Diabetes Bisa Menyebabkan Keguguran, Jika

349 views

Diabetes keguguran. Bagaimana diabetes bisa menyebabkan keguguran? Bagaimana mencegah keguguran untuk ibu diabetes hamil?

Jika Anda seorang wanita dengan diabetes, mungkin Anda bisa mendapatkan kehamilan dengan mudah, atau mungkin sulit dan butuh banyak usaha untuk mendapatkannya.

Namun, satu resiko untuk wanita dengan diabetes ketika mendapat kehamilan, justru mengalami keguguran. Suatu kejadian yang tak direncana dan sangat menyedihkan

Keguguran juga disebut aborsi spontan, bisa terjadi pada siapapun baik diabetes maupun non diabetes. Akan tetapi, resiko keguguran bagi wanita dengan diabetes adalah lebih tinggi ketimbang wanita non-diabetes.

Namun, mempelajari tanda-tanda kehamilan adalah suatu masalah penting, tak peduli apapun riwayat medis Anda.

Jika Anda pernah mengalami keguguran, hal tersebut tidak menghalangi perempuan untuk hamil di lain waktu untuk memiliki bayi yang sehat.

Hubungan diabetes dan keguguran

Dalam banyak kasus, jika A1c paada wanita diabetes hamil berada dalam jangkauan prakonsepsi yang direkomendasi, diabetes kemungkinan tidak akan menyebabkan keguguran.

Hiperglikemia atau gula darah yang tinggi secara terus menerus adalah salah satu yang menyebabkan aborsi spontan / keguguran.

Menurut Dr Jovanovic, jika kadar glukosa darah yang tinggi pada awal dan selama kehamilan, embrio tidak membentuk dengan benar dan ada peningkatan laju kehamilan kosong (blighted ovum).

Jika kadar glukosa darah normal pada saat pembuahan, tidak ada peningkatan risiko.

Dr. Tamara  menambah pendapat bahwa pada penyakit diabetes melitus tipe 1 dan tipe 2 terjadi peningkatan risiko keguguran, terutama dengan kontrol glikemik yang buruk atau kurang optimal.

Obat terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah rajin dan kontrol secara kompulsif sebelum masa konsepsi. Setelah pembuahan terjadi, kontrol yang lebih baik akan menghasilkan yang terbaik.

Faktor penyebab diabetes keguguran

Menurut Dr Nanette Santoro, MD, profesor dan direktur Divisi Endokrinologi Reproduksi dan infertilitas di Albert Einstein College of Medicine, mengatakan bahwa faktor-faktor lain sebagai penyebab keguguran pada wanita diabetes hamil adalah termasuk adanya sindrom polikistik ovarium (PCOS)

Wanita diabetes dengan PCOS memiliki tingkat konsisten yang lebih tinggi untuk mengalami keguguran daripada populasi umum.

Karena, wanita penderita diabetes hamil lebih mungkin untuk memiliki siklus tidak teratur, siklus ovulasi yang kurang subur, memiliki tingkat hormon yang tak seimbang, dan beberapa kondisi yang mungkin tidak cukup mendukung kehamilan.

Dr Carol Levy juga menambah pendapat tentang adanya kemungkinan gangguan vaskular. Pada wanita hamil dengan diabetes tipe 1 atau tipe 2 mungkin tidak memiliki plasenta yang memadai, dan ini dapat mempengaruhi sirkulasi darah. Sebab itulah mengapa mereka mendapatkan pemantauan janin secara ketat.

Pemeriksaan fisik

Uji nonstress perlu dilakukan sebagai ukuran meski tidak langsung tentang bagaimana plasenta berfungsi. Jika denyut jantung bayi tidak meningkatkan jumlah untuk durasi waktu tertentu, mungkin ada masalah dengan plasenta.

Karena itu, meskipun kontrol glukosa secara ketat mungkin bisa menghilangkan potensi masalah yang berhubungan dengan penyakit pembuluh darah, namun wanita dengan tes A1c rendah masih harus mendapatkan pemantauan janin yang lebih luas.

Mencegah diabetes keguguran

Jika Anda pernah mengalami keguguran dengan lebih dari dua atau tiga kali, Anda dianggap seseorang dengan keguguran yang berulang. Kondisi Ini akan meningkatkan resiko infertilitas atau berisiko kemandulan yang tinggi.

Potensi penyebab semua wanita yang sering mengalami aborsi spontan termasuk cacat kromosom, infeksi, demam tinggi, ketidakseimbangan hormon, masalah autoimun (seperti diabetes tipe 1), kelainan anatomi pada rahim atau leher rahim, dan darah yang tidak kompatibel atau masalah imunologi di mana tubuh menyerang sel-sel embrio atau plasenta.

Maka dari itu, penting bagi ibu diabetes hamil untuk mempelajari semua tentang upaya mencegah keguguran, seperti

1. Mengenal tanda-tanda keguguran.

Ini termasuk perdarahan pada area g3nital (darah warna coklat, merah muda, atau merah), kram perut, dan kurang peka terhadap tanda-tanda kehamilan yang Anda rasakan sebelumnya, seperti sensitivitas p4yudar* atau makanan dan aroma sensitif (seperti perasaan mual dan kelelahan, biasanya mereda sekitar 10 sampai 12 minggu kehamilan).

Sebaiknya, Anda selalu menghubungi dokter atau bidan jika Anda melihat masalah ini.

2. Mengelola diabetes

Mengelola diabetes meskipun Anda tidak berencana untuk hamil. Jika Anda berpikir ingin memiliki bayi, dapatkan kontrol diabetes pada 3 sampai 6 bulan sebelum Anda mulai mencoba untuk hamil.

Berbicara dengan Bidan atau penyedia layanan kesehatan Anda, pendidik diabetes, ahli gizi dan penyedia lainnya yang terdekat di posisi Anda tinggal, tentang bagaimana mengelola diabetes pada pra kehamilan dan selama kehamilan.

3. Konsumsi vitamin

Mengonsumsi multivitamin dengan 400 mikrogram asam folat di dalamnya setiap hari. Asam folat adalah vitamin yang setiap sel dalam tubuh Anda membutuhkan, juga untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi yang sehat. Asam folat juga dapat membantu melindungi bayi Anda dari cacat tabung saraf, karena Anda memiliki diabetes.

4. Beritahu bidan Anda.

Beritahu Bidan Anda tentang obat-obatan yang Anda ambil untuk memastikan bahwa itu OK untuk dikonsumsi ketika Anda mendapatkan kehamilan.

Penyedia Layanan kesehatan mungkin ingin mengubah beberapa obat-obatan sebelum Anda hamil jika obat-obatan tersebut tidak aman untuk Anda dan bayi Anda.

5. Makan makanan sehat

Makan makanan sehat dan melakukan suatu kegiatan yang aktif setiap hari. Berbicara dengan seorang ahli diet atau pendidik diabetes untuk membantu Anda membuat rencana makan yang sehat dalam rangka mengontrol gula darah Anda.

6. Berkonsultasi dengan dokter

Berkonsultasi dengan dokter ahli spesialis yang dapat membantu Anda untuk mengelola diabetes dan komplikasi yang mungkin muncul selama kehamilan.

Ahli perinatologist untuk wanita dengan kehamilan berisiko tinggi dan endokrinologi untuk wanita dengan diabetes dengan kondisi kesehatan lainnya.

7. Mengganti Obat dengan Insulin.

Sementara, beberapa penderita diabetes Type 2 menggunakan obat oral untuk mengontrol gula darah. Namun, tidak semua obat-obat oral aman baik sebelum maupun selama kehamilan.

Suntikan insulin menawarkan yang terbaik dan paling tepat kontrol gula darah selama kehamilan.

Wanita hamil dengan diabetes yang menggunakan insulin sebelum kehamilan, akan membutuhkan rejimen baru untuk mengelola gula darah mereka saat hamil. Konsultasikan pada dokter supaya Anda mendapat petunjuk yang jelas.

Apa yang Anda makan dan minum akan memengaruhi gula darah selama kehamilan, berapa banyak aktivitas fisik yang Anda butuhkan, dan perkembangan bayi.

Apa yang Anda lakukan sebelum kehamilan untuk mengontrol gula darah, mungkin tidak bekerja dengan baik ketika Anda sedang hamil.

Anda mungkin perlu mengubah apa yang Anda makan atau aktivitas fisik harian Anda. Atau, Anda mungkin perlu untuk mengambil suntikan insulin.

Jika Anda sudah mengambil insulin, Anda mungkin perlu untuk menggunakannya, selama kehamilan. Semoga bermanfaat.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya