Resiko Amputasi Pada Penderita Diabetes. Haruskah Diamputasi?

418 views

Resiko Amputasi Pada Penderita Diabetes. Mengapa Kaki Diabetes Harus DiAmputasi? Apa penyebab kaki diabetes harus menjalani amputasi? Bagaimana cara mencegah agar kaki diabetes batal diamputasi?

Resiko amputasi jika luka

Komplikasi diabetes melitus termasuk kerusakan saraf dan sirkulasi darah yang buruk menyebabkan berbagai masalah di beberapa bagian tubuh terutama di kaki yang membuat rentan terhadap infeksi akibat luka di kulit yang memburuk dengan lebih cepat dan sulit untuk diobati.

Ketika kaki mengalami luka yang tak segera dilakukan pengobatan maka akan mengembangkan ulkus atau gangren hingga kaki busuk, menyebabkan kerusakan parah pada jaringan dan tulang sehingga mungkin membutuhkan pembedahan atau amputasi di kaki atau bagian dari kaki.

Ada Sirkulasi darah buruk di kaki

Masalah kaki adalah paling sering dialami oleh penyandang diabetes melitus. Hal ini terjadi ketika ada kerusakan saraf atau komplikasi neuropati diabetik, dan sirkulasi darah yang buruk.

Kerusakan saraf ini dapat menimbulkan sensasi rasa kesemutan, nyeri seperti terbakar, atau kadang terjasi kelemahan di kaki.

Kerusakan saraf juga dapat menyebabkan hilangnya rasa peka di kaki sehingga Anda tak bisa merasakan sesuatu ketika kaki terluka.

Kerusakan saraf pada kaki diabetes juga dapat mengurangi kemampuan Anda untuk merasakan suhu panas, dan dingin. Ini berarti, Anda mungkin tidak merasa ada cedera atau luka di kaki.

Kadang, Anda tak bisa merasakan ketika ada batu di dalam sepatu dan Anda tetap berjalan di atasnya sepanjang hari tanpa mengetahui atau menyadari ada sesuatu yang aneh di sepatu. Bahkan, Anda mungkin tidak menyadari bahwa kaki mengalami cedera sampai kulit rusak dan terinfeksi.

Diabetes menyebabkan pembuluh darah di kaki menjadi sempit dan mengeras sehingga menyebabkan sirkulasi (aliran darah) yang buruk.

Kondisi diabetes dengan sirkulasi darah yang buruk dapat membuat kaki diabetes kurang mampu melawan infeksi dan tak mempunyai efek penyembuhan.

Jika infeksi telah masuk ke tulang, maka Dokter akan membedah atau mengamputasi bagian yang busuk, jika tak ada jalan lain.

Harus kaki saya diamputasi

Sirkulasi darah yang buruk dan kerusakan saraf terkait dengan penyakit diabetes melitus yang dapat menyebabkan infeksi serius yang sangat sulit untuk diobati.

Seringkali, kaki adalah tempat pertama pada semua masalah. Ketika Anda kehilangan kepekaan dan kemampuan untuk merasakan sesuatu pada jari-jari kaki dan kaki, cidera atau luka yang terjadi tidak akan anda sadari, bahkan cedera ringan sekalipun.

Cidera ringan seperti luka kecil atau lecet, dapat berkembang menjadi ulkus, gangren dan infeksi serius. Infeksi pada kaki dapat menyebar sampai ke seluruh bagian kaki.

Kadang-kadang, infeksi yang terlalu parah memungkinkan jari-jari kaki, kaki, dan mungkin bagian dari kaki harus diamputasi.

Amputasi dilakukan ketika upaya untuk menyembuhkan luka busuk di kaki untuk menyelamatkan seluruh bagian kaki tidak berhasil. Jika amputasi dibatalkan, maka infeksi yang menyebabkan kerusakan jaringan yang lebih luas.

Jika luka infeksi bisa disembuhkan, atau dokter memberikan sinyal bahwa luka bisa disembukan untuk waktu ke depan, kadang operasi lebih lanjut tidak diperlukan.

Namun, infeksi yng serius dapat mengancam jiwa. Dalam kasus ini, perlakuan amputasi dengan terpaksa dilakukan dengan tujuan untuk menyelamatkan hidup pasien.

Dari banyak kasus, amputasi bertujuan untuk mengurangi rasa sakit parah di bagian lain yang terkait dengan infeksi, serta untuk menghentikan potensi infeksi.

Memiliki kaki yang diamputasi adalah traumatis bagi semua orang ketika mereka kehilangan salah satu anggota badan yang berarti ada perubahan citra pada tubuh utama.

Mungkin, Anda akan berduka akibat kehilangan bagian tubuh yang sangat berarti untuk Anda.

Jika Anda ingin curhat, berbicara dengan dokter Anda tentang konseling emosional. Atau, Anda juga mungkin bisa curhat atau berbagi rasa seseorang yang telah memiliki amputasi.

Cara mencegah amputasi

Siapapun yang pernah memiliki tingkat gula darah yang tinggi akan berisiko untuk komplikasi kaki diabetik. Pernyataan ini mungkin sederhana dan penting untuk Anda mengetahuinya.

Bahkan, jika selama kehamilan Anda telah memiliki tingkat gula darah tinggi maka Anda wajib memantau kaki Anda sendiri.

Penderita diabetes dengan diet yang dikendalikan pun harus memperhatikan kondisi kaki mereka, baik itu orang dewasa atau orang muda. Mereka memiliki kaki yang berisiko komplikasi diabetes.

KOnsep sederhana: Jika Anda pernah diberitahu bahwa Anda berisiko terkena diabetes, Anda perlu mempertimbangkan kaki Anda dan memantau untuk mencegah cedera.

Berikut beberapa informasi terkait dengan pemantauan kaki untuk menghindari segala resiko komplikasi kaki diabetik yang berhujung dengan amputasi.

1. Periksa kaki Anda setiap hari, rutin

Memeriksa semua anggota kaki, termasuk bagian bawah. JIka kesulitan, gunakan bantuan cermin. Perhatikan setiap perubahan bentuk kaki atau warna, rasa, sensasi, daerah yang sakit atau integritas kulit perlu dievaluasi.

Memantau perubahan warna kaki adalah penting karena membantu menunjukkan perubahan dalam aliran darah ke kaki.

Warna gelap atau hilangnya rambut dapat menunjukkan bahwa pasokan darah mengalami penurunan. Kurang pasokan darah ke kaki dapat berarti penyembuhan lebih lambat jika luka atau lecet.

Memar menunjukkan cedera. Terutama memar atau luka yang ditemukan selama pemeriksaan kaki tanpa ANda sadari. Sangat penting untuk menunjukkan kondisi tersebut ke dokter untuk segera mendapatkan perawatan.

Untuk memantau tingkat kepekaan dan sensasi, gunakan bulu atau tisu wajah untuk menguji kemampuan kaki dalam merasakan sentuhan ringan.

Uji kaki ANda untuk merasakan perbedaan antara air panas / hangat dan dingin, aPakah ada hilangnya sensasi suhu.

2. Memakai sepatu protektif, jangan memakai sandal.

Ini bertujuan untuk mencegah luka pada kaki dan jari-jari kaki karena kadang kaki mungkin “mati rasa,” sehingga mengalami penurunan progresif dalam kemampuan untuk merasakan sentuhan ringan dan kondisi suhu.

3. Luka perlu dipantau.

Ketika luka membutuhkan waktu lama untuk pengobatan, kaki menjadi berisiko infeksi, ulkus, gangren dan kerusakan lebih lanjut pada jaringan lokal dan tulang.

Ada perban khusus dan salep yang dapat digunakan untuk membantu menyembuhkan luka diabetes dan secara bersamaan mencegah kerusakan permanen. Anda bisa menghubungi dokter untuk mendapatkan informasi lebih lanjut.

4. Perhatikan perubahan kulit kaki.

Diabetes dapat menyebabkan perubahan kulit kaki Anda. Kaki Anda bisa menjadi sangat kering. kulit bisa mengelupas dan retak. Ini terjadi akibat saraf yang mengontrol minyak dan kelembaban di kaki Anda tidak lagi bekerja.

Setelah mandi, keringkan kaki Anda dan beri krem pelembab dari resep dokter. Jangan menaruh minyak atau krim antara jari-jari kaki Anda secara berlebihan. Kelembaban ekstra dapat menyebabkan infeksi akibat jamur dan bakteri.

5. Merawat kapalan.

Kaki kapalan terjadi lebih sering dan lebih cepat mengembangkan kaki diabetik. Hal ini karena ada daerah tekanan tinggi di bawah kaki. Kaki yang kapalan jika tidak dipangkas akan menjadi sangat tebal, memecah, dan berubah menjadi ulkus (luka terbuka).

Namun, jangan pernah mencoba untuk memotong kaki kapalan sendiri – ini dapat menyebabkan infeksi. Biarkan dokter memotong kapalan Anda.

Atau, jangan mencoba untuk menghilangkan kapalan dengan bahan kimia, atau produk-produk yang tidak direkomendasikan. Produk-produk ini dapat membakar kulit Anda.

6. Mencegah sirkulasi darah yang buruk.

Anda dapat mengontrol untuk beberapa hal yang menjadi sebab aliran darah yang buruk. Jangan mer0k0k, mer0k0k akan membuat arteri mengeras lebih cepat.

KOmbinasi antara mer0k0k dengan diabetes akan megembangkan resiko komplikasi kaki diabetik adalah 2 kali lebh cepat ketimbang orang diabetes tak mer0k0k. Kebanyakan, orang penyandang diabetes melitus yang membutuhkan amputasi adalah per0kok.

Ikuti saran dokter untuk menjaga tekanan darah dan kolesterol di bawah kontrol. Jika tekanan darah dan tingkat kolesterol Anda normal, maka resiko sirkulasi darah yang buruk bisa dicegah.

Jika kaki Anda dingin, jangan menghangatkan kaki dengan air panas, botol berisi air panas, bantalan pemanas atau mendekatkan kaki pada api.

Semua ini dapat menyebabkan kerusakan saraf dan kerusakan pembuluh darah. Cara terbaik untuk membantu kaki dingin adalah untuk memakai kaus kaki hangat.

7. Olah raga jalan sehat.

Beberapa orang dengan diabetes merasakan sakit di betis ketika mereka latihan jalan cepat, naik bukit, atau berjalan pada permukaan yang keras seperti jalan bebatuan atau penuh kerikil.

Kondisi ini disebut klaudikasio intermiten. Berhenti untuk beristirahat selama beberapa menit untuk mengakhiri rasa sakit. Jika Anda memiliki gejala-gejala tersebut, Anda harus berhenti mer0kok.

Latihan atau olahraga dengan jalan sehat, akan meningkatkan kualitas sirkulasi darah. Selain itu, juga merangsang aliran darah di kaki dan seluruh bagian kaki. Saat latihan, gunakan sepatu yang pas, dan nyaman.

Periksa dahulu sepatu sebelum dipakai, pastikan tak ada kerikil atau benda asing lain yang masuk ke sepatu Anda. Semoga bermanfaat.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Diabetes Neuropati #Komplikasi Diabetes #Komplikasi Diabetes Tipe 1 #Komplikasi Diabetes Tipe 2