Apakah Penderita Diabetes Bisa Hamil Normal

350 views

Apakah Penderita Diabetes Bisa Hamil? Apakah Wanita Diabetes Bisa Hamil Seperti Wanita Normal Lainnya? Apakah diabetes menyebabkan kemandulan bagi wanita atau pria? Bagaimana cara mengatasi?

Resiko infertilitas baik pria dan wanita penderita diabetes, itu tergantung dari tingkat kontrol diabetes mereka.

Jika mereka bisa mengontrol resistensi insulin dan obesitas, maka tingkat resiko kemandulan bisa diatasi, dan wanita hamil diabetes bisa mendapatkan kelahiran bayi dengan normal.

Menurut Dr. Carol Levy, MD, CDE, direktur medis senior endokrinologi untuk Novo Nordisk dan endokrinologi mengatakan bahwa penyakit diabtes melitus  mungkin memiliki peran terhadap infertilitas, namun tidak secara langsung.

Kontrol diabetes yang buruk bisa menciptakan kondisi tubuh seseorang untuk mengalami infertilitas, baik itu pria atau wanita.

Seorang wanita mungkin sulit atau belum waktunya untuk hamil karena tubuh mereka tidak melihat lingkungan yang sesuai untuk hamil.

Karena, proses konsepsi membutuhkan waktu tertentu, masa pembentukan telur, kualitas sperma yang kuat, dan keadaan tubuh yang ramah untuk memelihara kehamilan selama empat puluh minggu atau lebih ke depan.

Penyebab penderita diabetes tidak bisa hamil normal

Menurut Dr. Tommaso Falcone, seorang Profesor dan Ketua Departemen Obstetri-Ginekologi di Klinik Cleveland, mengatakan bahwa peran insulin bisa memengaruhi kehamilan.

Insulin adalah hormon. Ketika seseorang memiliki diabetes, atau segala bentuk resistensi insulin, otomatis mereka memiliki ketidakseimbangan hormon termasuk estrogen, progesteron dan kadar testosteron.

Ketidakseimbangan hormon ini dapat menyebabkan berbagai efek samping, mulai dari kista ovarium hingga disfungsi er3ks1 dan infertilitas.

Dr. Falcone juga mengatakan bahwa sebagian besar kasus infertilitas, apakah itu terkait dengan komplikasi diabetes atau tidak, kasus infertilitas tersebut dapat diobati.

Dalam banyak kasus di mana infertilitas terkait dengan tingkat resistensi insulin, bahwa dengan memperbaiki ketidakseimbangan hormon ini biasanya cukup untuk menghasilkan kehamilan yang normal dan sukses.

Menurutnya, obesitas dan resistensi insulin adalah dua faktor paling umum yang menyebabkan diabetes tipe 2 untuk perempuan.

Dari banyak pasien wanita obesitas dengan diabetes yang didiagnosis, telah ditemukan sindrom ovarium polikistik (PCOS) dan Sindrom X dysmetabolic.

PCOS ini dikenal sebagai salah satu penyebab paling umum dari wanita diabetes sulit hamil normal.

Anovulasi (kegagalan ovulasi) adalah penyebab dari kasus infertilitas wanita, dan PCOS menjadi penyebab paling umum dari anovulasi.

Ini berarti bahwa PCOS bisa menjadi aktor utama pada sekitar seperlima dari semua kasus diabetes dengan infertilitas.

Dari orang-orang didiagnosis dengan diabetes melitus tipe 2, sekitar 80% sampai 90% juga didiagnosis sebagai obesitas. Fakta ini memberikan petunjuk yang menarik tentang hubungan antara diabetes, obesitas dan infertilitas.

Sedangkan menurut ADA, menjelaskan bahwa diabetes belum tentu menyebabkan infertilitas. Tetapi, diabetes akan menghalangi proses kehamilan.

Dalam banyak kasus terutama di kalangan penderita diabetes sulit hamil, mereka tidak mengontrol diabetes sendiri dengan benar. Sebaliknya, para wanita yang mengontrol diabetes secara ketat mereka bisa mendapat kehamilan.

Seorang wanita dengan tinggi kadar glukosa darah, mereka mengalami kehamilan yang normal. Sayangnya, status diabetes nya mencegah proses pembentukan embrio yang ditanam di dalam rahim, dan menyebabkan keguguran sebelum menyadari bahwa dia hamil.

Baca: Panduan Gula Darah Selama Kehamilan

Dalam kasus ini, diabetes tidak mencegah pembuahan atau menyebabkan infertilitas, tetapi diabetes mencegah kehamilan yang sedang berlangsung.

Dari data statistik yang dirilis oleh ADA dilaporkan bahwa kadar glukosa yang tinggi dapat meningkatkan kemungkinan seorang wanita diabetes hamil mengalami keguguran pada 30-60%.

Ketidaksuburan pria

Diabetes tipe 1 menyebabkan infertilitas pada pria melalui beberapa cara, yaitu:

1. Disfungsi er*ksi

Disfungsi er*ksi ( ED ) adalah masalah umum yang terkait dengan diabetes yang menyebabkan kesulitan untuk mendapatkan atau mempertahankan er*ksi.

KOndisi ini disebabkan oleh komplikasi neuropati diabetik (kerusakan saraf) dan sirkulasi darah yang buruk. DE biasanya sebagai akibat kontrol diabetes yang kurang baik atau diabetes yang sejak lama.

Tingginya kadar glukosa darah, tekanan darah dan kolesterol yang semuanya terkait dengan peningkatan risiko ED. Dengan diabetes bawah kontrol, menghindari alk0h0l dan berhenti mer0k0k dapat membantu mengurangi efek dari ED.

2. Ej4kulasi terbelakang (ET)

Kurangnya sensitivitas saraf adalah salah satu masalah yang dapat mempengaruhi kemampuan untuk ej4kulasi. ET, tertunda dan gangguan ejakulasi adalah istilah yang menggambarkan kesulitan dalam mencapai ej*kul4si.

ET juga dapat disebabkan atau dipengaruhi oleh masalah psikologis, usia dan oleh obat-obatan tertentu. Jika gangguan ej4kulasi dsebabkan masalah psikologis maka pengobatan, bisa melalui konseling atau terapi psikose*sual.

3. Ej4kulasi retrograde (ER)

ER kerap terjadi pada pria diabetes. KOndisi ini terjadi ketika sperma memasuki kandung kemih bukannya muncul melalui org4sm

Meskipun Anda masih bisa mencapai klimaks, namun ej4kul4si sangat sedikit atau bahkan tidak ada air sp3rm4. Hal ini kadang-kadang disebut org4sme kering atau ER. ER tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan infertilitas pada pria diabetes.

ER disebabkan oleh neuropati otonom diabetik dimana kondisi ini ketika saraf tidak dapat mengontrol otot-otot kandung kemih dari penutupan pada titik ejakulasi, sehingga air sp3rma memasuki kandung kemih, tidak keluar melalui alat g3nital.

4. Kualitas sp3rm4 berkurang

Penelitian menunjukkan bahwa diabetes dapat menyebabkan kualitas sp3rma berkurang tetapi diabetes tidak mempengaruhi motilitas sp3rma (kemampuan sperm4 untuk bergerak menuju sel telur) atau menyebabkan infertilitas sebagai titik akhir. Tetapi kualitas sperma memengaruhi proses pembuahan.

Menurut banyak penelitian, obesitas telah dikaitkan dengan diabetes dan resistensi insulin. Ada bukti lain yang meyakinkan bahwa obesitas dapat mempengaruhi motilitas sp3rm4 dan menunjukkan bahwa obesitas berhubungan dengan konsentrasi sp*rma berkurang.

Tips untuk penderita diabetes bisa hamil

Jika Anda, atau keluarga ANda, atau teman Anda adalah seseorang yang menderita diabetes, biarkan mereka tahu bahwa masih ada harapan untuk sembuh.

Lebih dari 80% dari semua kasus infertilitas dapat disembuhkan dengan obat dan hampir sepertiganya tidak memerlukan pengobatan selain apa yang dapat dilakukan untuk diri mereka sendiri, seperti:

– Diet sehat dan olah raga yang tepat merupakan sebuah solusi.
– Dapatkan berat badan ke tingkat normal (jika Anda lebih gemuk, maka akan semakin sulit untuk mengontrol kadar glukosa darah)
– Dapatkan tingkat A1C dibawah 6,5 sebelum mencoba untuk hamil
– Mengontrol kadar gula harian Anda selama 3-6 bulan (semakin lama semakin baik) untuk memberikan tubuh Anda kesempatan untuk mempersiapkan kehamilan.
– HIndari r0k0k dan alk0h0l
– Perbanyak minum air putih

Kunci keberhasilan, bekerja sama dengan ahli endokrinologi dan dokter kandungan untuk memastikan bahwa kadar glukosa Anda tetap stabil pada bulan pertama sebelum mencoba untuk hamil, serta bulan-bulan berikut selama kehamilan.

Baca: Tips Diet Selama Kehamilan

Kunjungi ahli diet untuk rencana dan dedikasi diet yang benar dan sehat, kemungkinan Anda akan bisa mengatasi infertilitas, meskipun didiagnosis diabetes. Semoga artikel ini memberi informasi yang bermanfaat. Salam

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Diabetes Dan Kehamilan #Kehamilan