Ciri-Ciri Dan Gejala Resistensi Insulin

362 views

Ciri-Ciri Dan Gejala Resistensi Insulin. Resistensi insulin menjadi momok yang mengkhawatirkan banyak orang dan siapapun itu karena merupakan awal dari cikal bakal pre-diabetes hingga penyakit diabetes melitus tipe 2, bahkan meningkatkan resiko komplikasi lain seperti serangan jantung dan stroke.

Mekanisme terjadinya resistensi insulin karena menurunnya respon tubuh ( sel-sel otot, lemak, dan sel-sel hati ) terhadap penyerapan glukosa, sebagai akibat insulin yang disekresikan pankreas dalam jumlah yang tidak memadai untuk memenuhi kebutuhan tubuh, saat tubuh hendak menyerap glukosa dari aliran darah.

Gejala

Meskipun tidak menampakkan gejala yang jelas, namun tanda-tanda pada orang yang sudah mengalami ciri-ciri resistensi insulin dapat diketahui dengan membaca keadaan fisik orang tersebut, meliputi : muncul bercak-bercak hitam pada kulit, biasanya di bagian belakang leher.

Kadang-kadang, bercak-bercak hitam tersebut membentuk cincin di sekitar leher mereka. Bercak-bercak hitam juga dapat muncul pada siku, lutut, buku-buku jari, dan ketiak. Kondisi ini disebut acanthosis nigricans.

Penyebab

Meski banyak ilmuwan yang melakukan penelitian, namun penyebab resistensi insulin belum dapat dipastikan. Ide pokoknya, diabetes mellitus dapat terjadi karena resistensi insulin tanpa adanya pencegahan dan minimnya pengetahuan tentang penyebab. Namun, beberapa faktor dibawah ini memberikan kontribusi dan dicurigai sebagai penyebab resistensi insulin

1. Jarang aktifitas fisik.

Banyak penelitian telah membuktikann bahwa kurangnya aktivitas fisik akan meningkatkan resiko resistensi insulin. Jika seseorang sering melakukan kegiatan olahraga atau aktifitas fisik lainnya, glukosa dalam darah akan lebih banyak diserap oleh otot, meski tanpa bantuan insulin. Otot-otot tubuh yang lebih aktif, akan membakar glukosa menjadi energi dan sisanya dibuang melalui keringat.

AKan tetapi pada orang yang jarang melakukan aktifitas, tubuh akan mengubah glukosa menjadi lemak cadangan yang akan digunakan kembali ketika tubuh membutuhkan. Namun, akibat jarang melakukan aktifitas, lemak akan menumpuk menjadi lemak subkutan dan visceral.

Semakin lama, glukosa tidak bisa diserap oleh lemak dan membutuhkan jumlah banyak insulin untuk membantu penyerapan. Akan tetapi, pankreas tidak bisa memproduksi insulin dalam jumlah yang banyak untuk membantu lemak saat menyerap glukosa sehingga menyebabkan terjadinya insulin resistensi.

2. Munculnya lemak subkutan dan visceral.

Lemak sub kutan adalah lemak yang terlihat, dan banyak penelitian bahwa lemak pinggang adalah salah satu penyebab resistensi insulin. Selain itu, beberapa peneliti telah menemukan bahwa lemak sub kutan di pinggang memproduksi hormon tertentu sebagai lawan dari insulin.

Kondisi ini akan menyebabkan resiko resistensi insulin. Selain itu, hormon yang dihasilkan lemak pinggang akan meningkatkan resiko penyakit lain seperti tekanan darah tinggi, kolesterol jahat, dan penyakit kardiovaskular.

Lemak visceral adalah lemak yang tersembunyi dan tidak tampak oleh mata secara langsung. Lemak visceral muncul di hati, jantung, ginjal dan pankreas, tentu saja lemak ini mengganggu kerja pankreas.

Biasanya, lemak visceral muncul pada orang-orang yang mempunyai badan kurus. Orang-orang yang mempunyai lemak tersembunyi ini disebut dengan skinny fat.

Lemak visceral juga memproduksi hormon yang bersifat sebagai lawan dari insulin sehingga menyebabkan insulin resistensi.

3. Kualitas tidur yang buruk.

Studi menunjukkan bahwa kualitas tidur yang buruk, terutama apnea, dapat meningkatkan risiko resistensi insulin. Apnea adalah gangguan umum di mana pernapasan seseorang terganggu saat tidur.

Orang yang mengalami apnea sering pindah dari tempat tidur dan merasa tidak nyenyak karena mengalami pernafasan yang dangkal sehingga menyebabkan rasa kantuk yang berlebihan dan tidur lama di siang hari.

Selain ketiga hal diatas, ada beberapa penyebab lain seperti penggunaan steroid, faktor usia, dan mer0kok.

Resistensi insulin dapat dideteksi dengan mengukur tingkat insulin dalam darah dengan alat tes yang disebut klem euglikemik ( euglycemic clamp ).

Selain untuk mendetaksi adanya ciri-ciri resistensi insulin, Alat tersebut juga bisa mendeteksi gejala pre-diabetes. Kunjungi dokter anda untuk mengetahui informasi lebih detail. Semoga bermanfaat.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya