Mengapa Diabetes Menyebabkan Rambut Rontok?

348 views

Diabetes Rambut Rontok. Mengapa diabetes menyebabkan kerontokan rambut? Bagaimana cara mengatasi rambut rontok akibat diabetes?

Jika Anda memiliki diabetes melitus, baik tipe 1 atau 2, ini berarti tubuh Anda tidak memproduksi insulin, atau sedikit menghasilkan insulin, atau tubuh Anda tidak menggunakannya secara efektif, atau ketiganya. Diabetes menyebabkan kadar gula tubuh meninggi dan merusak kesehatan folikel rambut Anda.

Mengapa rambut saya rontok?

Diabetes dapat membuat proses kerontokan rambut dan memperlambat pertumbuhan rambut Anda. Memiliki diabetes juga dapat menyebabkan Anda kehilangan rambut dengan jumlah lebih dari kerontokan rambut umumnya.

Kerontokan rambut akibat diabetes tidak hanya di kepala Anda. Anda dapat kehilangan rambut di lengan, kaki, dan bagian tubuh yang lain juga.

Ketika rambut berharap tumbuh kembali, namun pertumbuh-kembang rambut di tingkat yang lebih lambat dari kenormalan. Orang dengan diabetes lebih mungkin untuk memiliki kondisi yang disebut alopecia areata .

Apa itu alopecia areata?

Definisi alopecia areata adalah suatu keadaan autoimun dimana sistem kekebalan tubuh menyerang folikel rambut, yang mengarah ke kerontokan rambut di kepala dan di semua bagian lain dari tubuh, seprti tangan, kaki, dada dan setiap sudut tubuh yang ditumbuhi rambut.

Diabetes bisa lebih mungkin menyebabkan alopecia areata.

Mungkin, Anda juga bisa kehilangan rambut sebagai efek samping dari stres dari hidup dengan penyakit kronis, atau dari obat-obatan yang Anda ambil untuk mengobati diabetes Anda.

Beberapa orang dengan diabetes juga memiliki penyakit tiroid, yang dapat berkontribusi kuat untuk kerontokan rambut.

Bagaimana cara diabetes menyebabkan rambut rontok?

Bila Anda tidak memiliki insulin, atau insulin tidak digunakan secara efektif oleh tubuh, gula dapat menumpuk di aliran darah Anda.

Kadar glukosa yang tinggi dalam darah dapat merusak organ di seluruh tubuh Anda, termasuk mata, saraf, dan ginjal. KAdar gula tinggi dalam darah terus menerus juga dapat merusak pembuluh darah Anda.

Pembuluh darah mengalirkan cairan darah yang membawa oksigen ke seluruh tubuh Anda untuk memelihara organ dan jaringan sel-sel.

Kerusakan pembuluh darah mungkin tidak dapat memberikan oksigen yang cukup untuk menyehatkan folikel rambut Anda. Kurangnya oksigen dapat mempengaruhi siklus pertumbuhan rambut normal.

Selanjutnya, sirkulasi yang buruk ini dapat mencegah lebih lanjut pertumbuhan rambut .Jadi, diabetes tidak hanya menyebabkan hilangnya rambut Anda yang ada, tapi juga mencegah pertumbuhan yang baru.

Diabetes membawa ketidakseimbangan hormon dalam tubuh pasien. Perubahan hormon ini dapat diwujudkan melalui rambut rontok. Hal ini juga menjelaskan alasan di balik rambut rontok selama kehamilan dan pada menopause.

Penyebab diabetes rambut rontok

Diabetes juga dapat melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga tubuh rentan terhadap penyakit lain. Kekebalan lemah ini dapat menyebabkan kondisi kulit kepala seperti kurap atau penyakit jamur lain yang pada gilirannya dapat menyebabkan rambut rontok.

Penyakit autoimun seperti ruam kulit dan disfungsi tiroid dapat menjadi bagian tak terpisahkan dari orang yang menderita penyakit diabetes, dan penyakit ini diketahui menyebabkan kerontokan rambut pada diabetes juga.

Diabetes dapat menyebabkan stress oksidatif pada tingkat tinggi akibat radikal bebas. Radikal bebas yang tidak stabil yang dihasilkan oleh tubuh juga dapat menyebabkan kerontokan rambut.

Faktor lain yang menyedihkan adalah bahwa penyembuhan dan peremajaan rambut membutuhkan waktu yang relatif lebih lambat pada penderita diabetes daripada pada individu normal.

Pada diabetesi, rambut pada fase pertumbuhan aktif dapat berlangsung selama dua tahun atau lebih. Pertumbuhan rambut hanya 1 sampai 2 cm per bulan.

Rambut kemudian masuk ke dalam fase istirahat, yang berlangsung selama sekitar 100 hari. Setelah tahap ini, beberapa rambut pensiun dari pertumbuhan, dan mulai jatuh rontok ke tanah, atau di sela-sela sisir.

Sebagai penderita diabetes tidak dapat mempertahankan siklus rata-rata pertumbuhan rambut kembali dengan normal. Rambut rontok selama diabetes kadang-kadang dikaitkan dengan telogen effluvium. Semua rambut memiliki fase pertumbuhan, disebut anagen, dan fase istirahat, yaitu telogen.

Telogen effluvium adalah suatu kondisi yang dipicu akibat stres fisiologis atau perubahan hormonal semisal diabetes, menyebabkan sejumlah besar rambut untuk masuk fase telogen pada satu waktu. Jika Anda melihat rambut rontok tidak beralasan, sangat penting untuk Anda segera mencari bantuan medis.

Obat-obatan yang digunakan untuk mengobati diabetes juga dapat menyebabkan rambut rontok. Jika Anda merasa bahwa rejimen tertentu yang menyebabkan rambut rontok, maka konsultasikan dengan dokter Anda untuk merubah resep.

Pencegahan diabetes rambut rontok

Diabetes telah menjadi kondisi yang diakui dunia selama lebih dari ribuan tahun dan kaitannya dengan rambut rontok bukanlah sebuah konsep baru. Semua tipe diabetes baik 1 atau 2 memiliki efek buruk pada tubuh Anda, termasuk penipisan rambut dan rambut rontok .

Pertumbuhan rambut merupakan salah satu dari banyak siklus dalam sistem rumit dalam tubuh kita. Jika siklus ini terganggu, rambut yang rontok mungkin tidak tumbuh dengan segera, atau mungkin tidak tumbuh kembali sama sekali jika tanpa dilakukan pencegahan dan pengobatan.

Berikut adalah tips untuk mencegah dan mengobati rambut rontok akibat diabetes

1. Kontrol diabetes secara ketat.

Jika kerontokan rambut terkait dengan kontrol diabetes, Anda mungkin perlu mengatur pola makan, gaya hidup, menurunkan berat badan, atau obat-obatan sebagai kendali gula darah Anda ke lebih baik.

Diabetes yang terkontrol akan mendorong pengiriman oksigen ke ekstremitas tubuh dan bahkan hingga kulit kepala Anda. Setelah diabetes Anda berada di bawah kendali, Anda akan melihat pengurangan rambut rontok.

Atau, Anda akan kehilangan rambut lebih sedikit dari sebelumnya dan mungkin rambut Anda akan tumbuh kembali dengan jumlah lebih dari yang telah hilang.

2. Mengonsumsi biotin

Biotin adalah vitamin yang ditemukan secara alami dalam makanan seperti kacang tanah, almond, ubi jalar, telur, bawang, dan gandum. Orang dengan diabetes mungkin memiliki tingkat lebih rendah dari asupan biotin.

ATau, Anda bisa mengonsumsi suplemen biotin yang biasa dijual oleh apotik. Ada beberapa bukti bahwa mengambil supl3men biotin melalui mulut dapat memperlambat kerontokan rambut.

Biasanya, suplemen biotin untuk orang dewasa adalah 30 mcg per hari. Namun, diskusikan masalah ini dengan dokter Anda terlebih dahulu mengenai asupan yang direkomendasikan.

Kerontokan rambut bisa sangat menakutkan, tetapi Anda memiliki banyak pilihan. Berbicara dengan dokter Anda untuk mempelajari lebih lanjut tentang apa yang dapat Anda lakukan untuk mengelola rambut Anda.

Keputusan akan menjadi lebih bijaksana jika Anda mendapat informasi sebanyak mungkin. Dokter  akan memberikan pemahaman tentang merawat tubuh sehingga Anda akan memiliki harapan yang lebih untuk masa depan. Semoga bermanfaat.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya