Bahaya Salah Suntik Insulin

499 views

Penting bagi pasien dengan penyakit diabetes melitus baik itu tipe 1 atau 2 untuk mempelajari cara penyuntikan mandiri dengan benar untuk menghindari beberapa bahaya yang timbul akibat salah suntik insulin yang dilakukan selama penyuntikan.

Mungkin, pertama kali Anda belajar menyuntik membutuhkan panduan seorang dokter. Akan tetapi, dokter tidak harus selalu mengawasi kehidupan pasien.

Jadi, pasien harus belajar mandiri dan mampu mengelola diabetes mereka terutama saat mengelola insulin dan mengetahui dampak-dampak dari kesalahan yang dilakukan baik itu sengaja atau tidak.

Berikut adalah beberapa dampak dan bahaya akibat salah suntik insulin

1. Hipoglikemia dan hiperglikemia

Hipoglikemia terjadi akibat pasien salah suntik insulin dengan panjang jarum yang salah sehingga insulin diserap lebih cepat. Hal ini akan menyebabkan kadar gula darah menjadi turun secara ekstrem. Kesalahan ini terjadi karena insulin langsung menyentuh otot sehingga insulin secara langsung masuk ke aliran darah.

Hiperglikemik pada pasien terjadi karena lambatnya penyerapan insulin. Lambatnya penyerapan insulin disebabkan beberapa faktor, antara lain

– Saat menyuntikkan insulin, jarum masuk kurang masuk ke dalam sehingga insulin sangat lambat diserap dan menyebabkan kadar gula menjadi naik.
– Insulin yang disuntikkan dalam kondisi dingin, hal ini jelas mempengaruhi dan menghambat proses penyerapan insulin.
– Adanya lipohipertropi pada jaringan bawah kulit di lokasi penyuntikkan yang menyebabkan absorpsi insulin menjadi terhambat.

Usahakan jarum suntik masuk ke bagian bawah dermis namun di atas otot. Untuk pasien diabetes yang mempunyai lemak sedikit, jika menggunakan jarum agak panjang maka usahakan arah jarum membentuk sudut 45 derajad. Jika menggunakan jarum pendek, arah suntikan pada kemiringan 90 derajad.

2. Lipohipertrofi

Lipohipertropi terjadi akibat cara salah suntik insulin dengan mengulang-ulang suntikan pada area yang sama sehingga terjadi pembentukan gumpalan lemak.

Lesi lipohipertrofi sangat tidak menyenangkan untuk dipandang dan sering menimbulkan rasa gatal. Selain itu, lipohipertropi yang timbul akan menghalangi penyerapan insulin ketika pasien setelah menyuntikkan insulin, meskipun area situs suntik berada di sebelah di sekitar lesi.

Untuk mendeteksi lipo hipertropi, Anda bisa mencoba meraba area bekas suntikkan karena lipohipertropi lebih bisa diraba ketimbang dilihat. Anda juga bisa mendeteksi ada atau tidaknya lipohipertropi dengan menjepit area yang dicurigai, jika kulit anda normal maka jari-jari anda akan lebih mudah saat menjepit

Untuk mencegah timbulnya lipohipertrofi, sebaiknya Anda melakukan rotasi situs suntik.

Ada 4 titik lokasi injeksi utama yaitu perut, pangkal kaki, lengan dimana masing-masing memiliki karakteristik dan tingkat penyerapan insulin yang berbeda.

Anda bisa menjadwalkan suntikan tiap titik lokasi injeksi utama dengan rentang waktu 1 atau 2 minggu. Jika dalam satu minggu anda ingin menyuntikkan insulin di tempat yang sama, beri jarak antara bekas suntikan dan situs yang akan disuntik dengan jarak sekitar 1.5 inci atau 2 jari yang dijajarkan.

3. Infeksi dan abses

Salah suntik insulin bisa menimbulkan abses. Infeksi hingga abses dapat timbul pada bekas suntikan akibat kesalahan pasien menggunakan jarum bekas sehingga ditempati kuman penyakit.

Selain infeksi, saat Anda menyuntikkan insulin akan menimbulkan sensasi rasa sakit.

Hal ini disebabkan jarum suntik sudah tumpul dan pelumas hilang. Infeksi bisa lebih parah jika pasien menggunakan jarum suntik bersama.

Bahkan, infeksi bisa meningkat menjadi hepatitis atau HIV Aids jika teman anda positif menderita dan menularkan penyakit tersebut.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Insulin