Olahraga Untuk Terapi Pengobatan DM Tipe 2

337 views

Olahraga Untuk Terapi Pengobatan DM Tipe 2. Olahraga Yang Cocok Untuk Diabetes Melitus. Olahraga sangat penting bagi semua orang, baik itu diabetesi maupun non-diabetes.

Pada orang diabetes melitus, olahraga menjadi kunci keberhasilan mereka dalam pengelolaan dan perawatan diabetesnya.

Sebab, dengan melakukan olahraga yang tersesuai dan dijadwalkan, penderita pre-diabetes dan diabetes tipe 2 bisa sembuh.

Manfaat olahraga bagi diabetesi diantaranya adalah, tubuh akan meningkatkan sensitifitas insulin, berat badan akan lebih terkontrol, mencegah komplikasi diabetes, dan meningkatkan kesehatan mental.

Olahraga yang cocok untuk penderita diabetes tipe 2 adalah olahraga yang memacu hormon glukagon.

Jika anda sering dan rutin berolahraga, maka otot-otot tubuh akan memproduksi hormon glukagon. Hormon glukagon adalah hormon yang diproduksi saat otot melakukan aktifitas.

Hormon glukagon yang disekresi otot akan memetabolis glukosa dan lemak menjadi energi dan keringat.

Jika anda sering beraktifitas olahraga, tentu saja akan membantu kerja insulin.

Selain itu, dengan sering melakukan olahraga tersesuai akan meningkatkan permeabilitas sel-sel tubuh sehingga meningkatkan sensitifitas insulin.

Dari banyak jenis olahraga yang ada, bagi diabetesi diberi hak untuk memilih olahraga yang disukai. Namun, ada beberapa tipe olahraga yang baik dan cocok bagi diabetesi yang digolongkan menjadi beberapa kategori.

Yang penting, diabetesi selama olahraga harus menjaga kondisi agar tidak mengalami hipoglikemik atau cidera.

Seperti olahraga apa yang cocok dan baik untuk pasien diabetes ?

Berikut adalah tipe-tipe olahraga yang disarankan bagi penyandang diabetes melitus, baik tipe 1 atau 2.

Olahraga yang menggerakkan semua otot.

Olahraga yang menggerakkan hanya beberapa otot, itu tidak baik untuk diabetesi. Memilih jenis olahraga yang menggerakkan semua otot anggota tubuh, akan membuat badan anda menjadi lebih dinamis.

Selain itu, olahraga yang menggerakkan semua anggota tubuh maka pembakaran lemak dan glukosa akan lebih menyeluruh sehingga akan menurunkan kadar glukosa darah.

Lalu, olahraga apa saja yang menggerakkan semua anggota tubuh?

Banyak olahraga yang ditawarkan, tetapi ada beberapa olahraga yang aman dan menggerakkan semua tubuh bagi diabetesi seperti : senam, jalan cepat, renang, sepak bola, lari maraton dan lain-lain.

Olahraga yang berkesinambungan.

Tipe olahraga yang berkesinambungan atau terus menerus akan meningkatkan metabolisme tubuh.

Jadi, hindari olahraga yang lebih banyak istirahat seperti angkat barbel, angkat besi, lari estafet, atau olahraga yang dilakukan hanya beberapa waktu saja.

Pilih tipe olahraga yang bersifat terus menerus seperti bersepeda, lari maraton, dan lain-lain.

Olahraga yang melatih ketahanan fisik.

Tipe olahraga ketahanan fisik akan memberikan daya tahan tubuh yang lebih baik untuk diabetesi. Olahraga ketahanan akan membuat otot-otot tubuh menjadi kencang dan kuat.

Olahraga ketahanan fisik akan cepat membakar lemak dan tumpukan glukosa darah dalam tubuh.

Selain itu, olahraga ketahanan fisik akan lebih meningkatkan hormon glukagon dalam otot sehingga membantu kerja pankreas dalam memproduksi insulin.

Ada beberapa contoh tipe olah raga ketahanan fisik bagi diabetesi seperti : lari jarak jauh, renang, bersepeda, mendayung, jalan cepat dan lain-lain.

Olahraga yang berirama.

Selain menghibur, tipe olahraga berirama akan memberikan relaksasi pada otot secara teratur. Olahraga yang diberi aba-aba atau musik, menjadikan gerakan tubuh lebih terfokus dengan otak.

Berikut adalah contoh olahraga berirama seperti senam aerobik diiringi musik, gerak jalan, mendayung, dan lain-lain.

Itulah beberapa tipe dan golongan olahraga yang baik dan cocok untuk diabetesi. Anda bisa memilih salah satu dari beberapa tipe olahraga yang anda sukai.

Namun, lakukan olahraga secara teratur dan terjadwal misalnya 2 atau 3 kali dalam seminggu namun rutin. Perhatikan kondisi anda sebelum olahraga. Isi perut anda 2 jam sebelum latihan. Semoga bermanfaat.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya