Tips Memilih Makanan Terbaik Untuk Penderita Diabetes

366 views

Makanan Untuk Penderita Diabetes adalah menu makanan dengan menggabungkan antara makanan IG Rendah, Sedang dan Tinggi. Makanan dikatakan mempunyai indeks glikemik ( IG ) jika mengandung sejumlah karbohidrat.

Karbohidrat pada semua makanan mempunyai nilai berbeda yang akan mempengaruhi kadar glukosa dalam darah dengan kecepatan tertentu, baik itu pada diabetesi maupun orang sehat non-diabetes.

Semakin tinggi nilai indeks glikemiks pada makanan maka semakin cepat kadar glukosa darah menjadi naik, dan sebaliknya, semakin rendah nilai indeks glikemik, semakin lambat dan bertahap pula kenaikan kadar gulanya.

Definisi indeks glikemik

Semua makanan mempunyai pengaruh terhadap kenaikan gula darah, baik untuk orang sehat maupun diabetesi. Makanan yang ber-indeks glikemik ( IG ) tinggi akan cepat dirubah menjadi glukosa setelah dimakan. Makanan yang ber-IG rendah, glukosa diubah secara lebih lambat sehingga peningkatan gula darah pun lebih bertahap.

Intinya, IG hanya memberikan sinyal kepada kita bahwa makanan tersebut akan meningkatkan gula darah, tergantung jenis makanan yang dimakan. Daging dan lemak tidak mengandung indeks glikemik karena tidak mengandung karbohidrat.

Jadi, definisi indeks glikemik pada makanan ( IG ) adalah sebuah ukuran kecepatan pada makanan berkarbohidrat dalam meningkatkan kadar gula darah pada seseorang.

Setiap makanan berkarbohidrat memiliki tingkatan tertentu dalam menaikkan gula darah yang dibagi menjadi 3 kategori besar, yaitu makanan ber-indeks glikemik tinggi, makanan indeks glikemik sedang/menengah, dan makanan indeks glikemik rendah.

Ketiga kategori makanan tersebut berlaku bagi diet baik untuk diabetesi maupun non-diabetes, dalam berbagai kepentingan yang diinginkan dalam tujuan diet mereka.

Nilai indeks glikemik makanan

Nilai IG pada makanan dihitung dalam angka. Semakin kecil angkanya, maka semakin lebih bertahap dampak makanan berkarbohidrat tersebut dalam memengaruhi kadar gula darah. Berikut adalah nilai ukuran yang umum

Nilai Indeks glikemik rendah : 55 atau kurang
Nilai Indeks glikemik sedang/menengah : 56- 69
Nilai Indeks glikemik tinggi/ buruk : 70 ke atas

Carilah indeks glikemik pada label makanan di kemasan. Anda juga dapat menemukan daftar indeks glisemik makanan secara umum di Internet. Supaya lebih jelas, silakan kunjungi ahli diet atau dokter terdekat di kota Anda.

Makanan indeks glikemik tinggi.

Pengaruh makanan yang berindeks glikemik tinggi adalah meningkatkan kecepatan dan menambah jumlah kadar glukosa dalam darah dengan cepat, baik itu makanan untuk diabetesi atau orang tanpa diabetes.

Jika diabetesi sering mengonsumsi makanan ber indeks glikemik tinggi, maka resiko hiperglikemik hingga komplikasi diabetes seperti katarak, gagal ginjal, serangan jantung koroner, gangren, ketoasidosis, hingga stroke akan menimpa mereka.

Begitu pula orang yang tanpa diabetes, jika mereka lebih sering mengonsumsi makanan indeks glikemik tinggi tanpa diimbangi dengan gaya hidup sehat seperti aktifitas fisik, maka gula darah akan naik yang dapat menyebabkan resiko resistensi insulin yang berdampak ke diabetes, serangan jantung, obesitas, asam urat tinggi, stroke, dan gangguan kesehatan lainnya.

Beberapa contoh makanan yang mempunyai indeks glikemik tinggi dapat ditemukan pada sayuran, buah, biji-bijian, dan produk olahan, seperti

  • Sayuran : Labu, wortel putih
  • Buah : Semangka, kurma
  • Biji-bijian : beras putih, jagung manis, beras ketan
  • Produk olahan : sirup, roti beras, donat, roti putih, gula pasir, dan lain-lain.

Makanan indeks glikemik sedang / menengah

Makanan yang mengandung indeks glikemik sedang mengandung unsur karbohidrat yang mempengaruhi kadar gula darah dengan kecepatan sedang, atau berada ditengah antara indeks glikemik tinggi dan rendah pada nilai antara 56- 69.

Makanan berindeks glikemik sedang biasanya digunakan untuk penggabungan makanan dengan makanan indeks glikemik rendah dengan tujuan mencapai diet seimbang.

Beberapa contoh makanan yang mengandung indeks gliemik menengah, seperti

  • Sayuran : bit, gambas, terong, kentang coklat dll
  • Buah-buahan : buah mangga, pisang, kismis, pepaya, buah ara / tin, nanas, dll
  • Produk lain : es krim, tepung jagung, madu, beras jagung, kacang kulit dll.

Makanan indeks glikemik rendah

Makanan indeks glikemik rendah bukan berarti makanan tersebut dapat mengurangi kadar gula dalam darah seperti anggapan kebanyakan orang, akan tetapi makanan indeks glikemik rendah mengandung karbohidrat yang mempengaruhi gula darah dengan kecepatan lambat dan bertahap.

Makanan ber-IG rendah, belum tentu mempunyai kalori yang rendah dan makanan yang manis belum tentu ber-IG tinggi. Saat memilih makanan, seseorang harus cerdas dan bijak.

Ada beberapa makanan yang ber IG rendah namun tinggi kalori, seperti keripik dan coklat, kedua makanan ini mempunyai IG rendah namun tinggi kalori dan lemak. Pemanis minuman seperti sakarin, aspartam mempunyai IG rendah, namun tinggi kalori.

Beberapa contoh makanan yang berindeks glikemik rendah seperti

  • Sayuran : cabe, tomat, selada, paprika, kacang panjang, jagung biasa, kacang hijau, brokoli, kembang kol dll
  • Buah-buahan : buah ceri, plum, jeruk, buah persik, apel, pir, aprikot, anggur, santan kelapa, buah kiwi, stroberi, dll
  • Lain-lain : bubur, roti gandum, roti kedelai, susu, susu krim, susu kedelai, yogurt, spageti, beras merah, kue bolu, kue kismis, oatmeal, dll.

Meskipun mempunyai indeks glikemik yang rendah, akan tetapi jika seseorang baik itu diabetesi maupun non-diabetesi jika mereka makan dalam porsi banyak, akan tetap mempengaruhi dalam meningkatkan gula darah dengan cepat. Oleh karena itu, makanan untuk penderita diabetes mempunyai porsi diet harus seimbang, baik dalam jumlah dan jenis makanan yang dikonsumsi.

Kesimpulan: Makanan untuk penderita diabetes adalah Penggabungan IG rendah, sedang dan tinggi

Menggabungkan antara makanan IG rendah dengan IG tinggi, atau IG rendah dengan IG menengah adalah sangat penting untuk diet diabetes dengan tujuan untuk mengimbangi efek kenaikan gula darah.

Dalam hal penggabungan antar makanan ber-IG, bagi diabetesi tipe 1 dan 2 pengguna insulin bertujuan untuk mencegah resiko hipoglikemik akibat gula darah yang cenderung lambat jika mereka hanya mengonsumsi makanan IG rendah saja, ketika beraktifitas.

Akan tetapi, menggabungkan makanan antar IG membutuhkan rekomendasi dari ahli diet atau dokter, sebab kebutuhan diet untuk tiap diabetesi berbeda, tergantung dari jenis makanan yang dipilih, faktor usia, tingkat aktifitas,dan tingkat metabolisme harian mereka.

Jika hanya mengonsumsi makanan yang berindeks glikemik rendah saja, hal ini tidak dianjurkan sebab pola makan Anda harus seimbang dan ini berlaku untuk umum, baik untuk diabetesi maupun non-diabetes. Semoga bermanfaat.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Pengobatan Alternatif #Pengobatan Diabetes