Mencegah Efek Samping Insulin Pada Berat Badan

360 views

Banyak pasien diabetes pengguna insulin, baik itu diabetes tipe 1 atau 2 yang mengalami kenaikan berat badan, kemudian mereka menyalahkan efek insulin sebagai penyebab utama pada kenaikan berat badan mereka.

Jawaban itu tergantung dari kondisi dan aktifitas pasien tersebut, bisa iya juga tidak. Jika pasien bisa mengelola diabetes dengan benar, maka dia bisa mengendalikan kenaikan berat badan sebagai akibat penggunaan insulin.

Akan tetapi, jika pasien belum memahami cara mengendalikan insulin dalam kehidupan harian mereka, maka bisa jadi beresiko dengan berat badan berlebih. Bagaimana cara mengatasi masalah tersebut ? Mari kita bahas dengan detail.

Insulin adalah salah satu hormon penting yang dibutuhkan tubuh untuk merubah glukosa menjadi energi atau lemak. OLeh sebab itu, insulin sering disebut juga sebagai hormon pertumbuhan karena terkait pembentukan lemak, daging, dan tulang.

Pada orang normal yang hidup lebih aktif, insulin yang dihasilkan dari pankreas akan mengubah glukosa menjadi energi secara alami, meskipun mereka makan dalam jumlah banyak

Akan tetapi, pada orang normal yang hidup pasif dan kurang gerak, insulin mengubah glukosa menjadi timbunan lemak yang bisa menyebabkan kenaikan berat badan, apalagi mereka makan dalam jumlah yang besar.

Pada pasien diabetes, insulin yang dihasilkan oleh pankreas adalah sangat sedikit ( pasien diabetes tipe 2 ), bahkan pada pasien diabetes tipe 1 pankreas tidak menghasilkan insulin sama sekali. Ke dua tipe diabetes ini masing-masing membutuhkan insulin sintetik.

Jika kondisi diabetesi tidak menambah insulin dari luar, maka mereka akan mengalami PENURUNAN/KEHILANGAN BERAT BADAN.

Mengapa ? Karena tanpa insulin, glukosa tidak bisa diproses menjadi lemak, kemudian kelebihan glukosa ini dibuang melalui urine. Glukosa adalah komponen karbohidrat yang berasal dari setiap makanan yang kita makan.

Jika diabetesi pengguna insulin mempunyai perawatan diabetes yang rendah dan hidup pasif, maka mereka akan mengalami kenaikan berat badan.

Resiko ini sama saja dengan orang tanpa diabetes. Jadi kesimpulannya, kenaikan berat badan bisa terjadi pada siapapun, baik itu orang normal ataupun mereka penyandang diabetes, jika mereka masih menganut gaya hidup yang buruk dan tidak segera merubah.

Akan tetapi, resiko kenaikan berat badan adalah lebih dominan terjadi pada diabetesi sebagai akibat efek penggunaan insulin sintetik ketimbang orang tanpa diabetes. Dan ini sudah bukan rahasia umum.

Bagaimana cara mengatasi efek insulin terhadap kenaikan berat badan diabetesi? Berikut adalah beberapa tips untuk diabetesi yang ingin mengendalikan atau menurunkan kenaikan berat badan, namun kebutuhan suntikan insulin tetap berjalan.

1. Mengurangi dosis insulin.

Salah satu efek insulin terhadap sistem pencernaan adalah meningkatkan rasa lapar. Rasa lapar terjadi karena gula darah turun, dan biasanya pasien akan makan lebih banyak yang menyebabkan kenaikan berat badan. Jika dosis insulin diturunkan secara signifikan, maka resiko hiperglikemik akan mengancam.

Lalu bagaimana cara memecahkan masalah ini ? Aktifitas fisik seperti olahraga adalah jawaban yang pas untuk mencegah kenaikan berat badan dengan mengurangi dosis insulin.

Jika Anda mengurangi dosis insulin tetapi diimbangi dengan kegiatan olahraga, otomatis kelebihan glukosa akan dirubah menjadi energi, bukan lemak. Ini juga akan mencegah resiko hiperglikemik sebagai akibat pengurangan dosis insulin.

Jika selama kegiatan olahraga tetapi Anda tidak mengurangi dosis insulin, maka Anda akan mengalami hipoglikemik. Lalu, berapa dosis insulin yang harus dikurangi ?

Untuk jawaban tersebut, Anda membutuhkan dokter ahli yang menangangi kasus diabetes anda. Yang Jelas, waktu tepat untuk mengurangi dosis insulin adalah ketika pada suntikan pertama, ketika anda mulai akan makan.

2. Aktifias fisik tidak harus olahraga.

Selama aktifitas fisik, tubuh akan meningkatkan sensitifitas terhadap insulin. Insulin akan bekerja merubah simpanan glukosa menjadi energi.

Akan tetapi, aktifitas fisik belum tentu diartikan harus melakukan olahraga seperti sepak bola, lari maraton, fitness, skipping, bola voly, renang, dan lain-lain.

Memang, kegiatan olah raga tersebut sangat penting dalam peran menurunkan berat badan. Tetapi, tidak semua orang punya waktu senggang dan belum tentu semua orang menyukai kegiatan olah raga.

Jika anda kurang menyukai kegiatan olahraga, aktifitas fisik dapat dilakukan dengan berbagai kegiatan apapun asalkan anda bisa berkeringat, sebagai contoh : mencuci baju sendiri, menyeterika, ngepel, membetulkan genting bocor, mengecat dinding, menyapu halaman, main kuda-kudaan dengan anak anda, menggunakan treadmill di rumah, senam sebelum mandi, memilih naik tangga ketimbang menggunakan lift saat belanja di mall, dan lain-lain.

Kadang, pekerja kantoran tidak sempat melakukan aktifitas fisik akibat pekerjaan yang hanya duduk dan menulis sehingga resiko kenaikan berat badan akibat efek insulin lebih menimpa mereka ketimbang orang-orang yang bekerja di bagian produksi. Beberapa kegiatan aktifitas fisik yang bisa lakukan untuk para pekerja kantoran seperti :

– Bangun pagi.

Dengan bangun pagi, anda akan mempunyai waktu lebih luang ketika berangkat ke kantor. Parkir kendaraan anda di tempat yang lebih jauh dari kantor. Berjalan kaki setiap pagi dan setelah pulang kerja akan cukup membakar lemak sehingga meningkatkan sensitivitas insulin.

– Olah raga cukup1 kali dalam seminggu.

Lebih baik melakukan olahraga meski 1 kali dalam seminggu ketimbang tidak pernah sama sekali. Pekerja kantoran biasanya punya waktu senggang ketika hari libur.

Gunakan liburan anda untuk olah fisik semisal jogging, bermain gym, skipping, sepak bola, jalan cepat, dan lain-lain. Jika Anda kurang menyukai olahraga, pekerjaan rumah akan selalu tersedia untuk orang-orang yang mempunyai gaya hidup aktif dan mereka akan lebih mudah mengontrol berat badan.

3. Glukosa juga penting.

Untuk mendukung program pengendalian berat badan, Anda harus cukup glukosa selama melakukan aktifitas fisik supaya mencegah resiko hipo.

Jadi, Anda tidak boleh meninggalkan glukosa, namun Anda harus cukup glukosa untuk menambah energi. Tambahkan madu atau susu rendah lemak dalam menu di waktu makan anda.

4. Selalu cek gula darah.

Cek gula darah menempati posisi paling penting selama anda melakukan aktifitas fisik. Hal ini bertujuan untuk mengontrol hipoglikemik dan hiperglikemik, karena anda mengurangi dosis insulin.

Patokan standar gula darah normal adalah anatara 70 mg / dl hingga 100 mg / dl. Jika anda mengalami gejala hipo saat latihan fisik, anda harus mengonsumsi tablet glukosa atau jus buah.

Pada posisi antara mengurangi dosis insulin dan melakukan aktifitas fisik, anda rentan dalam 2 kondisi, yaitu hiperglikemik atau hipoglikemik.

Jika latihan fisik anda tidak maksimal, maka hiperglikemik akan menimpa Anda. Jika anda terlalu berlebihan selama aktifitas fisik, maka hipoglikemik akan mendatangi anda. Maka dari itu, siapkan selalu glukotest di tas pinggang untuk mempermudah cek gula darah.

5. Rekreasi

Memilih tempat rekreasi yang memaksa tubuh anda untuk mengeluarkan tenaga dan keringat adalah ide yang bagus dalam rangka menurunkan atau mengendalikan berat badan.

Biasanya, gardu pandang dan air terjun berada di ketinggian yang cukup lumayan untuk olah fisik. Selain itu, rekreasi akan menghilangkan stress dimana pada pasien diabetes kadang mempunyai gangguan psikologis akibat penyakit yang diderita.

Kesimpulannya, efek insulin bisa mempengaruhi kenaikan berat badan baik itu pada pasien diabetes melitus maupun pada orang yang tanpa diabetes, jika mereka tidak bisa mengatur dan mengetahui apa manfaat insulin pada tubuh mereka sendiri. Semoga bermanfaat.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Insulin