Apa Itu Pre-Diabetes

364 views

Saya Terkena Prediabetes, Apa Itu Prediabetes? Mengenali apa itu prediabetes dan bagaimana proses terjadinya pradiabetes bukan berarti anda harus takut setelah mengetahui, tetapi jika anda mengetahui keadaan seseorang yang mengalami prediabetes maka anda akan mengerti pula bagaimana cara mencegah dan bahkan bisa menjauhi resiko penyakit tersebut.

Prediabetes dapat terjadi pada siapa saja jika ukuran kadar gula darah puasa berada diatas kisaran normal namun belum cukup untuk divonis diabetes tipe 2.

Apa itu prediabetes

Definisi prediabetes adalah suatu keadaan pada seseorang ketika kadar gula darah puasa berada diatas normal pada kisaran diatas 100 mg/dl namun dibawah 126 mg/dl sebagai akibat seseorang tersebut mengalami gejala lebih lanjut dari resistensi insulin, meskipun kadang resistensi insulin belum tentu mengakibatkan pradiabetes.

Pradiabetes juga diartikan sebagai batas antara orang normal non-diabetes dengan diabetes, biasanya menimpa pada orang dengan usia diatas 40 th.

Jika orang berada pada batas ini, kemungkinan pengobatan dan penyembuhan untuk tidak memasuki batas wilayah ke diabetes masih ada peluang.

Akan tetapi, kadang gejala prediabetes tidak bisa dideteksi secara jelas sehingga orang yang beresiko merasa aman-aman saja. Selang beberapa tahun kemudian, dia merasakan gejala diabetes, namun ketika diperiksa dokter, dia sudah positif menderita diabetes tipe 2.

Bagaimana saya terkena prediabetes?

Setelah terjadinya resistensi insulin, pankreas tidak bisa lagi memasok insulin dengan jumlah yang cukup sehingga kadar gula darah meningkat diatas normal.

Awal terjadinya pradiabetes terkait langsung dengan proses metabolisme glukosa. Setiap manusia mempunyai pankreas yang terletak di daerah perut pada bagian atas yang memiliki sebuah saluran menuju usus.

Pankreas berperan dalam mensekresi 2 enzim, yaitu enzim pencernaan dan hormon insulin. Bedanya, jika enzim pencernaan dilepas oleh pankreas menuju usus, sedangkan hormon insulin dilepas menuju aliran darah.

Enzim pencernaan hasil sekeresi dari pankreas, berfungsi untuk memecah makanan dan membantu penyerapan sari-sari makanan di usus untuk tubuh sehingga enzim pencernaan tidak terkait dengan mekanisme terjadinya prediabetes.

Enzim yang terkait dengan mekanisme terjadinya prediabetes adalah insulin. Insulin bertanggung jawab dalam mengolah glukosa dan asam lemak menjadi bahan bakar untuk aktifitas tubuh.

Tanpa insulin, tubuh manusia tidak bisa memanfaatkan makanan yang dimakan secara sempurna. Jika jumlah pasokan insulin berkurang, maka tubuh tidak bisa memanfaatkan glukosa sehingga gula darah menjadi meningkat.

Pada sistem pencernaan orang normal non-diabetes, makanan dipecah dalam lambung dan usus dan dirubah menjadi bahan kimia sederhana yaitu glukosa dan asam lemak.

Selain untuk bahan bakar aktifitas tubuh, kedua bahan tersebut juga berperan sebagai bahan dasar untuk pertumbuhan atau mengganti sel-sel yang rusak sehingga massa otot bertambah.

Jika jumlah glukosa atau asam lemak berlebihan, maka kedua bahan kimia sederhana tersebut akan disimpan di hati, otot dan lemak tubuh yang akan digunakan kembali disaat tubuh membutuhkan. Semua proses ini dikendalikan secara sempurna oleh insulin orang normal.

Akan tetapi, setelah seseorang mengalami resistensi insulin yang tidak diobati, pasokan insulin dari pankreas menjadi berkurang jumlahnya dari yang dibutuhkan oleh tubuh sehingga jumlah dari sebagian bahan kimia sederhana tersebut tidak bisa diolah secara sempurna untuk bahan bakar atau mengganti sel-sel yang rusak.

Namun, itu tetap dalam bentuk glukosa yang menumpuk dalam aliran darah sehingga resiko resistensi insulin meningkat menjadi pradiabetes.

Jika prediabetes tidak dicegah, maka risiko meningkat menjadi diabetes. Sebab, diabetes mellitus dapat terjadi akibat pre-diabetes yang tidak diobati. Baca: cara mencegah prediabetes

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #PreDiabetes