Bayi Lahir Besar Lebih 4 Kg

367 views

Bayi Besar Lahir Lebih 4 KG Atau Bayi Makrosomia. Kondisi hiperglikemi selama kehamilan terjadi sebagai akibat kontrol kadar gula darah yang buruk juga menyebabkan kelainan kongenital atau cacat bawaan pada janin seperti makrosomia, spina bifida, jantung berlobang dan bibir sumbing.

Apa itu bayi makrosomia

Makrosomia adalah suatu kondisi pada bayi yang besar dan dilahirkan dengan berat badan Lebih dari 4 kg. Dari banyak penelitian didapatkan hasil bahwa hiperglikemia pada ibu hamil merangsang makrosomia pada janin.

Penyebab bayi lahir besar

Hiperglikemia maternal dapat yang terjadi pada kehamilan dan diabetes selama masa kritis di bawah usia kehamilan 9 minggu ( masa organogenesis ) yang terkait dengan adanya peningkatan frekuensi malformasi dimana resistensi insulin menjadi meningkat seiring bertambah usia kehamilan, menyebabkan bayi lahir besar lebih 4 kg, atau makrosomia.

Wanita pengguna insulin dengan diabetes melitus tipe 1 dan 2 harus diberi insulin dosis yang sama dengan dosis di luar kehamilan hingga menunjukkan indikator bahwa dosis insulin mungkin perlu ditambah atau dikurangi.

Kenapa diabetes menyebabkan bayi besar

Beberapa perubahan yang terjadi selama kehamilan sering mengakibatkan hiperglikemia, tetapi juga bisa menimbulkan hipoglikemik. Hipoglikemia dan hiperglikemik dapat membuat perubahan pada janin.

Oleh sebab itu, penggunaan dosis insulin mungkin perlu ditambah/dikurangi sesuai kebutuhan dengan pedoman pada 140 mg/dl dengan pemeriksaan kadar gula darah pada post pandrial adalah kurang dari 140 mg/dl.

Hal ini ditetapkan pada trimester I dimana pada masa tersebut mudah terjadi hipoglikemia apabila dosis insulin tidak dikurangi karena pada saat itu wanita kurang selera untuk makan. Sebaliknya, dosis insulin perlu ditambah dalam trimester II apabila mereka sudah mulai suka makan, terlebih lagi pada trimester III.

Tips Mencegah kelahiran bayi besar

Berikut adaah cara mencegah bayi lahir besar dan cacat bawaan ( kelainan kongenital ) dari ibu diabetes hamil, antara lain

1. Mengatur diet

Diet yang dianjurkan pada ibu hamil adalah 30-35 kal/ kg BB, 150-200 gr karbohidrat, 125 gr protein, 60-80 gr lemak dan pembatasan konsumsi garam. Pertambahan berat badan selama kehamilan dibatasi agar tidak lebih 1,3-1,6 kg/bln.

Konsumsi kalsium dan vitamin D secara adekuat. Buah yang dianjurkan untuk dikonsumsi adalah buah sedikit rasa manis seperti pepaya, pisang, alpukat, apel, tomat, kiwi, semangka, dan kedondong.

Dalam melaksanakan diet sehari-hari, ibu hamil dengan diabetes direomendasikan untuk mengikuti pedoman 3J yaitu ; jumlah kalori, jadwal diet dan jenis makanan yang direkomendasi. Kunjungi ahli diet untuk menangani masalah ini.

2. Rutin mengunjungi dokter

Kontrol ke klinik kandungan sering kali memakan waktu lama dan membosankan, tetapi pengorbanan dan perjuangan anda akan dihargai dengan kondisi Anda dan bayi yang akan lebih baik dan sehat.

Kondisi persalinan yang menyultkan dan lama dapat dicegah dengan kontrol diabetes yang ketat dan perkembangan bayi dapat dimonitor melalui pemeriksaan USG.

Resiko makrosomia dan kelainan kongenital pada bayi dapat dihindari dengan menjaga kadar gula darah yang normal dengan control pengunaan insulin sesuai rekomendasi dokter, meskipun kita tahu bahwa kadang tindakan ini bisa jadi akan meningkatkan risiko hipoglikemia.

Dokter spesialis dapat membantu Anda dalam rangka menentukan regimen insulin yang sesuai sehingga kontrol diabetes anda menjadi yang baik tanpa timbul resiko hipoglikemik

3. Kontrol gula darah selama kehamilan hingga kelahiran

Selama kehamilan, plasenta menghasilkan sejumlah besar hormone yang menghambat kerja insulin. Biasanya, seorang wanita dengan diabetes membutuhkan insulin hingga 2—3 kali dari dosis normal pada masa paruh kedua kehamilan.

Meskipun dosis insulin tersebut lebih banyak, akan tetapi kadar gula darah dapat lebih mudah dikontrol dengan fluktuasi yang lebih sedikit. Setelah kelahiran, kadar hormon menjadi turun yang berarti dosis insulin disesuaikan kembali ke tingkat dosis insulin pada sebelum kehamilan.

Pada banyak ibu hamil, dosis insulin pada hari-hari pertama setelah melahirkan mungkin bisa lebih rendah dari dosis pada sebelum kehamilan. Saat menyusui bayi, Anda harus siap untuk menurunkan dosis insulin sebanyak yang diperlukan untuk menghindari resiko hipoglikemik.

4. Ibu tetap direkomendasikan untuk menyusui bayi

Rekomendasi untuk memberikan ASI pada bayi adalah faktor penting dalam rangka memberi nutrisi terbaik untuk bayi dan meningkatkan imunitas dari infeksi. Bayi Anda tidak akan dipengaruhi meski kadar gula darah Anda tinggi.

Namun, jika gula darah anda pada posisi tinggi secara berkelanjutan, hal ini dapat mengakibatkan Anda mengalami dehidrasi sehingga menurunkan kualitas dan kuantitas air susu. Untuk mendapat hasil yang maksimal selama menyusui bayi anda, perbanyak minum dan rutin tes gula darah Anda untuk memastikannya HbA1c dalam kondisi yang normal.

Sebelum menyusui bayi anda, makanlah terlebih dahulu untuk menghindari resiko hipoglikemia. Konsultasikan semua permasalahan pada dokter spesialis tentang kondisi anda dan bayi, dan semua hal yang terkait dengan pencegahan resiko bayi lahir besar dan kelainan kongenital ( cacat bawaan ).

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Diabetes Dan Kehamilan #Komplikasi Diabetes Gestasional