglikemik

Jika kadar glukosa darah Anda tinggi, Anda mungkin sering pergi ke kamar mandi untuk buang air kecil pada beberapa jam pada malam hari. Kadang muncul rasa haus yang berlebihan. Ini sangat mengganggu konsentrasi Anda untuk tidur nyenyak.

4. Hipoglikemik.

Hipoglikemia dapat menyebabkan mimpi buruk, berkeringat di malam hari, atau sakit kepala.

Rasa kelaparan muncul dan membuat Anda terbangun dari tidur untuk mendapatkan makanan; atau gejala hipoglikemia yang terjadi pada siang hari seperti detak jantung yang cepat, pusing, atau gemetar, ini bisa memengaruhi malam Anda untuk sulit tidur nyenyak.

5. Hipnotik

Hampir semua spesialis diabetes yang memiliki sulit tidur sekarang mencoba untuk menghindari obat tidur, meskipun obat tidur bisa mengobati beberapa gangguan tidur dalam jangka pendek.

Hipnotik (obat tidur) biasanya tidak boleh diresepkan kepada orang-orang dengan insomnia kronis karena efek ketergantungan, dan orang-orang tersebut bahkan mungkin mengalami efek rebound insomnia secara nyata ketika obat dihentikan.

6. Depresi

Kedua penyakit – insomnia ( sulit tidur ) dan hipersomnia (tidur terlalu banyak) adalah gejala klasik dari depresi yang mengakibatkan Anda sulit mendapat kualitas dan kuantitas tidur yang sehat ( arsitektur tidur ).

Jika Anda berbaring di tempat tidur dan memiliki pikiran putus asa atau depresi, ini akan membuat Anda sulit tidur dan stress di pagi hari. Karena depresi merupakan faktor risiko untuk susah tidur, Anda harus mencari bantuan profesional.

7. Gangguan medis lain

Banyak penyakit lainnya, termasuk jantung, ginjal, hati, saraf, dan masalah tiroid, dimana beberapa kondisi ini identik dengan diabetes, menyebabkan Anda susah untuk tidur.

Banyak resep dan obat over–counter dapat menyebabkan insomnia pada beberapa orang.

Periksa label pada obat yang Anda ambil atau tanyakan kepada apoteker jika Anda mencurigai obat yang Anda ambil dapat menyebabkan atau memberikan kontribusi untuk kesulitan tidur Anda.

Tips mengatasi diabetes sulit tidur

Untuk membantu tubuh dan pikiran terhubung, tidur Anda dengan relaksasi, biasakan menggunakan tempat tidur hanya untuk tidur. Jangan membaca, makan, berbicara di telepon, atau menonton televisi di tempat tidur.

Setelah Anda menetapkan suasana tidur, Anda mungkin mudah untuk membiasakannya. Semakin keras Anda mencoba untuk tetap terjaga, semakin mudah Anda akan tertidur. Semakin keras Anda mencoba untuk tidur, semakin lama Anda akan tetap terjaga.

Mengubah pola tidur lama ke pola baru adalah sebuah proses. Ini bukanlah sesuatu yang bisa mengubah semua dalam sekaligus. Jika Anda sudah susah tidur untuk waktu yang lama, mungkin diperlukan setidaknya enam sampai delapan minggu untuk perbaikan.

Berikut adalah beberapa tips untuk Anda agar mudah untuk tidur.

– Latihan.

Jika Anda tidak bergerak sepanjang hari, maka tubuh Anda menyimpan banyak energi di malam hari. Tentu saja, aktifitas fisik juga membantu mengontrol glukosa darah. Namun, berolahraga terlalu dekat dengan waktu tidur bisa membuat Anda sulit untuk tidur. Sebaiknya, olahraga atau aktifitas fisik dilakukan tiga sampai enam jam sebelum Anda pergi tidur.

– Mengelola Stres.

Apa pun yang membuat hidup Anda bahagia dan tidak stres, akan membantu Anda mudah untuk mendapatkan tidur nyenyak, dan begitu sebaliknya. Relaksasi dan keterampilan menenangkan diri adalah sangat penting.

– Kontrol glukosa darah.

Berikut adalah terapi untuk menangani susah tidur yang terkait dengan gula darah:

1. Makan tiga kali sehari secara teratur.
2. Makan makanan utuh – menghindari makanan olahan.
3. Hindari makanan yang dipanggang, karbohidrat sederhana dan sayuran mengandung zat tepung.
4. Makan buah utuh dan menghindari jus.
4. Meningkatkan asupan sayuran non tepung – makan banyak setiap kali makan.
5. Dapatkan 1 gram protein per hari untuk setiap pon berat badan.
6. Perbanyak minum air putih.

– Tips  tidur nyaman

– Pastikan tempat tidur Anda besar dan cukup nyaman – bantal pada ketinggian yang nyaman
– Pastikan kamar Anda dingin dengan sirkulasi udara yang baik.
– Pastikan kamar Anda gelap dan bebas dari kebisingan – jika hal ini tidak mungkin, Anda bisa mendapatkan manfaat dari penutup mata tidur atau tutup telinga
– Membuat rutinitas jadwal tidur dan waktu bangun
– Menghilangkan stimulan seperti gula dan kafein dari makanan dan minuman ketika dekat dengan waktu tidur
– Memastikan lingkungan tidur yang nyaman dan santai
– Redupkan cahaya lampu, jika perlu matikan lampu
– Menghindari kegiatan merangsang sebelum tidur, termasuk pekerjaan, olahraga, menonton TV atau menggunakan komputer

Semoga bermanfaat.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya