Mengapa Diabetes Menyebabkan Stroke?

421 views

Komplikasi Diabetes Stroke. Mengapa diabetes menyebabkan stroke? Bagaimana mencegah stroke pada diabetes? Faktor Apa saja yang menyebabkan stroke?

Memiliki penyakit diabetes melitus atau pradiabetes bisa memposisikan Anda pada peningkatan risiko stroke.

Namun, Anda dapat menurunkan risiko tersebut dengan menjaga glukosa darah, tekanan darah, dan kolesterol darah mendekati angka yang direkomendasikan oleh para ahli diabetes atau dokter untuk kesehatan Anda ke yang lebih baik.

Sayangnya, memiliki diabetes berarti juga meningkatkan risiko stroke. Tapi seperti banyak komplikasi diabetes potensial lainnya, stroke sulit untuk dihindari.

Memiliki stroke berarti Anda akan memiliki konsekuensi yang menghancurkan. Stroke terjadi ketika aliran darah ke otak terganggu. Jaringan otak yang kekurangan darah selama lebih dari tiga menit akan mulai mati.

Jika demikian kondisinya, perawatan darurat harus dimulai sesegera mungkin dan idealnya dalam waktu tiga jam setelah timbulnya gejala stroke.

Jika dibiarkan lama, otak akan terhambat untuk sirkulasi darah segar dan oksigen. Akhirnya, stroke dapat menyebabkan berbagai cacat fisik, mental hingga kematian.

Faktor risiko diabetes stroke

Jika Anda memiliki diabetes tipe 2, kemungkinan Anda mengalami stroke 2 kali lebih tinggi dari pada orang non-diabetes. Stroke terjadi ketika pasokan darah ke bagian otak Anda tiba-tiba terganggu. Kemudian jaringan otak rusak.

Kebanyakan, stroke terjadi karena ada blok bekuan darah pada pembuluh darah di otak atau leher. Stroke dapat menyebabkan problema gerakan, rasa nyeri, mati rasa dan masalah dengan pemikiran untuk mengingat atau komunikasi.

Ada dua jenis stroke yang umum memengaruhi diabetes, yaitu stroke hemoragik disebabkan oleh arteri pecah, dan stroke iskemik dimana ini adalah akibat dari arteri yang tersumbat.

Stroke iskemik juga disebut sebagai Transient Ischemic Attack ( TIA ), atau stroke mini. Memiliki diabetes berarti Anda akan meningkatkan risiko stroke.

Tapi risiko Anda dengan stroke akan lebih besar jika Anda berada di jalur faktor risiko seperti dibawah ini :

– Anda lebih dari usia 50 tahun
– Anda sudah pernah mengalami stroke iskemik, juga disebut TIA atau stroke mini.
– Anda memiliki keluarga dengan riwayat stroke iskemik atau TIA
– Anda memiliki penyakit jantung
– Anda memiliki tekanan darah tinggi
– Anda kelebihan berat badan
– Anda memiliki LDL tinggi (kolesterol jahat) dan HDL (kolesterol baik) yang rendah
– Anda jarang olah fisik
– Anda adalah per0k0k aktif
– Dan Anda tidak dapat atau tidak mau mengubah beberapa faktor risiko tersebut di atas.

Anda bisa mencegah faktor risiko stroke dengan merawat diabetes , seperti menurunkan berat badan ( Jika Anda memiliki obesitas ), olah fisik dan diet sehat.

Bagaimana diabetes menyebabkan stroke?

Penyakit diabetes melitus didefinisikan sebagai sebuah gangguan metabolisme atau cara tubuh kita menggunakan makanan yang dicerna untuk dirubah menjadi energi.

Sebelum dirubah menjadi energi, sebagian besar makanan yang kita makan dipecah menjadi glukosa, bentuk gula dalam darah. Glukosa adalah sumber utama bahan bakar dan energi untuk tubuh.

Setelah pencernaan, glukosa memasuki aliran darah. Kemudian glukosa masuk ke sel-sel di seluruh tubuh di mana ia digunakan untuk energi.

Namun, hormon insulin harus ada dan dibutuhkan untuk memungkinkan glukosa memasuki sel. Insulin adalah hormon yang diproduksi oleh pankreas, kelenjar besar di belakang perut.

Pada orang yang tidak menderita diabetes, pankreas otomatis menghasilkan jumlah insulin yang tepat untuk memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel.

Namun, diabetes menghalangi pankreas untuk membuat cukup insulin. Atau dengan kalimat lain -> sel-sel di otot, hati, dan lemak tidak bisa menggunakan insulin dengan benar, atau kedua kalimat tersebut. Akibatnya, jumlah glukosa dalam darah meningkat sementara sel-sel kekurangan energi.

Seiring waktu, kadar glukosa darah menjadi tinggi kemudian akan merusak saraf dan pembuluh darah, menyebabkan komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke, penyebab utama kematian di antara orang dengan diabetes.

Disisi lain, diabetes yang tidak terkontrol akhirnya juga dapat menyebabkan masalah kesehatan lain seperti kehilangan penglihatan, gagal ginjal, hingga amputasi.

Hubungan diabetes dan stroke

Diabetes menyebabkan kerusakan dinding pada semua pembuluh darah (besar dan kecil), dan tekanan darah tinggi. Kata Dr Gerry, kepala layanan di Diabetes dan Endokrin Pusat di Rumah Sakit Ipswich

Kombinasi dari beberapa kondisi tersebut dapat sangat membahayakan pasien. Ini adalah kerusakan akibat diabetes di otak yang menyebabkan stroke.

Pembuluh darah bisa pecah dan darah mengalir ke dalam otak, menyebabkan stroke hemoragik, atau menjadi menyempit yang memungkinkan pembentukan gumpalan dan memicu apa yang disebut stroke trombotik.

Penyempitan pembuluh darah ini diperparah dengan tingginya akan kadar lemak darah dan tekanan darah tinggi. Kedua kondisi sangat identik dan lebih sering terjadi pada penderita diabetes, kemudian mulai yang mengarah ke efek ‘triple whammy’.

Triple Whammy adalah masalah kesehatan yang disebabkan oleh tiga faktor yang terpisah namun terhubung erat yang bekerja sama membentuk gangguan fisik.

Inilah sebabnya mengapa pengendali tekanan darah begitu penting. Target atas untuk penderita diabetes adalah pada pembacaan tekanan darah tidak lebih tinggi dari 130/80, dengan batas harus lebih rendah dari 140/90.

Diabetes tipe 1 adalah kondisi auto-imun yang biasanya berkembang di masa kanak-kanak, sementara tipe 2 berhubungan dengan obesitas. Tekanan darah tinggi adalah risiko di kedua tipe diabetes, meskipun insiden lebih besar pada penyandang diabetes tipe 2.

KOntrol tekanan darah tinggi menjadi paling penting kedua untuk mengontrol diabetes setelah kontrol gula darah, kemudian menurunkan berat badan.

Ciri-ciri dan gejala diabetes stroke

Bagaimana mengetahui gejala, apakah saya telah mengalami stroke? Gejala dan ciri-ciri berikut mungkin bisa menjawab pertanyaan bahwa Anda telah mengalami stroke:

– Kelemahan mendadak atau mati rasa wajah, lengan, atau kaki pada satu sisi tubuh Anda
– Anda merasa kebingungan secara tiba-tiba, kesulitan bicara, atau gagal faham
– Datang pusing mendadak, kehilangan keseimbangan, atau kesulitan berjalan
– Anda mengalami masalah penglihatan secara mendadak. Pada salah satu atau kedua mata Anda mengalami penglihatan ganda.
– Anda mengalami masalah ketika menelan, secara mendadak
– Kehilangan kesadaran singkat
– Tiba-tiba datang ketidakmampuan untuk memindahkan salah satu bagian tubuh (kelumpuhan)

Jika Anda memiliki gejala-gejala tersebut, hubungi dokter segera. Anda dapat membantu mencegah kerusakan permanen dengan mendapatkan perawatan di rumah sakit.

Jika dokter Anda berpikir bahwa Anda positif mengalami stroke, Anda mungkin akan dilakukan pemeriksaan neurologis untuk memeriksa sistem saraf, scan kepala khusus, tes darah, pemeriksaan USG, atau sinar x. Anda juga mungkin akan diberi obat pelarut pembekuan darah.

Bagaimana mencegah diabetes stroke

Jika Anda memiliki diabetes tipe 2 dan dokter Anda mencurigai ada arteri yang mengeras, maka biasanya dokter mungkin akan menyarankan diet dan perubahan gaya hidup bersama dengan obat-obatan yang mendukung untuk mencegah penyumbatan yang menyebabkan stroke.

Cara alternatif lain untuk mencegah diabetes stroke meliputi:

1. Rubah gaya hidup

Orang yang mer0k0k berada di dua kali lipat risiko terkena stroke ketimbang diabetes non-per0k0k.

Mer0k0k dapat mengiritasi lapisan pembuluh darah dan menurunkan kemampuan tubuh untuk melarutkan bekuan darah. Nik0tin akan mempercepat pengerasan arteri

Jangan minum alk0h0l. Minum alk0h0l akan mempercepat risiko stroke hingga 5 kali lipat

2. Kontrol gula darah.

Glukosa darah tinggi meningkatkan risiko stroke. Memiliki rencana untuk menurunkan glukosa darah adalah penting. Selain mencegah stroke, juga untuk mencegah komplikasi diabetes jangka panjang lainnya.

3. Berolahraga secara teratur.

Hidup kurang gerak cenderung menyebabkan tekanan darah tinggi, kadar kolesterol tidak sehat, dan kenaikan berat badan. Lakukan aktivitas aerobik secara teratur seperti berjalan, jogging, berenang, atau bersepeda.

Tipe olahraga ini dapat menurunkan tekanan darah, meningkatkan HDL dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan baik jantung maupun pembuluh darah.

4. Kontrol kolesterol

Dapatkan target LDL kurang dari 100 mg / dl. Dokter Anda mungkin menyarankan perubahan untuk diet Anda, target ini seperti yang direkomendasikan oleh ADA

5. Periksa rutin tekanan darah Anda.

Dokter Anda akan memberitahu, bagaimana cara mengontrol tekanan darah.

6. Diet potasium

Mengkonsumsi lebih kurang 3.500 mg potasium setiap hari dalam makanan seperti pisang, jeruk, buah-buahan kering, ubi jalar, kentang putih, hijau, dan susu skim

7. Diet kalsium

Mengkonsumsi lebih kurang 1.200 mg kalsium per hari dari makanan seperti yogurt dan susu skim

8. Diet magnesium

Mengonsumsi lebih kurang 420 mg magnesium per hari untuk pria, dan 320 mg untuk wanita. Mineral ini bisa Anda dapatkan dari makanan seperti bayam, gandum, beras merah, almond, atau pisang

9. Diet polifenol

Makan makanan yang mengandung polifenol (sejenis antioksidan) seperti cokelat. Tambahkan dalam diet harian anda sekitar 30 kalori dari cokelat hitam. Ini dapat membantu menurunkan tekanan darah tanpa meningkatkan berat badan.

10. Menurunkan berat badan, jika Anda memiliki obesitas.

Jika Anda masih merasa kesulitan, sebaiknya kunjungi dokter atau pelayan kesehatan terdekat untuk mendapat informasi yang lebih akurat dan detail. Salam

Artikel Diabetes Melitus Lainnya