Cara Mencegah Hipoglikemia Saat Olah Raga

325 views

Banyak penderita diabetes melitus menyukai beberapa kegiatan olahraga, tapi ia harus mampu mencegah hipoglikemia baik itu selama atau setelah olah raga dengan kontrol diabetes dan pengaturan gula darah yang ketat.

Karena, risiko hipoglikemia sering terjadi selama dan setelah olahraga sebagai akibat dari kelelahan dan kekurangan kalori sehingga level gula darah turun secara drastis.

Kenali dahulu pengaruh olahraga terhadap tubuh

Olah raga adalah bagian penting bagi penderita selama merawat diabetes mereka. Kegiatan olahraga yang rutin dan terjadwal akan memberi manfaat bagi diabetesi yaitu menstimulasi serangkaian proses dalam tubuh yang mengakibatkan perubahan ke arah yang lebih baik.

Proses perubahan itu akan mengurangi jumlah lemak dan meningkatkan jumlah jaringan pendukung seperti otot, serat, dan tendon. Ini terkait juga dengan peningkatan sistem kekebalan tubuh.

Selain itu, kegiatan olahraga juga bermanfaat akan meningkatkan metabolisme tubuh dan meningkatkan kebugaran sesuai dengan kegiatan yang dapat dilakukan.

Meningkatkan kebugaran juga berarti meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin dan menurunkan kadar gula darah, ini penting bagi diabetesi.

Lakukan olahraga secara bertahap

Menjaga kebugaran penting untuk semua orang. Namun, jika Anda belum terbiasa melakukan kegiatan olahraga, Anda harus melakukannya secara bertahap untuk menghindari kerusakan otot dan tendon. Selain itu, olah raga bagi pemula harus dilakukan sesuai kemampuan, tidak dipaksakan.

Kontrol glukosa darah setiap beraktifitas olahraga

Namun, kontrol diabetes dan kontrol gula darah ketika melakukan aktivitas olahraga Anda perlu perhatikan untuk mencegah dan menghindari resiko hipoglikemia selama dan setelah melakukan aktifitas.

Risiko hipoglikemia tidak hanya berbahaya bagi Anda, tetapi juga dapat membuat ketidaknyamanan pada orang-orang di sekitar Anda ketika beraktifitas, dan merepotkan orang-orang di rumah ketika Anda setelah pulang dari kegiatan olah raga.

Siapkan selalu karbohidrat tambahan

Lebih baik, Anda disarankan untuk tidak mengkonsumsi suplemen tambahan energi ketika turnamen berlangsung karena akan meningkatkan risiko hipoglikemia pada setelah sesi kegiatan.

Untuk menghindari hipoglikemia saat olahraga dan mendapatkan energi ekstra selama kegiatan olahraga, Anda perlu mengkonsumsi karbohidrat tambahan yang lambat diserap seperti sandwich, biskuit atau kue.

Selain itu, untuk melengkapi dan mengimbangi karbohidrat tambahan, mungkin anda butuh minuman manis sebagai tambahan glukosa yang mudah diserap seperti jus buah atau Lucozade,

Minuman ini dapat dikonsumsi untuk meningkatkan level gula darah dan mencegah hipoglikemia selama olahraga. Selain itu juga bermanfaat sebagai penambah energi selama aktifitas. Anda juga dapat mengurangi dosis insulin pada waktu makan sebelum melakukan kegiatan.

Perhatikan makanan yang dimakan

Risiko hipoglikemia dapat terjadi setelah Anda melakukan aktifitas. Anda harus memperhatikan makanan yang dimakan setelah olahraga atau turnamen.

Pengaruh latihan fisik terhadap tubuh akibat tenaga terkuras dapat bertahan sampai aktivitas selesai. Hal ini disebabkan karena otot-otot masih harus memulihkan energi dengan mengubah sisa glukosa menjadi glikogen.

Gula darah bisa turun 2 jam atau lebih setelah aktivitas olahraga selesai sehingga Anda perlu camilan tambahan pada saat itu. Anda mungkin perlu makan lebih banyak dan berbeda dari biasanya.

Anda dapat meningkatkan camilan di petang atau malam hari jika Anda selesai melakukan kegiatan olahraga di menjelang sore hari. Mengontrol gula darah dalam situasi saat ini adalah tindakan dan inisiatif yang cerdas.

Inti dari kontrol diabetes dan kontrol gula darah untuk diabetesi selama kegiatan olahraga, Anda harus bisa merencanakan diet diabetes olahraga, baik itu sebelum, selama atau setelah kegiatan untuk mencegah resiko hipoglikemia saat aktifitas dan setelahnya, karena risiko hipoglikemia dapat terjadi selama melakukan aktivitas olahraga dan setelah.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya