Cara Merawat Kaki Diabetes Harian

399 views

Merawat kaki untuk penyakit DM tipe 1 dan 2  sebenarnya mudah dan simple, tidak ribet hanya butuh kesabaran dan ketelitian. Jika sudah terbiasa, semua akan berjalan lancar.

Kaki merupakan bagian anggota tubuh yang penting untuk diperhatikan. Sebab, kaki adalah pondasi utama untuk melakukan berbagai aktifitas. Jika kaki diabetesi mengalami gangguan, tentu semua aktifitas anda juga akan terganggu.

Jika kaki mengalami luka atau lecet dan tidak dirawat dengan benar, kaki diabetes bisa mengalami infeksi serius. Risiko terburuk dari infeksi kaki adalah amputasi, jika infeksi sudah memasuki tulang.

Faktor yang tak kalah penting, selalu kontrol gula darah agar tetap di kondisi normal.

Sebab, jika anda mengalami hiperglikemik secara berulang-ulang, ini akan mempengaruhi saraf dan sirkulasi darah di kaki yang akan menimbulkan berbagai masalah serius seperti gangren, bunion atau kaki bengkak, hingga kaki charcot.

Lalu, bagaimana cara merawat kaki diabetes yang benar? Berikut adalah beberapa penjelasan untuk anda terkait cara perawatan kaki diabetes secara mudah dan sederhana

1. Jaga kebersihan.

Bersihkan kaki Anda 3 kali sehari. Kadang bisa lebih, ini tergantung aktifitas anda. Namun, Anda wajib dan tetap MENJAGA KAKI DARI KELEMBABAN.

Bagaimana cara membersihkan kaki untuk diabetesi ?

Bersihkan kaki dengan air dan sabun anti septik. Jangan menggosok kaki dengan alat sikat yang kasar. Perlakukan kaki anda dengan lembut. Setelah bersih, lap kaki anda dengan kain halus yang bersih. Taburkan bedak bayi agar kaki anda tidak lembab.

2. Jangan merendam kaki di air panas.

Jangan merendam kaki di air yang panas atau diatas suhu 40 derajad. Ini akan membuat kulit ari menjadi tipis dan mudah rusak.

Selain itu, air diatas suhu 40 akan mempercepat kerusakan saraf pada kaki diabetesi. Air panas juga akan melebarkan pori-pori kulit sehingga memudahkan kuman masuk ke kaki.

Jika ingin merendam, gunakan air yang hangat suam-suam kuku yang sudah dicampur garam.

Gunakan konsentrasi garam 2.5 % per 1 liter air misalnya 25 gram garam dilarutkan dalam 1000 cc air. Ini bermanfaat untuk menghindari keasaman kulit kaki dan mematikan bakteri.

Namun, jangan terlalu sering merendam kaki dalam larutan garam, cukup 3- 5 menit sebanyak 3 hari 1 kali pada waktu sore.

Setelah selesai, siram kaki anda dengan air netral dan keringkan dengan handuk halus lalu taburi kaki dengan bedak bayi. Jangan gunakan bedak yang mengandung asam.

Harap diingat, jangan merendam kaki saat mengalami luka atau infeksi, sebab membuat luka sulit untuk kering.

3. Memotong kuku.

Potong kuku anda mengikuti alurnya. Jangan memotong kuku terlalu ke dalam. Potong kuku kaki anda setelah mandi supaya kuku lebih lunak dan mudah untuk dipotong.

Jangan membersihkan kotoran kuku dengan benda runcing.

Jangan memotong tepi kuku hingga sudut dalam.

Hindari luka saat memotong kuku.

Jika ada kotoran yang bersembunyi di sudut dalam kaki, sebaiknya konsultasikan ke dokter atau ahli diabetes. Ini penting karena risiko luka yang sulit sembuh seperti gangren di jari-jari kaki bermula dari cantengan.

4. Merawat luka di kaki dan jangan mengabaikan luka meski kecil.

Jika luka hanya lecet atau luka kecil, bersihkan luka dengan air hangat dan sabun anti kuman.

Jangan mengoleskan luka dengan iodin. Keringkan luka dengan handuk halus, kemudian oleskan salep anti septik seperti salep oxytetracycline.

Salep ini terbukti manjur untuk mengobati luka dan mencegah infeksi di kaki diabetesi. Kemudian, luka ditutup dengan kain kasa steril. Jika luka agak besar, anda harus segera pergi ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang intensif.

Jangan menggunakan plester yang dijual di warung-warung untuk menutup luka. PLester mengandung asam sehingga membuat kulit menjadi lembab, lembek dan mudah rusak. Selain itu, saat melepas plester bisa menimbulkan masalah baru di kulit kaki yang luka.

Jika kaki mengalami perubahan warna akibat luka, timbul rasa berdenyut, membengkak dan panas jika disentuh, segera hubungi rumah sakit atau dokter untuk mendapatkan perawatan agar kaki anda terhindar dari infeksi serius.

5. Jaga kelembaban dan keasaman kulit kaki.

Kulit kaki tidak boleh terlalu lembab, dan tidak boleh terlalu kering. Jika kaki lembab, oleskan gunakan bedak tabur bayi. Jika kaki terlalu kering, gunakan sedikit krem pelembab yang direkomendasikan dokter.

Hindari keasaman kulit anda. Keasaman akan merusak kulit dan disukai bakteri. Netralkan keasaman kulit dengan membersihkan dengan air dan sabun.

6. Hindari kaki dari kondisi panas atau hangat.

Jika kaki anda merasa kedinginan, jangan dekatkan kaki dengan panas api, ini akan merusak saraf kaki. Jangan menggunakan penghangat kaki saat hendak tidur agar kaki tidak berkeringat dan lembab. Berjemur pada pagi hari antara jam 7 hingga 9 pagi akan lebih bermanfaat dan memberikan vitamin D pada kulit kaki.

7. Lindungi kaki.

Gunakan sepatu khusus kaki diabetes untuk melindungi kaki. Pilihlah sepatu dengan ukuran pas, jangan terlalu longgar dan jangan terlalu sempit.

Coba dulu saat ingin membeli sepatu baru. Gunakan stoking atau kaus kaki yang halus saat mencoba sepatu baru. Pilih kaos kaki yang longgar.

Hati-hati saat hendak menggunakan sepatu, pastikan tak ada kerikil atau butiran benda yang dapat membuat luka di kaki tanpa anda sadari.

Pada intinya, merawat kaki diabetes bertujuan untuk menghindari infeksi akibat luka meskipun kecil.

Setiap luka harus segera diobati agar tidak menimbulkan masalah yang serius.

Jika anda ragu, konsultasikan permasalahan ini ke dokter atau ahli kaki diabetes ( podiatri ) agar anda bisa mendapatkan informasi lebih detail tentang cara perawatan kaki yang benar dan sesuai dengan kondisi diabetes anda. Semoga bermanfaat.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya