Melatih Disiplin Diet Diabetes Untuk Anak-Anak

315 views

Diet Diabetes Untuk Anak. Melatih kedisplinan saat tiba waktu makan untuk anak dengan penyakit diabetes melitus adalah salah satu point penting dalam meningkatkan kedewasaan pola pikir pada anak-anak

Tujuannya, mereka dapat mengelola diabetes dengan baik dan sesuai rencana dalam rangka menghindari resiko hipoglikemia dan hiperglikemia yang kemungkinan besar terjadi bila mereka di luar kontrol orang tua.

Selain itu, jika anak-anak sudah mulai mengerti tentang disiplin makan, maka secara otomatis mereka bisa beradaptasi dengan lingkungan dimana dia berada semisal di sekolah, di rumah teman, dan lain-lain.

Beberapa hal di bawah ini mungkin bisa membantu orang tua terkait cara melatih kedisiplinan anak dalam hal makan agar lebih cerdas dalam mengelola diabetes mereka :

1. Mengenalkan makanan yang boleh dan makanan yang dilarang

Satu-satunya makanan dan minuman terbaik untuk anak dengan diabetes adalah makanan yang berlabel ” DIET ” atau ” MAKANAN RENDAH KALORI DAN BEBAS LEMAK JENUH ” seperti minuman bebas gula, yogurt atau susu bebas lemak, makanan awetan yang bebas gula dll.

Ide pokoknya, anak-anak dilatih untuk membatasi atau menghindari asupan gula, garam, dan lemak jenuh, tetapi meningkatkan asupan buah dan sayuran.

Karbohidrat juga penting sebagai sumber energi, pilihlah makanan yang Indeks glikemik rendah dan berserat tinggi semisal roti gandum, beras jagung, kentang, beras merah, sereal, dll.

Jika anak ingin makan daging ayam atau sapi, hilangkan lemak dan kulit. Untuk meningkatkan metabolisme, disarankan memilih minyak atau lemak tak jenuh yang mempunyai rantai tunggal seperti minyak zaitun, minyak kenari, minyak biji labu, minyak kanola, dan lain-lain.

Hindari makan mentega atau margarin karena dapat meningkatkan resiko penyakit jantung. Untuk informasi lebih detail, anda bisa mengunjungi ahli diet yang cakap dalam hal diet diabetesi.

2. Tanamkan kebiasan sarapan pagi.

Manfaat penting dari makanan sarapan pagi tidak hanya untuk orang-orang dengan diabetes tipe 1, tetapi juga memberi manfaat untuk orang normal dalam rangka mengelola berat badan dan mencegah timbulnya diabetes melitus tipe 2 pada usia muda ( MODY, Maturity Onset Diabetes Of Young ).

Saat sarapan karbohidrat, sebaiknya perlu ditambah protein, baik itu protein hewani atau nabati. Akan tetapi, memilih tipe makanan protein yang baik untuk anak diabetes adalah tindakan yang bijak. Buang lemak dari daging, buang kulit, dan hindari makan jeroan.

Memilih susu kedelai sebagai sumber protein nabati untuk minuman saat sarapan adalah lebih baik bagi anak ketimbang susu sapi yang bisa meningkatkan resiko kolesterol tinggi ( upaya menghindari komplikasi pada jantung diabetesi )

Peran protein pada sarapan anak diabetes akan membuat tubuh menjadi lebih baik dalam mengatur kadar gula darah sehingga dapat menunda dan bahkan menghindari resiko hipoglikemia.

Pada pasien dengan diabetes melitus tipe 1 dan 2 yang tergantung insulin, mereka membutuhkan pengaturan khusus dalam asupan protein harian, terutama saat sarapan karena jika seseorang kelebihan konsumsi karbohidrat dimungkinkan dapat membuat gula darah berubah menjadi naik ( hiperglikemia ) secara tiba-tiba pada siang hari.

3. Melatih kebiasaan makan bersama dalam keluarga

Penelitian dari The University Of Illinois di Urbana Champaign melaporkan bahwa kebiasaan makan bersama di dalam sebuah keluarga akan meningkatkan kedisplinan pada anak-anak dan remaja dalam mengonsumsi dan memilih makanan sehat dibanding saat mereka makan di luar.

Hasil penelitian memberikan kesimpulan bahwa anak-anak dan remaja yang 3 x makan bersama dalam 1 minggu, mereka dapat menghindari resiko kenaikan berat badan sebanyak 12% ketimbang anak-anak dan remaja yang jarang makan bersama dengan keluarga mereka.

Dengan demikian, resiko anak-anak yang memiliki diabetes akan lebih dapat menghindari resiko komplikasi jantung.

4. Beri anak bekal makanan sehat untuk makan siang di sekolah

Jika anak-anak diabetes sudah mulai disiplin dengan membawa bekal makanan untuk makan siang sebelum mereka pergi ke sekolah, sudah tentu mereka akan mendapatkan nutrisi yang lebih baik ketimbang mereka jajan di warung makan atau restaurant.

Makanan yang diolah di rumah akan lebih memberi manfaat kepada anak-anak karena orang tua sudah mengetahui kebutuhan gizi dalam rangka mengelola diabetes pada anak dengan lebih baik. Akan tetapi, beberapa sekolah sering menyediakan makan siang untuk siswa.

Kondisi ini tergantung dari tingkat temperamen dan sikap anak-anak terhadap sekolah. Anda bisa berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk menyediakan makanan khusus untuk anak-anak terkait menu sehat diabetesi.

5. Melatih anak-anak saat akan keluar rumah dalam keadaan perut kenyang.

Sebelum anak-anak akan keluar rumah untuk bermain atau dalam acara kegiatan lain di luar rumah, kebiasaan perut kenyang lebih dahulu sebelum meninggalkan rumah akan menunda rasa lapar bahkan bisa mencegah keinginan anak-anak untuk jajan di luar. Dengan kedisplinan dan kebiasaan seperti ini akan membuat anak-anak lebih cerdas dalam mengontrol diabetes mereka.

Akan tetapi juga penting untuk diperhatikan dalam menghadapi permasalahan diabetes melitus anak, jika mereka mempunyai kegiatan di luar rumah yang butuh waktu lama, membawa bekal makanan seperti tablet glukosa selain makanan pokok, juga perlu dipertimbangkan dalam rangka mencegah resiko hipoglikemia yang kemungkinan muncul secara tiba-tiba.

OLeh sebab itu, pendidikan khusus tentang pengelolaan diabetes adalah sangat penting bagi orang tua yang kemudian disampaikan ke anak-anak. Anda direkomendasikan untuk mengunjungi dokter ahli untuk mendapatkan beberapa pelajaran terkait pengelolaan anak diabetes ketika mereka meninggalkan rumah dalam waktu yang agak lama.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya