Diabetes Gusi Bengkak Dan Berdarah

354 views

Gusi Bengkak Karena Diabetes. Diabetes Gusi Bengkak dan Berdarah. Diabetes bisa disebabkan Karena Penyakit Periodontitis. Penyakit gusi bengkak juga terkait diabetes tipe 2. Apa hubungan diabetes dengan penyakit periodontitis?

Hubungan Antara Diabetes dan gusi bengkak

Menurut peneltian, penyakit periodontitis meningkatkan kadar sitokin inflamasi dan lipid serum. Sitokin ini dapat menghasilkan sindrom resistensi insulin dan mulai menghancurkan sel beta pankreas yang mengarah ke perkembangan diabetes melitus.

Penelitian itu dilakukan di Marquette University. Pendapat ini juga diperkuat oleh American Academy of Periodontology yang mengatakan bahwa penyakit periodontal sering dianggap komplikasi dari penyakit diabetes melitus.

Orang-orang non-diabetes pun sangat berisiko diabetes jika mereka memiliki penyakit gusi bengkak dan berdarah. Sehingga dikatakan, gusi bengkak dan diabetes saling berkaitan.

Hubungan antara gusi berdarah dan diabetes, adalah bahwa keduanya menyebabkan peradangan, tidak hanya secara lokal, tetapi juga memengaruhi seluruh tubuh.

Sitokin inflamasi seperti interleukin 1 dan tumor necrosis factor mengintervensi pembuluh darah, menciptakan bekas luka kecil dan menciptkan plak yang memblokir akses peredaran darah.

Penyumbatan itu terkait erat dengan munculnya penyakit jantung, penyakit ginjal, dan stroke, semua itu juga terkait dengan komplikasi diabetes melitus

Sebuah studi dari Bangalore, India, telah meneliti sebanyak 200 orang, separuhnya mengalami stroke baru atau serangan jantung.

Peneliti juga mengontrol riwayat keluarga dengan stroke, diet buruk, merok0k dan konsumsi alk0hol, diabetes, hipertensi, kadar kolesterol serum total, dan tingkat pendidikan. Mereka mempunyai penyakit gusi berdarah yang lebih buruk.

Seiring dengan peradangan, penyakit periodontal tersebut menciptakan penyakit diabetes melitus. Infeksi gusi dapat meningkatkan kadar glukosa darah. Pada saat yang sama, glukosa darah tinggi membuat lebih sulit untuk melawan infeksi.

Glukosa tinggi memberi efek untuk melemahkan sel-sel darah putih yang disebut “neutrofil,” sehingga tidak bisa mematikan kuman.

Gusi bengkak dan diabetes juga telah meningkatkan risiko disfungsi er3ksi ( ED ). Kasus ini sudah sangat umum pada pria dengan penyakit diabetes melitus.

Tapi, jika orang-orang berisiko gusi bengkak dan diabetes yang diobati, mereka mendapat kemampuan untuk er3ksi kembali.

Patofisiologi gusi bengkak karena diabetes

Penyakit ini menjangkit pada orang tua dan anak muda. Penyakit gusi berdarah adalah gangguan akibat infeksi pada gusi dan tulang yang menyangga gigi.

Akibat perubahan pembuluh darah yang terjadi pada diabetes, efisiensi aliran nutrisi dan pembuangan limbah dari jaringan tubuh menjadi terganggu.

Sirkulasi darah yang terganggu ini dapat melemahkan gusi dan tulang, sehingga membuat mulut lebih rentan terhadap infeksi.

Selain itu, jika kontrol diabetes yang buruk, kadar glukosa tinggi dalam cairan mulut akan memicu pertumbuhan bakteri yang dapat menyebabkan penyakit gusi.

Di sisi lain, penyakit periodontal yang tidak terkontrol juga dapat membuat lebih sulit penderita untuk mengontrol diabetes.

Mer0kok merupakan kebiasaan buruk yang berbahaya bagi kesehatan mulut untuk orang-orang diabetes, bahkan juga untuk orang-orang tanpa diabetes.

Namun, orang dengan diabetes yang mer0kok berada pada risiko yang lebih besar untuk penyakit gusi berdarah daripada orang yang tidak memiliki diabetes.

Sitokin inflamasi dan tumor necrosis merupakan simbiosis penyebab gusi berdarah pada orang non-diabetes. KOndisi ini akan meningkatkan peradangan yang memblokir sirkulasi darah.

Sirkulasi darah yang buruk dan sitokin akan memicu penyakit kardiovaskuler, sindrom resistensi insulin, gagal ginjal hingga penyakit diabetes tipe 2.

Gejala gusi bengkak akibat diabetes

National Diabetes Information Clearinghouse memberikan petunjuk mengenai gejala penyakit gusi termasuk berikut:

– Pendarahan di mulut distimulasi oleh menyikat gigi dan / atau flossing
– Gusi bengkak, merah dan sakit
– Gusi menyusut
– Gigi mudah lepas, sensitif, terasa longgar, dan timbul rasa ngilu
– Ada nanah di antara gigi dan gusi
– Timbul bau mulut yang tak sedap
– Merasa beda saat mengigit

Namun kadang, gejala awal penyakit gusi tak menunjukkan gejala. Dan penyakit periodontitis hadir dengan tiba-tiba. Jika Anda memiliki gejala-gejala tersebut, segera kunjungi dokter gigi atau periodontist.

Dan perlu diingat, jika Anda memiliki gusi berdarah dan diabetes, risiko akan menjadi lebih buruk yang bisa menghadirkan komplikasi diabetes melitus, jika tak segera ditangani.

Penyebab gusi bengkak

Faktor-faktor penyebab meningkatkan risiko gusi bengkak dan berdarah :

– Tingkat kadar glukosa darah tinggi
– Tidak menjaga kebersihan mulut
– Mer0kok, ini memperburuk sirkulasi darah dan mengeraskan arteri.
– Infeksi virus
– Obat-obat tertentu – termasuk beberapa obat tekanan darah juga dapat meningkatkan risiko.
– Mempunyai riwayat medis terkait dengan kekebalan tubuh- seperti penyakit Addison atau HIV

Penanganan diabetes dan gusi bengkak

Program kesehatan gigi yang tepat termasuk teratur menyikat gigi dan flossing dapat mencegah masalah gusi. Mengelola dengan baik gula darah juga akan membantu mengurangi risiko pengembangan periodontitis.

Berikut adalah penanganan dan pengobatan periodontitis

1. Menjaga kebersihan mulut

Mengobati gusi berdarah akan melibatkan menjaga kebersihan mulut dan menjaga kadar gula darah. Berhenti mer0kok sangat dianjurkan untuk mencegah kerusakan lebih lanjut.

2. Flossing gigi Anda

Menyikat gigi dua kali sehari pada pagi dan malam dilanjut flossing gigi setiap hari dapat membantu untuk menjaga gigi Anda bersih. Mouthwash juga mungkin dianjurkan oleh dokter gigi Anda dan Anda mungkin perlu mengunjungi dokter gigi.

3. Gunakan antibiotik

Pengobatan dengan antibiotik atau obat penghilang rasa sakit dapat diresepkan untuk mengobati gingivitis ulseratif necrotising akut.

Pembedahan mungkin diperlukan jika penyakit gusi parah sulit disembuhkan. Periodontitis parah mungkin memerlukan pembedahan untuk mengangkat atau mengganti jaringan gusi.

Pencegahan

Berikut adalah beberapa tips untuk Anda dalam merawat gusi dan gigi untuk mencegah gangguan periodontal, yaitu

– Perbanyak minum air putih
– Hindari kafein.
– Hindari makanan pedas atau asin.
– Hindari r0kok dan alk0hol.
– Mengunyah permen karet tanpa gula atau permen tanpa gula untuk meningkatkan air liur.

Tips merawat gigi diabetes

– Menyikat gigi dua kali sehari dengan lembut, sikat nilon halus dengan bulu bulat dan pasta gigi fluoride.
– Gunakan sikat kecil, gerakan melingkar. Hindari menekan keras pada gusi.
– Sikat lidah Anda setiap kali menyikat gigi.
– Sikat selama sekitar tiga menit untuk membersihkan semua gigi dan gusi dengan baik.
– Sikat bagian atas, belakang, dan depan masing-masing gigi.
– Bilas setelah flossing.

Yang lebih penting, kunjungi dokter gigi karena mereka adalah bagian dari tim manajemen diabetes melitus Anda. Selain itu, uji tes diabetes Anda, seperti tes A1C atau tes glukosa darah puasa Anda, ini dapat membantu dokter gigi menjadi lebih baik saat mengelola gigi Anda.

Jika Anda sulit mengontrol penyakit gusi akibat diabetes Anda, minta dokter gigi untuk antibiotik sebelum dan sesudah perawatan gigi. Semoga bermanfaat.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Komplikasi Diabetes #Komplikasi Diabetes Tipe 2