Proses Prediabetes Ke Diabetes Tipe 2

359 views

Prediabetes menjadi diabetes Tipe 2. Mekanisme proses prediabetes ke diabetes dipengaruhi oleh beberapa faktor, namun yang jelas pola hidup yang buruk akibat minimnya pengetahuan dan pendidikan tentang diabetes menjadi point yang paling penting.

Maka dari itu, mengenal proses perubahan tersebut sejak dini untuk orang-orang beresiko menjadi point penting sehingga orang-orang yang dicurigai mengalami ciri-ciri prediabetes untuk lebih waspada agar resiko prediabetes tidak meningkat menjadi diabetes.

Proses prediabetes ke diabetes, pada penyakit diabetes melitus tipe 2 berawal dari ketidaktahuan penderita yang mengalami resistensi insulin karena tidak memunculkan gejala sehingga mereka merasa aman dan enjoy menikmati gaya hidup yang tidak sehat seperti jarang olahraga, begadang tiap malam, gemar makanan junk foods, terlalu banyak makan, gemar tidur, dan lain-lain.

1. Resistensi Insulin

Insulin, adalah hormon yang membawa dan memudahkan glukosa memasuki ke dinding sel tubuh. Pada dinding sel tubuh, terdapat sebuah pintu yang membolehkan insulin untuk masuk yang disebut reseptor insulin.

Jika orang mengalami resistensi insulin ini berarti pintu masuk tersebut tidak peka atau sensitif atas kedatangan insulin yang mengakibatkan kenaikan kadar glukosa darah

2. Lemak Badan Memproduksi Adipositokin

Pada orang yang mengalami kegemukan, lemak badan memproduksi hormon sebagai lawan dari insulin yang disebut adipositokin.

Ironisnya, sel lemak yang lebih banyak memproduksi hormon adipositokin adalah tumpukan lemak yang berada di perut dan pinggang sehingga para peneliti menyimpulkan bahwa lemak di pinggang merupakan penyebab utama resistensi insulin pada orang yang mengalami kelebihan berat badan atau obesitas, jika sudah parah maka akan berlanjut ke tahap prediabetes.

3. Ginjal mengalami gangguan fungsi

Setelah beberapa tahun kemudian, kondisi prediabetes meningkatkan resiko menjadi diabetes sebagai akibat pankreas sudah tidak maksimal dalam memproduksi insulin sehingga kadar glukosa menjadi naik dan ginjal mengalami gangguan fungsinya.

Ginjal hanya bisa menahan glukosa pada level 180 mg/dl. Jika lebih dari itu, maka ginjal akan membuang glukosa bersama urin sehingga urin berasa manis dan diistilahkan sebagai kencing manis atau diabetes.

4. Poliuri dan polidispsi

Untuk menjaga agar urin tidak pekat, maka tubuh akan menarik cairan jumlah banyak dari dalam tubuh untuk mengencerkan glukosa yang akan dibuang bersama urin ( poliuri ).

Dengan kondisi ini, otomatis tubuh membutuhkan banyak cairan masuk agar tubuh terhindar dari dehidrasi sehingga penderita merasa sangat kehausan dan ingin minum banyak ( polidipsi ).

5. Penurunan berat badan

Di tempat lain, tubuh membutuhkan energi untuk berbagai aktifitas. Energi tersebut didapatkan dari glukosa dengan bantuan insulin.

Karena reseptor insulin yang sudah tidak sensitif, akhirnya gula dan insulin tidak dapat memasuki sel otot.

Akhirnya, tubuh akan mengolah bahan lain yaitu protein dan lemak yang berasal dari dalam tubuh itu sendiri sebagai energi sehingga pasien akan mengalami penurunan berat badan.

6. Prediabetes menjadi diabetes

Jika pasien sudah mengalami kondisi kehausan, buang urin banyak, dan mengalami penurunan berat badan, ini berarti prediabetes sudah memasuki tahap diabetes.

Sebenarnya, proses prediabetes ke diabetes butuh waktu sekitar 5 hingga 10 tahun, dan masa tenggang ini bisa dimanfaatkan oleh pasien untuk mencegah atau menunda agar tidak berlanjut ke tahap diabetes dengan minum obat, memperbanyak olahraga, memperbaiki pola makan dan gaya hidup untuk menjaga tingkat kadar gula darah agar tetap normal sehingga resiko diabetes dapat dicegah lebih dini.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #PreDiabetes