Manfaat Habbatussauda Untuk Obat Diabetes

418 views

Habbatussauda obat diabetes. Manfaat Habbatussauda Untuk Mencegah Komplikasi Diabetes. Berapa dosis habbatus sauda untuk obat diabetes?

Habbatussauda adalah ramuan tradisional yang sudah digunakan selama ribuan tahun oleh orang-orang dari Timur Tengah, Afrika bahkan hingga Asia untuk mengobati berbagai penyakit dan mempromosikan kesehatan mereka.

Hal ini karena, habbatussauda dikenal mempunyai sifat kuratif dalam pengobatan berbagai penyakit. Habbatussauda sangat membantu dalam memperbaiki sistem pencernaan, mendongkrak metabolisme tubuh, dan mampu menurunkan kadar gula darah sehingga cocok untuk obat DM Tipe 2.

Peran habbatussauda obat diabetes

Habbatussauda diperoleh dari polong tanaman Nigella sativa. Biji habbatussauda mengandung minyak, alkaloid dan minyak atsiri seperti thymoquinone dan thymohydroquinone. Minyak atsiri pada biji habbatussauda inilah yang berperan untuk obat diabetes.

Biasanya, habbatussauda yang dijual di apotik sudah dikemas sebagai suplemen yang tersedia dalam bentuk kapsul, bubuk dan minyak.

Untuk mendapatkan minyak atsiri, biji habbatussauda harus diekstrak lebih dulu.

Bukti penelitian tentang manfaat habbatus sauda untuk penderita diabetes

Menurut sebuah penelitian, ekstrak habbatussauda dipercaya bisa menghambat penyerapan glukosa di dalam usus.

Studi lain mengungkapkan bahwa, kandungan minyak mentah dari ekstrak habbatussauda bisa mengurangi kerusakan sel beta di pankreas dimana sel beta ini berperan dalam produksi insulin. Ini dapat menurunkan risiko diabetes tipe 1, kata studi tersebut.

Sebuah artikel dalam Journal of Endocrinology and Metabolism menegaskan bahwa, kandungan habbatussauda yaitu thymoquinone dapat mencegah perkembangan diabetes tipe 1 dan meningkatkan sensitivitas insulin dari sel-sel hati. Tentu saja ini sangat memberi manfaat lebih untuk membantu mencegah diabetes tipe 2.

Selain itu, ekstrak habbatussauda juga memiliki aktivitas antioksidan yang bekerja signifikan dan dinilai mampu melindungi sel-sel pankreas terhadap efek berbahaya dari radikal bebas.

Habbatussauda dianggap “Pengobatan Nabi” dan sebagai salah satu anugrah terbesar dari pengobatan setelah kedokteran.

Sejarah telah banyak membuktikan bahwa habbatussauda telah banyak digunakan sebagai obat antihipertensi, penyakit liver, diuretik, gangguan pencernaan, anti-diare, penambah nafsu makan, analgesik, anti-bakteri, gangguan kulit dan berbagai penyakit lain, seperti penyakit diabetes melitus.

Studi ekstensif pada habbatussauda juga telah dilakukan oleh berbagai peneliti dengan spektrum yang luas tindakan farmakologis dan telah dieksplorasi tentang manfaat kandungan habbatussauda sebagai antidiabetes, antikanker, imunomodulator, analgesik, antimikroba, anti-inflamasi, spasmolitik, bronkodilator, hepato-proteksi, proteksi ginjal, sifat antioksidan, dll

Karena kekuatan penyembuhan tersebut, habbatussauda telah mendapat peringkat tinggi di antara obat-obatan tradisional yang berdasarkan memberi bukti banyak untuk berbagai penyembuhan penyakit.

Hal ini juga mengungkapkan bahwa sebagian besar sifat terapeutik dari tanaman ini adalah karena adanya kandungan thymoquinone yang merupakan komponen bioaktif utama dari minyak atsiri habbatussauda.

Habbatussauda mencegah komplikasi diabetes

Kandungan thymoquinone pada ekstrak biji habbatussauda dinyatakan mampu menekan stres oksidatif dan proliferasi ginjal yang disebabkan oleh minyak terhidrogenasi yang teroksidasi dari makanan yang kita makan. Makanan yang mengandung minyak terhidrogenasi juga bisa menjadi sebab stres oksidatif di hati.

Stres oksidatif memainkan peran penting dalam pengembangan komplikasi diabetes tipe 2, baik mikrovaskuler maupun kardiovaskular. Stres oksidatif juga memperburuk penyakit ginjal sebagai salah satu komplikasi utama dari penyakit diabetes melitus. Habbatussauda dinilai mampu untuk mencegah kondisi ini.

Dosis habbatus sauda untuk obat diabetes dan cara menggunakan

Dalam sebuah studi pada tahun 2010, telah diteliti pengaruh habbatussauda pada kontrol gula darah pasien dengan diabetes mellitus tipe 2.

Habbatussauda dengan dosis 2 gram / hari menyebabkan penurunan yang signifikan pada glukosa darah puasa, 2 jam pada postprandially, dan glikosilasi hemoglobin (HbA1c) tanpa perubahan signifikan dalam berat badan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 2 gram / hari dari penggunaan habbatussauda bermanfaat untuk menurunkan gula darah pada pasien diabetes tipe 2.

Untuk mengambil dosis minyak habbatussauda, 3 sendok makan minyak habbatussauda per hari mungkin dikatakan sebagai dosis aman. Gunakan minyak habbatussauda secara bertahap. Jangan mengambil minyak habbatussauda pada saat perut Anda kenyang.

Untuk hasil yang lebih baik, campur minyak habbatussauda dengan cairan lain. Kebanyakan orang mencampurnya dengan madu atau jus, tetapi jika Anda penderita diabetes Anda mungkin ingin mencampurnya dengan yogurt, dan makan satu jam sebelum makan.

Efek samping habbatus sauda bagi penderita diabetes

Meskipun disarankan untuk menggunakan hababtussauda untuk pengobatan dan mencegah komplikasi, penderita diabetes harus waspada terhadap adanya potensi efek samping, meski belum ada penelitian ekstensif tentang efek samping dari penggunaan habbatussauda untuk obat diabetes.

Tetapi dalam ada beberapa kasus alergi seperti ruam dan dermatitis pada kulit pada pasien setelah penggunaan minyak biji hitam yang dioleskan sebagai salep.

Peringatan tentang efek samping habbatussauda

– Jangan menggunakan habbatussauda jika Anda sedang hamil, sebab hababtussauda dapat memperlambat atau menghentikan kontraksi uterus.

– Jika Anda memiliki masalah tekanan darah rendah Anda harus menghindari hababtussauda karena dapat menurunkan tekanan darah

– Jangan mencampur habbatussauda dengan obat khusus pengencer darah. Jika Anda memiliki gangguan perdarahan, sebaiknya hindari mengonsumsi habbatussauda sebab akan membuat gangguan perdarahan yang lebih buruk

– Penderita diabetes harus ekstra hati-hati saat hendak mengonsumsi habbatussauda karena karena akan menurunkan glukosa darah.

Jadi, jangan mencapur habbatussauda dengan obat penurun gula darah seperti seperti metformin, atau insulin. Ini mungkin akan membuat hipoglikemik ke tingkat berbahaya

– Jika Anda akan menjalani operasi bedah, hentikan mengambil habbatussauda setidaknya dua minggu sebelum operasi. Sebab, ini dapat meningkatkan kemungkinan perdarahan, dapat meningkatkan rasa kantuk, dan mungkin mengganggu kontrol gula darah pada anestesi selama dan setelah operasi.

Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi Dokter Anda untuk mendapatkan semua info hal terkait pengobatan diabetes dengan habbatussauda, termasuk efek samping, dosis dan cara penggunaan habbatussauda yang benar untuk mengelola diabetes ANda. Semoga bermanfaat.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Pengobatan Alternatif #Pengobatan Diabetes