Deteksi Ciri-ciri Dan Gejala PreDiabetes

386 views

Cara deteksi ciri-ciri Dan gejala prediabetes. Gejala prediabetes awal yang terjadi pada seseorang kadang tidak menampakan tanda-tanda khusus yang menjadi patokan agar bisa ditegakkan vonis bahwa orang tersebut dipastikan menderita prediabetes.

Kadang, orang yang mengalami gejala prediabetes tidak menyadari bahwa telah terjadi suatu perubahan dalam tubuhnya, dan ketika gula darah meningkat dia merasa kehausan dan membuang air kecil secara berlebihan. Namun, dokter sudah memvonis bahwa dia sudah menderita diabetes tipe 2.

Meskipun tidak menampakkan tanda-tanda atau gejala khusus, tetapi ciri-ciri hingga vonis prediabetes dapat ditegakkan berdasar tes uji darah dan faktor penyebab prediabetes. Berikut adalah beberapa penjelasan singkat mengenai cara uji terhadap ciri-ciri prediabetes

Gejala prediabetes berdasar faktor risiko

Berikut adalah bebeberapa kemungkinan orang yang perlu diuji dan dideteksi prediabetes dengan melihat faktor penyebab dan sejarah medis

1. Jarang aktifitas fisik.

Biasanya, orang usia 40 tahun ke atas yang jarang melakukan aktifitas fisik maka ukuran pinggang akan membesar akibat tumpukkan lemak.

Tumpukkan lemak sub kutan di pinggang dapat menghasilkan hormon tertentu yang menjadi lawan dari insulin sehingga tingkat sensitifitasnya berkurang. Pada lemak perut mereka ada tanda seperti garis-garis putus.

2. Bercak-bercak hitam di kulit ( Acanthosis Nigricans ).

Orang yang memiliki resistensi insulin tingkat parah yang sudah masuk ke tahap prediabetes, biasanya mempunyai tanda-tanda bercak hitam di leher.

Kadang, bercak-bercak hitam juga muncul di siku, lutut, buku-buku jari, dan ketiak. Akan tetapi, tidak semua orang memiliki tanda-tanda resistensi insulin yang parah seperti itu.

3. Memiliki orang tua atau saudara kandung dengan diabetes.

Keturunan adalah salah satu penyebab diabetes, jika anda menderita diabetes tipe 2 maka kemungkinan besar pada salah satu saudara kandung juga akan bernasib sama.

4. Mempunyai riwayat melahirkan bayi besar

Pernah melahirkan bayi makrosomia dengan berat lebih dari 4 kg. Ini terjadi karena ibu memiliki kadar gula darah yang tinggi selama kehamilan ( gestasional diabetes ).

5. Ada riwayat tekanan darah tinggi

Pernah mengalami tekanan darah tinggi, atau memiliki tekanan darah diatas 140/90 mmHg.

6. Kadar kolesterol tak terkontrol

Kadar kolesterol HDL di bawah 35 mg / dL, dan atau memiliki tingkat trigliserida di atas 250 mg / dL Ini terjadi akibat asam lemak menumpuk dalam darah akibat menurunnya tingkat sensitifitas insulin, atau minimnya aktifitas fisik. Kadang, makanan juga mempunyai pengaruh.

Jika orang mempunyai riwayat medis seperti diatas, maka perlu dilakukan uji tes darah untuk meyakinkan hasil deteksi mengenai positif atau tidaknya prediabetes.

Gejala prediabetes berdasar tes darah

Ada beberapa tes untuk uji darah untuk melengkapi vonis terhadap ciri-ciri prediabetes, yaitu

– Tes HbA1c pada 5.7% – 6.4% maka itu menunjukkan prediabetes
– Tes glukosa darah puasa pada 100 mg/dl – 125 mg/dl. Tes ini dilakukan setelah 8 jam pasien berpuasa, dan untuk mendapatkan data akurat biasanya tes dilakukan pada pagi hari.
– Tes toleransi glukosa oral (OGTT), dilakukan setelah 2 jam pasien diberi cairan manis oleh perawat, hasil menunjukkan pada tingkat glukosa darah antara 140 mg/dl – 199 mg / dL, maka ini menunjukkan ciri-ciri pradiabetes.

Jika anda telah dideteksi lengkap seperti ciri-ciri diatas dan terdiagnosis prediabetes oleh dokter, sebaiknya anda melakukan perubahan untuk mencegah prediabetes menjadi diabetes tipe 2. Dokter atau ahli diabetes akan memberikan pengobatan dan panduan khusus untuk menangani kasus anda. Semoga bermanfaat.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #PreDiabetes