Macam Alat Suntik Insulin dan Cara Kerja

442 views

Berbagai macam dan variasi alat untuk suntik insulin ke tubuh penderita diabetes yang tergantung insulin yang diklasifikasikan ke dalam 3 golongan yaitu pompa insulin, pena insulin dan jarum suntik konvensional.

Dari ke 3 alat suntik tersebut mempunyai cara kerja yang berbeda sehingga pasien bisa memilih satu atau beberapa alat yang dianggap cocok dan bisa menyesuaikan dengan kondisi tubuh ataupun lingkungan dimana pasien berada.

Ke 3 Alat suntik insulin tersebut adalah

1. Pompa insulin.

Pompa insulin biasanya diinjeksikan lewat perut. Kenapa ? Karena perut adalah letak paling strategis dan biasanya terkumpul lemak.

Selain itu, menempatkan alat pompa insulin di perut akan memudahkan anda saat melakukan aktifitas ketimbang di lengan, pangkal kaki bagian atas, meskipun tempat-tempat tersebut terdapat banyak lemak.

Alat suntik ini sangat fleksible dimana pun anda meletakkannya dan dalam kegiatan apapun itu sehingga membantu anda dalam mengontrol diabetes.

Alat ini bisa anda letakkan di tas pinggang, saku celana, saku baju dan lain-lain. Ketika anda sedang olah raga, alat ini bisa ditempatkan di ikat pinggang yang elastis. Ketika anda tidur, pompa insulin bisa diletakkan di samping anda.

Pompa insulin sekarang, sudah dilengkapi dengan tombol mikroprosessor seperti pager yang memudahkan anda dalam mengendalikan dan pengaturan level gula darah.

Pompa terdiri atas motor yang bekerja lambat untuk mengendalikan jarum suntik, Jarum dimasukkan ke dalam kulit dan diikat.  Dengan menggunakan pompa insulin, Anda dapat menyesuaikan kebutuhan insulin sesuai dengan gaya hidup Anda.

Keuntungan pompa insulin lain, Anda dapat mengatur insulin basal pada tingkat yang diinginkan pada setiap jam, baik itu siang atau malam.

Selain itu, pompa insulin bisa bekerja untuk insulin kerja cepat dan insulin kerja lambat.

Kekurangannya, jika pompa mati atau tiba-tiba berhenti tanpa anda menyadari, hal ini akan menyebabkan anda kehabisan insulin sehingga bisa mengakibatkan ketoasidosis ( keton dalam darah ).

Cara kerja pompa insulin adalah meniru mekanisme kerja insulin pada orang normal ( tanpa diabetes ). Dalam 24 jam, insulin pada orang normal dilepas dalam jumlah kecil ke dalam aliran darah.

Insulin ini bertugas untuk mencegah hati melepaskan simpanan glukosa ke dalam darah. Setiap gula darah naik, pankreas segera memproduksi insulin tambahan untuk menurunkannya. Pompa insulin bekerja dengan meniru pola kerja ini.

2. Pena insulin.

Salah satu alat injeksi insulin yang mudah dan fleksible ditempatkan dimana pun anda berada adalah pena insulin. Pena insulin terdiri dari tabung insulin yang dibentuk seperti pena dengan jarum suntik sekali pakai.

Keuntungan menggunakan injeksi pena insulin adalah lebih nyaman dan mudah digunakan ketimbang jarum suntik konvemsional. Hal ini bertujuan untuk memudahkan anda saat memberikan suntikan di luar rumah seperti saat anda bepergian, di kantor, restoran, di rumah teman dan lain-lain.

Pena insulin seperti merk Novo Nordisk memiliki penmate. Fungsinya, untuk menyembunyikan jarum suntik jika anda takut melihat jarum, atau saat anda ingin menginjeksikan insulin pada anak-anak.

Cara kerja pena insulin, ketika Anda setelah menekan angka yang diperlukan untuk unit insulin dan mulai memasukkan jarum ke kulit, tekan tombol maka insulin akan melepaskan insulin dengan dosis tepat, ditandai dengan suara “klik” sehingga alat injeksi tipe ini sangat cocok untuk orang yang mengalami gangguan penglihatan atau tuna netra.

3.  Jarum suntik konvensional.

Jarum suntik konvensional adalah salah satu bentuk dari pena insulin dimana insulin disuntikkan ke dalam sub kutan melalui jarum suntik yang biasanya berukuran 1 ml.

Saat ini, ada 2 perangkat jarum suntik konvensional yang bisa menyembunyikan jarum yaitu autojet ( made in Owen Mumford ) dan penmate ( made in Novo Nordisk ).

Cara kerja alat injeksi ini bekerja dengan sangat cepat dengan mendorong jarum melalui kulit dan secara otomatis melepaskan insulin dengan pnetrasi yang cepat.

Ada 3 ukuran suntikan yang merupakan standarisasi di mayoritas beberapa negara dengan standar ukuran U100 yang artinya 100 unit insulin per 1 ml. Ukuran suntikan tersebut adalah

– Suntikan 0.5 ml, ditandai dengan 50 divisi tunggal untuk digunakan kurang dari 50 unit insulin per 1 ml dalam satu kali suntikan.
– Suntikan 1 ml, ditandai hingga 100 unit dalam 2 unit divisi bagi mereka yang menggunakan lebih dari 50 unit insulin dalam satu kali suntikan.
– Suntikan 0.3 ml, yang dirancang untuk anak-anak atau orang-orang yang menggunakan kurang dari 30 unit insulin per satu kali pemakaian.

Semua jarum suntik konvensional ditandai dengan kata ” insulin ” disamping jarum suntik dan tercantum juga ukuran unit insulin.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Insulin