Bawang Putih Lanang Untuk Pengobatan DM Tipe 2

460 views

Bawang lanang untuk diabetes. Sejumlah kandungan pada bawang putih lanang telah dilakukan penelitian bahwa beberapa senyawa bawang putih mempunyai pengaruh dalam merawat dan pengobatan altternatif untuk diabetes.

Orang-orang dahulu sudah menjadikan bawang putih sebagai obat untuk berbagai penyakit, selain untuk bahan kuliner.

Diabetes mellitus adalah gangguan metabolisme yang ditandai dengan produksi insulin yang abnormal dan variabel sehingga meningkatkan resistensi insulin yang menyebabkan kadar gula darah menjadi tinggi.

Kontrol diabetes yang buruk dapat juga menyebabkan komplikasi diabetes seperti peningkatan kadar total kolesterol, gangguan jantung, stroke hingga kematian dini penyandang diabetes.

Bagaimana bawang putih bisa mengobati DM tipe 2? Lalu, apa pengaruh kandungan bawang putih lanang untuk pengobatan diabetes ?

Berikut adalah penjelasannya

1. Allicin bawang putih mencegah kolesterol tinggi

Allicin, adalah senyawa utama bawang putih yang menimbulkan bau yang menyengat.

Pada sebuah uji klinis menemukan bahwa allicin bawang putih bermanfaat untuk penyandang diabetes yang menderita kolesterol tinggi dan penyakit jantung.

Bawang putih berperingkat A, baik untuk efektivitas dan dinilai aman untuk mengobati kolesterol tinggi.

Pada tingkat kolesterol yang tinggi pada diabetesi, ini dapat membuat masalah jangka panjang, seperti aterosklerosis.

Arteriosclerosis adalah suatu kondisi di mana lemak menumpuk dan berkembang di dinding arteri sehingga menyumbat dan menghambat aliran darah.

Komplikasi umum dari arteriosclerosis adalah serangan jantung dan stroke. Oleh karena itu menjaga kadar normal dari total kolesterol bagi penyandang diabetes adalah penting untuk kesehatan jantung dan otak.

2. Sulfoxide Bawang putih menurunkan kadar gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin

Sebuah studi baru menemukan bahwa mengkonsumsi bawang putih dapat membantu mengurangi kadar gula darah pada orang yang menderita diabetes tipe 2 , serta menawarkan manfaat lain dalam pengobatan dari gangguan metabolik pada diabetesi.

Meski demikian, banyak penelitian juga merekomendasikan, untuk mengonsumsi bawang putih untuk menurunkan gula darah harus dengan bimbingan dokter Anda.

Sebuah studi lain juga melaporkan bahwa kandungan pada bawang putih seperti propil disulfida, allyl cysteine, dan sulfoxide mampu meningkatkan sensitifitas kadar insulin dalam darah.

Hal ini terjadi karena komponen sulfoxide pada bawang putih bekerja melakukan pencegahan inaktivasi hati dari insulin, sehingga lebih banyak insulin tersedia dalam tubuh.

Para ilmuwan juga menemukan bahwa penggunaan suplemen bawang putih dengan jumlah yang direkomendasikan, bisa menawarkan manfaat lainnya untuk pasien diabetes.

Mengonsumsi bawang putih mentah atau dimasak, dapat membantu untuk mengatur glukosa darah dan berpotensi menghentikan atau menurunkan efek dari beberapa komplikasi diabetes , memerangi infeksi , mengurangi tumpukan kolesterol jahat dan membantu memperlancar aliran darah.

3. Bawang putih dapat mencegah komplikasi diabetes.

Sebuah penelitian di Jepang, menemukan bahwa tablet atau sumplemen yang mengandung alaxin dan vanadium, merupakan beberapa mineral penting bawang putih yang dapat mengurangi kadar gula darah pada sebuah hewan uji.

Penelitian ini telah membuktikan bahwa bawang putih dapat memberikan manfaat untuk penyandang diabetes dalam rangka menurunkan gula darah mereka sehingga bawang putih mampu menjadi obat alternatif untuk mencegah komplikasi diabetes akibat hiperglikemik

Dari sumber yang sama juga menerbitkan hasil penelitian lain, mereka menemukan bahwa minyak atsiri pada bawang putih juga mampu merawat diabetes untuk mencegah komplikasi penyakit jantung.

Studi yang ditulis di majalah “Medical News Today” menyimpulkan bahwa bawang putih memiliki potensi signifikan untuk mencegah suatu bentuk penyakit jantung yang merupakan penyebab utama kematian pada pasien diabetes.

4. Bawang putih mencegah risiko komplikasi kardiovaskular dan kardiomiopati diabetes.

Penyakit jantung adalah penyebab utama kematian pada penderita diabetes, dimana risiko kematian adalah dua sampai empat kali akibat komplikasi penyakit jantung diabetes dibanding dengan orang tanpa diabetes.

Tetapi, ada kabar baiknya bahwa bawang putih memiliki potensi yang signifikan untuk mencegah kompliksi kardiovaskular dan kardiomiopati diabetes.

Apa itu kardiomiopati? Kardiomiopati adalah bentuk umum dari penyakit jantung yang sering menimpa penderita diabetes.

Komplikasi diabetes kardiomiopati mempengaruhi dan melemahkan jaringan otot pada jantung sehingga pasien diabetes yang tak terkontrol rentan risiko kardiovaskular dan kardiomiopati

Sebuah studi di Amerika telah menemukan bahwa minyak atsiri pada bawang putih dapat melindungi terhadap penyakit jantung pada populasi umum, yaitu kardiovaskular dan kardiomiopati serta membantu kontrol normal kadar gula darah tinggi pada penderita diabetes.

Para peneliti percaya bahwa perubahan positif dikaitkan dengan sifat antioksidan kuat dari minyak bawang putih berkontribusi yang positif untuk melindungi jantung.

Tak hanya ekstrak minyak, mengonsumsi bawang putih dalam bentuk berbagai makanan secara keseluruhan dikaitkan dengan kesehatan jantung. Senyawa sulfur yang ada di umbi dan daun bawang putih merupakan aset penting yang mendukung kesehatan jantung.

Bagaimana bawang putih bisa menyehatkan jantung, untuk diabetes dan orang sehat non diabetes?

Komplikasi kardiovaskular dan kardiomiopati disebabkan akibat kerusakan lapisan pembuluh darah, radikal bebas adalah peran utama kerusakan tersebut.

Kerusakan akibat oksidatif dan radikal bebas juga menyebabkan peradangan, sehingga terbentuk plak dan penyumbatan. Kandungan sulfur bawang putih berperan untuk melawan dan memeprbaiki kerusakan tersebut.

Sulfur pada bawang putih juga bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah.

Proses ini terjadi ketika senyawa belerang masuk ke dalam sel darah merah dan dikonversi menjadi hidrogen sulfida, yang berperan untuk melebarkan pembuluh darah dan membantu menurunkan tekanan darah.

Manfaat lain dari senyawa sulfur bawang putih telah terbukti membantu mencegah trombosit dalam darah menjadi terlalu lengket , sehingga menurunkan risiko membentuk bekuan darah.

Efek samping bawang lanang

Banyak manfaat bawang putih lanang untuk pasien diabetes melitus, namun penting untuk memahami bahwa kemungkinan interaksi obat dan efek sampingnya.

Efek samping yang paling sering setelah mengonsumsi bawang putih adalah perut terasa panas dan mual, selain bau mulut tak sedap.

Bawang putih atau suplemen bawang putih sebaiknya tidak digunakan pada tiga hari sebelum prosedur bedah, karena dapat meningkatkan risiko perdarahan setelah operasi. Ini berlaku untuk semua orang, baik diabetes maupun orang sehat tanpa diabetes.

Mengonsumsi bawang putih dapat menyebabkan efek samping bagi sebagian orang, atau bagi mereka yang mengambil dalam jumlah yang ekstrim.

Oleh karena itu, mengonsultasikan pada dokter atau ahli diabetes adalah sangat penting sebelum anda mengonsumsi bawang putih.

Berapa jumlah bawang putih yang aman dikonsumsi untuk penderita diabetes?

Beberapa penelitian merekomendasikan bahwa jumlah takaran ketika seorang penyandang diabetes akan mengonsumsi bawang putih adalah tidak lebih dari 600 mg per hari untuk tahap awal, kemudian ditingkatkan secara bertahap hingga menjadi 2200 mg per hari, tidak boleh lebih dari itu.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Pengobatan Alternatif #Pengobatan Diabetes