Risiko Bayi Lahir Dari Diabetes Ibu Hamil

390 views

Diabetes Ibu hamil dan Dampak Pada Bayi. Minimnya kontrol diabetes pada ibu saat pra-kehamilan dan selama kehamilan sangat memengaruhi perkembangan fisik pada janin atau pun bayi setelah lahir dan meningkatkan resiko bayi lahir dari  diabetes ibu hamil.

Sudah pasti, kejadian ini sangat menakutkan bagi ibu yang memiliki penyakit diabetes melitus baik itu tipe 1 atau 2 sehingga mereka merasa enggan untuk hamil. Beberapa tahun terakhir yang lalu, telah dilakukan penelitian pada ibu hamil dengan diabetes di beberapa negara seperti di Inggris, Wales, dan Irlandia Utara.

Dari penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa resiko bayi lahir dari diabetes ibu hamil adalah sebagai berikut:

1. Bayi mempunyai 5 kali resiko meninggal saat proses kelahiran.
2. Bayi memiliki 2 kali resiko cacat bawaan
3. Bayi mempunyai 2 kali resiko dengan berat badan lebih dari 4 kg.

Beberapa kasus terkait kehamilan dan penyakit diabetes melitus seperti di atas dapat dideteksi dengan pemeriksaan USG ( ultrasonografi ) pada awal kehamilan.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan hasil yang normal, namun tingkat kewaspadaan harus tetap dilakukan sebab mengingat bulan-bulan berikutnya kehamilan masih akan dipengaruhi oleh tingkat kontrol gula darah ibu.

Jika control gula darah dan diabetes pada ibu berubah menjadi rendah, maka akan cenderung mengakibatkan bayi dengan ukuran besar dan menjadi dapat menjadi masalah bagi ibu serta bayi pada saat persalinan, selain risiko kematian bayi.

Beberapa resiko bayi lahir dari diabetes ibu hamil, antara lain

1. Giant baby atau bayi besar

Kehamilan pada ibu dengan penyakit diabetes melitus jika tidak dikendalikan dengan baik, akan berdampak buruk terhadap bayi dan ibu itu sendiri. Bayi dapat tumbuh besar lebih dari besar normal, disebut makrosomia dengan berat lahimya lebih dari 4 kg (bayi raksasa atau giant baby).

Bagaimana kondisi ini terjadi? Jika selama kehamilan kadar gula darah pada ibu adalah tinggi, glukosa akan melintasi plasenta ke dalam sirkulasi bayi sehingga mengakibatkan bayi tumbuh cepat dan gemuk.

Hal terjadi karena pankreas bayi memproduksi insulin meskipun pankreas ibu tidak dan insulin tersebut akan mengubah glukosa menjadi lemak. Akibatnya, bayi tumbuh lebih besar selama kehamilan sehingga operasi caesar harus segera dilakukan untuk menghindari resiko yang lebih parah.

2. Bayi cacat lahir atau bawaan

Minimnya kontrol diabetes pada ibu pra-kehamilan dan saat pembuahan dapat memengaruhi proses pembelahan dan perkembangan sel telur menjadi janin yang sehat. Pada tahap ini, semua organ dan anggota badan janin terbentuk dalam hitungan menit.

Pada kondisi ini, kadang- kadang mengakibatkan kelainan bawaan seperti spina befida (cacat pada tulang belakang), munculnya lubang di jantung, dan bibir sumbing. Risiko ini dapat dicegah seminimal mungkin dan bahkan dapat dihilangkan sama sekali dengan mengontrol HbA1c dengan normal sebelum kehamilan.

Sebuah bukti ilmiah menunjukkan bahwa munculnya cacat pada bayi disebabkan oleh kontrol gula darah yang rendah pada ibu dalam beberapa minggu pertama setelah kehamilan. Resiko bayi lahir dari diabetes ibu hamil ini dapat dikurangi dengan memastikan kontrol yang sempurna saat kehamilan dengan menargetkan HbA1c kurang dari 7,5°/o.

Risiko cacat bawaan hanya terbatas pada tahap awal kehamilan. Awal kehamilan merupakan tahap ketika berbagai komponen tubuh bayi akan mulai berkembang. Penting untuk dipahami bahwa risiko untuk bayi meningkat dan sejalan dengan peningkatan HbA1c. Semakin rendah HbA1c hingga di bawah 7,5″/o, scmakin rendah pula risikonya.

3. Bayi lahir premature

Seperti halnya pada penderita diabetes mellitus lainnya, serangan hipoglikemik mungkin bisa terjadi selama kehamilan sehingga dapat membahayakan jiwa ibu dan juga janin yang dikandung. Perkembangan dan pertumbuhan bayi juga dapat terganggu akibat kontrol diabetes yang rendah. ]ika bayi harus dilahirkan lebih awal karena ukurannya yang besar, ia akan lahir sebagai bayi prematur.

Salah satu resiko dari bayi prematur adalah paru-paru bayi belum seluruhnya sempurna sehingga menimbulkan resiko baru berupa gangguan sindrom pernapasan. Kondisi bayi seperti ini perlu perawatan khusus di Unit Khusus Perawatan Bayi sampai paru-paru mereka cukup baik untuk beradaptasi dengan lingkungan.

Jika tingkat HbA1c pada ibu dengan diabetes dapat dikontrol secara ketat sejak dini, maka risiko kelahiran dengan bayi lahir prematur akibat ukuran besar, dapat dicegah. Baca: Kadar Gula Darah Normal Untuk Bumil

4. Bayi lahir kuning

Bayi yang lahir dari ibu diabetes lebih berisiko menjadi kuning. Hal ini bisa disebabkan oleh kelahiran yang prematur, meskipun terkadang bayi yang lahir dengan cukup bulan namun juga bisa menjadi kuning sebagai akibat dari ibu dengan kontrol diabetes yang rendah.

Alasan dan penyebab secara pasti mengenai penyebab adalah masih belum jelas, tetapi penyakit kuning dapat diatasi dengan pengobatan oleh dokter ahli.

5. Hidramnion

Hidramnion adalah jumlah cairan mengalami peningkatan atau pertambahan secara tidak normal di sekitar janin dan kondisi ini lebih sering terjadi pada ibu penderita diabetes, meski juga bisa menimpa pada wanita yang tanpa diabetes

Kondisi bayi dengan hidramnion ini terjadi akibat kontrol diabetes yang rendah pada diabetes ibu hamil pada pra-kehamilan dan selama kehamilan. Untuk mengurangi resiko bayi lahir dari ibu diabetes terulang pada kehamilan di tahun berikutnya, kontrol kadar gula darah atau HbA1c secara ketat dengan nilai yang normal sejak awal atau pra-kehamilan dan selama kehamilan.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Diabetes Dan Kehamilan #Komplikasi Diabetes Gestasional