Perawatan DM Tipe 1 Pada Anak

325 views

Perawatan Diabetes Anak. Sebagai orang tua tentu akan merasa sangat sedih jika salah satu dari beberapa anak atau bahkan anak tunggalnya divonis menderita diabetes tipe 1.

Akan tetapi, semua terjadi bukan kehendak anda dan sama sekali bukan kesalahan anda. Tugas orang tua adalah merawat anak-anak dengan mendidik dan memberi perhatian khusus agar anak yang memiliki diabetes tidak mengalami resiko komplikasi.

Tatalaksana diabetes pada anak dilakukan dengan gabungan antara suntikan insulin, pengaturan pola makan dan perbaikan gaya hidup.

Metode pengobatan ini bukan hanya untuk diabetes pada anak saja, akan tetapi juga dapat diterapkan untuk orang dewasa atau pengobatan diabetes tipe 2 yang menggunakan insulin.

Hingga saat ini, belum ditemukan cara pengobatan yang lebih efektif selain ke tiga gabungan tersebut.

Namun, mungkin saja telah ditemukan pengobatan baru yang bisa dan mampu diandalkan untuk pengobatan diabetes tipe 1 di masa mendatang, tentu saja hal ini harus melalui pengujian secara ilmiah dan diakui oleh Organisasi Kesehatan Dunia ( WHO ).

Beberapa hal yang bisa dijadikan pedoman dan tatalaksana diabetes pada anak untuk orang tua dalam rangka merawat anak-anak mereka.

1. Perawatan dengan insulin.

Pada prinsipnya, insulin tambahan ( suntikan ) berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah yang disuntikan sebelum anak-anak mulai makan untuk menghindari resiko hiperglikemia, Pengaturan kadar gula dalam darah HbA1C diusahakan pada target antara 6.5% – 7.5%.

2. Pantau gula darah anak-anak

Penggunaan insulin harus sesuai dosis untuk menghindari resiko hipoglikemia. Patokan standar dalam memantau gula darah pada anak untuk menghindari resiko hipoglikemia ketika menggunakan insulin adalah

– Pada sebelum makan : 4 – 6 mmol/liter
– Pada sesudah makan : < 10 mmol / liter
– Pada sebelum tidur : 5 – 10 mmol / liter

Lalu, apa mmol itu ? Mmol adalah singkatan dari mili mol yang berarti 1/1000 mol.

Satuan ini untuk mengukur kadar glukosa dalam darah yang diukur dalam per liter darah. Anda juga bisa menentukan pengaturan kadar gula darah dengan satuan yang lain, yaitu pada 100 – 140 mg /dl.

Jika kadar gula dalam darah melebihi batas ( hiperglikemia ) secara berkelanjutan, hendaknya orang tua segera melaporkan kondisi anak tersebut ke dokter ahli terdekat dalam rangka mendapatkan perawatan untuk tatalaksana diabetes pada anak dengan tepat untuk mencegah resiko komplikasi dari penyakit diabetes melitus.

3. Pengaturan pola makan anak.

Orang tua direkomendasikan untuk memilih makanan yang indeks glikemik ( IG ) rendah. Indeks glikemik adalah ukuran kecepatan ketika makanan berkarbohidrat dalam meningkatkan gula darah.

Sebagai orang tua harus cerdas dan bijak dalam memilih makanan ber-IG rendah, senisal keripik dan coklat, kedua makanan ini ber-IG rendah akan tetapi memiliki kadar kolesterol dan kalori yang tinggi.

Makanan yang ber-IG rendah dapat ditemukan pada makanan yang banyak serat semisal sereal oat, jagung, buah-buahan, sayuran dan kacang-kacangan.

Makanan ber-IG rendah bersifat mengenyangkan dan dapat menahan rasa lapar untuk beberapa waktu ke depan. Meski begitu, makan makanan ber-IG rendah namun dalam jumlah banyak tetap akan meningkatkan resiko hiperglikemia.

Hendaknya, orang tua juga mengawasi perilaku makan pada anak-anak mereka. Jika anak ingin susu atau yogurt, pilihlah yang bebas lemak dan kolesterol sehingga anak-anak berada di jalur aman dari resiko penyakit jantung ( komplikasi ).

Selang beberapa waktu ke depan, kemungkinan anak-anak akan mengalami peningkatan berat badan sebagai akibat efek samping penggunaan insulin tambahan.

Oleh sebab itu, kontrol berat badan pada anak-anak harus diperhatikan dengan penerapan diet rendah kalori dan melatih anak-anak untuk hidup aktif semisal olah raga dan lain-lain.

4. Pengaturan gaya hidup

Gaya hidup pada seseorang mempunyai makna yang luas, bisa diartikan kebiasaan makan semisal jajan di luar atau pun kebiasaan tingkah laku anak dalam kehidupan sehari-hari. Perilaku jajan yang sering dilakukan anak-anak kadang di luar kontrol kendali.

Maka dari itu, memberikan pendidikan khusus tentang gaya hidup sehat menjadi saran penting dalam tatalaksana diabetes pada anak.

Cobalah memberikan pengarahan tentang bahaya makanan yang biasa dikudap anak-anak sewaktu mereka bermain atau di sekolah.

Beberapa makanan yang dijual di warung seringkali tinggi pengawet dan pemanis sehingga dapat menimbulkan resiko penyakit lain, selain hiperglikemia.

Latih anak anda untuk hidup lebih aktif dengan olah raga yang disukai. Akan tetapi, beberapa anak perempuan kurang menyukai olah raga.

Anda bisa memberikan kegiatan alternatif seperti mengepel lantai, melatih mencuci dan menyeterika baju mereka sendiri, mencuci sepeda sendiri, dan lain-lain.

Kurangi aktifitas menonton tv atau kebiasaan tidur setelah makan, Jika anak merasa enggan untuk olah raga diluar, belikan dia treadmill untuk membakar lemak dan meningkatkan daya tahan tubuh.

Namun, durasi latihan sebaiknya dibuatkan jadwal khusus dan mungkin dosis insulin perlu dikurangi untuk mengurangi resiko hipoglikemia akibat tenaga yang terkuras selama mereka melakukan olah raga.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya