Mengapa Diabetes Menyebabkan Lelah, Letih & Loyo

372 views

Diabetes merasa kelelahan. Bagaimana Mengatasi Kelelahan Pada Diabetes? Bagaimana cara diabetes menyebabkan kelelahan?

Kelelahan adalah salah satu efek diabetes melitus yang paling umum dan paling membuat penderita mendapat keterbatasan ketika beraktifitas.

Kelelahan ini juga dapat mengganggu pada semua aspek hidup dalam keseharian mereka. Hidup dengan diabetes adalah sangat melelahkan, tidak hanya dimulai ketika mulai muncul gejala diabetes, tetapi kelelahan juga timbul dari dan selama mengelola diabetes itu sendiri.

Seorang penyandang diabetes tipe 2 pernah menulis di sebuah blog nya, dia berkata :

“ Diabetes dan kelelahan yang aku rasakan benar-benar mengambil sesuatu pada diri dan keluarga saya dan hal-hal yang bisa saya lakukan. Aku hanya ingin memiliki energi untuk bermain dengan anak-anak saya dan melakukan suatu hal-hal di sekitar rumah, atau suatu kegiatan bersama teman-teman.

Aku tidak bisa mengemudi lebih dari setengah jam karena istri saya takut saya akan tertidur saat mengemudi… dan kecelakaan mobil. Saya pernah tertidur saat mengemudi sebelumnya. ”

“ Saya ingin belajar untuk melakukan apa yang saya bisa. Aku bosan menjelaskan mengapa saya tidak merasa lebih baik, dan enggan untuk melakukan apa pun.

Beberapa orang sekitar bisa memahami dan beberapa dari yang lain tidak. Saya tidur dari tengah malam hingga siang, ini hampir setiap hari. Kemudian saya mengalami depresi karena saya menyia-nyiakan waktu separuh hari. ”

Kelelahan merupakan sebuah keluhan umum dan menyedihkan dan hampir timbul pada kondisi tubuh orang dengan diabetes, dan cenderung menghambat kemampuan untuk melakukan pengelolaan diri mereka.

Meskipun kelelahan juga terjadi pada gangguan medis lainnya, namun kelelahan mungkin lebih besar timbul pada individu dengan diabetes.

Hubungan diabetes dengan kelelahan

HUbungan diabetes dan kelelahan bisa dikaitkan dengan fenomena fisiologis, seperti hipo atau hiperglikemia. Kelelahan juga dapat berhubungan dengan faktor psikologis, seperti depresi atau gangguan emosi yang berhubungan dengan intensitas manajemen diri diabetesi.

Kelelahan juga dapat terkait dengan isu-isu gaya hidup seperti kurangnya aktivitas fisik atau kelebihan berat badan – terutama lebih umum pada orang dengan diabetes tipe 2.

Sebuah studi mengatakan bahwa ada kemungkinan salah satu alasan pada hubungan diabetes dengan kelelahan adalah peristiwa perubahan dalam kadar glukosa darah.

Perubahan metabolisme glukosa dapat menyebabkan episode hiperglikemik / hipoglikemia akut dan kronis. Perubahan ini dapat mempengaruhi kelelahan secara terpisah atau bersamaan.

Kehadiran komplikasi diabetes jangka pendek dan jangka panjang dan gejala nya, termasuk gejala hipo atau hiperglikemia, penyakit jantung, neuropati, atau retinopati, juga telah dikaitkan dengan peningkatan kelelahan

Kebanyakan orang dengan diabetes tipe 2 pengguna insulin yang memiliki kelebihan berat badan atau obesitas juga telah dihubungkan dengan tingkat kelelahan yang lebih tinggi daripada populasi umum, dan terutama pada wanita dengan diabetes dan obesitas.

Fenomena fisiologis dan psikologis yang memediasi hubungan antara obesitas, diabetes dan kelelahan belum sepenuhnya dijelaskan oleh beberapa penelitian.

Namun, ada tubuh mereka menunjukkan tanda-tanda bahwa ada peningkatan kadar sitokin pro-inflamasi (seperti yang terlihat pada orang dengan obesitas) yang mungkin menjadi faktor tingkat kelelahan secara signifikan.

Selain itu, ada hubungan antara kelelahan dengan aktivitas fisik. Banyak bukti yang mendukung efek positif dari aktivitas fisik secara reguler dapat mengurangi gejala kelelahan pada diabetesi.

Sebuah analisis data sekunder yang dikumpulkan oleh National Health mengungkapkan bahwa orang dewasa berusia 20-59 tahun yang melaporkan rendahnya tingkat aktivitas fisik lebih mungkin untuk merasa – lelah atau kelelahan – meskipun mereka tidur malam.

Ada beberapa mekanisme etiologi yang mungkin menjelaskan hubungan antara aktivitas fisik dan kelelahan pada diabetes tipe 2.

Aktivitas fisik secara teratur, latihan kekuatan, telah ditunjukkan dapat meningkatkan kapasitas aerobik dan massa otot, meningkatkan penggunaan substrat metabolik untuk energi, dan meningkatkan mood.

Telah dicatat pula bahwa individu dengan diabetes terlibat dalam rendahnya tingkat aktivitas fisik, dapat menyebabkan penurunan kapasitas aerobik dan meningkatkan kelelahan.

Penyebab diabetes merasa kelelahan

Beberapa penyebab kelelahan pada penderita diabetes melitus dibawah ini mugkin bisa membantu

1. Kadar gula darah tinggi atau terlalu rendah

Diabetes melitus bisa menyebabkan kelelahan akibat kadar gula darah tinggi atau rendah.

– Lambatnya sirkulasi darah

Glukosa darah yang tinggi membuat darah Anda tidak bersih sehingga memperlambat aliran dan sirkulasi darah sehingga sel-sel tidak bisa mendapatkan oksigen dan nutrisi yang mereka butuhkan.

– Peradangan pembuluh darah

Selain itu, gula darah tinggi dapat menyebabkan kelelahan melalui peradangan. Pembuluh darah bisa meradang oleh tingginya gula.

Menurut beberapa penelitian, ketika kondisi ini terjadi, sel-sel kekebalan yang disebut monosit mengintervensi otak sehingga menyebabkan kelelahan.

– Tubuh sulit membuat energi

Tingkat gula yang rendah juga menyebabkan kelelahan, karena ketika gula darah rendah, tidak ada cukup bahan bakar untuk sel ketika mereka ingin membuat energi.

2. Kelelahan akibat kondisi medis lain, meliputi:
– Anemia

Jika Anda punya anemia, itu biasanya karena kekurangan zat besi, asam folat, atau vitamin B-12, atau terjadi perdarahan menstruasi berat pada wanita diabetes sehingga mereka kekurangan zat besi.

– Hipotiroidisme

Orang dengan diabetes lebih mungkin menderita hipotiroidisme ketimbang diabetesi yang tidak memiliki masalah tiroid . Jika tingkat tiroid Anda rendah, Anda mungkin merasa lelah, mengantuk, dan depresi.

– Kadar testosteron rendah

Pria dengan diabetes lebih mungkin untuk memiliki testosteron rendah.

– Infeksi.

Orang dengan diabetes sering memiliki infeksi, namun kebanyakan mereka tak menyadari. Energi digunakan untuk melawan infeksi, sehingga menyebabkan kelelahan dan meningkatkan kadar gula darah.

– Efek samping Obat.

Banyak obat untuk diabetes, tekanan darah, depresi, nyeri, dan isu-isu lainnya dapat menyebabkan kelelahan. Sebaiknya, tanyakan kepada dokter atau apoteker tentang efek samping obat yang hendak anda ambil.

3. Penyebab kelelahan non medis:
– Kurang tidur atau tidur yang buruk.

Pergantian shift kerja atau pekerja malam. Ini dapat menyebabkan kelelahan langsung karena mengacaukan jam tubuh Anda dan mengganggu waktu tidur.

– Depresi.

Ini sangat umum untuk diabetes. Kebanyakan orang depresi akan merasa kelelahan. Bahkan pada tingkat rendah, depresi adalah sebuah duri dalam motivasi Anda.

– Stres.

Dalam dosis kecil, stres psikologis masih dapat memberikan energi, namun jika berlangsung terlalu lama, itu akan menguras energi Anda.

– Diet.

Terlalu banyak karbohidrat ber IG rendah. Ini bisa membuat orang lelah, terutama untuk diabetes.

– Kafein

Terlalu banyak kafein dapat menyebabkan kelelahan melalui efek rebound.

– Dehidrasi

Kurang cairan merupakan penyebab utama kelelahan.

– Jarang aktifitas fisik.

Jarang menggerakkan tubuh akan memberikan kontribusi untuk kelelahan. Namun, terlalu banyak aktifitas fisik juga menyebabkan kelelahan. Atur aktifitas fisik dengan jadwal yang terencana.

– Usia.

KOndisi ini adalah normal untuk memiliki sedikit energi.

Jika Anda sedang menghadapi kelelahan, mungkin mulai sekarang mengevaluasi diri untuk mengantisipasi kemungkinan kelelahan yang timbul. di masa mendatang

Tips untuk mengatasi diabetes kelelahan

Merawat diri sendiri ketika Anda memiliki penyakit diabetes adalah suatu pekerjaan yang melelahkan.

Kelelahan yang berhubungan dengan diabetes adalah umum, dan Anda mungkin merasa itu semua bersumber diabetes Anda, dan Anda mempunyai tanggung jawab untuk mengelola dan meningkatkan energi untuk mengatasi kelelahan tersbut.

Berikut adalah beberapa tips ini untuk membantu meningkatkan energi dan kualitas hidup dalam rangka mengatasi kelelahan pada penderita diabetes melitus:

– Pastikan Anda selalu check up kondisi tubuh ke dokter Anda secara teratur.
– Makan sehat, makanan bergizi dan jangan melewatkan makan, terutama sarapan.
– Aktifitas fisik. Olahraga akan meningkatkan energi dan membantu Anda menurunkan atau mempertahankan berat badan yang sehat, untuk menghindari risiko obesitas yang merupakan pokok masalah dari kelelahan.
– Menjaga kadar gula darah dalam keadaan terkontrol baik.
– Tidur yang nyenyak, mendapatkan 7 sampai 8 jam untuk tidur setiap malam dan usahakan tidak pernah kurang dari 6 jam.

Satu hal yang penting, hindari depresi, Jika Anda bisa mengatasi depresi maka biasanya akan menurunkan tingkat kelelahan akibat fisik lain.

Depresi yang lebih parah dapat menyebabkan kelelahan yang berlipat, dan setelah depresi diobati, tingkat kelelahan akan turun dan kembali normal.

Anda harus menjadi lebih terdidik tentang diabetes. Cari dukungan sebanyak yang Anda bisa dapatkan, baik dari keluarga atau teman-teman.

Anda akan mulai menyesuaikan diri dengan makan lebih baik, berolahraga lebih baik, tidur lebih baik, lebih fresh dan menjaga kadar gula darah Anda untuk lebih dikontrol.

Setelah Anda membuat pilihan untuk menjadi sehat, maka Anda akan menemukan diri Anda dengan lebih berenergi. Semoga bermanfaat.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya