Diabetes Insipidus Pada Bayi

354 views

Diabetes Insipidus Pada Bayi, diabetes ini bisa menyerang bayi atau balita Anda ( bayi usia di bawah lima tahun) selain pada orang dewasa. Hal ini, sebagian besar dari balita dengan diabetes insipidus sebagai akibat dari faktor genetik yaitu salah satu dari orang tua menderita kelainan kalenjar hipotalamus di otak yang berperan dalam mensekresi hormon vasopressin arginin.

Sebagian besar, orang tua dari balita mengira bahwa bayi mereka menderita penyakit diabetes melitus tipe 1 karena ciri-ciri dan gejala hampir sama dengan diabetes tipe 1 seperti kehausan dan sering ngompol dengan frekuensi banyak.

Tipe

Terdapat 2 tipe diabetes insipidus, yaitu

1. Diabetes insipidus pusat ( sentral )

Disebut sebagai diabetes insipidus pusat disebabkan karena kalenjar hipotalamus di otak yang mensekresi hormon vasopressin arginin dalam jumlah yang sedikit sehingga mengakibatkan ginjal tidak bisa mengontrol cairan masuk. Pada balita, kelainan hipotalamus disebabkan karena faktor keturunan. Sedangkan pada orang dewasa, kerusakan hipotalamus disebabkan oleh cedera kepala, kelainan genetik, dan penyakit lainnya.

2. Diabetes insipidus nefrogenik.

Diabetes insipidus nefrogenik disebabkan karena kurangnya respon ginjal terhadap hormon vasopressin arginin. Biasanya, kondisi ini dapat disebabkan oleh obat-obatan atau gangguan kronis seperti gagal ginjal, penyakit sel sabit, penyakit ginjal polikistik, atau obat-obatan. Namun, faktor genetik juga bisa mempengaruhi.

Diabetes insipidus pusat lebih sering menimpa balita ketimbang insipidus nefrogenik.

Penyebab

Mungkin, balita pernah mengalami jatuh hingga pendarahan. Kondisi otak pada balita masih sangat rawan dan hal ini ini bisa mempengaruhi kalenjar hipotalamus sehingga produksi hormon vasopressin arginin menjadi sangat terbatas. Namun secara umum, diabetes insipidus pada bayi lebih mengarah ke faktor genetik atau keturunan sebagai faktor penyebab utama.

Hormon vasopressin arginin adalah hormon yang bertugas mengontrol dan mengatur cairan masuk pada ginjal.  Hormon ini disekresikan oleh kalenjar kecil pada otak yang disebut hipotalamus.

Kemudian, hormon vasopressin arginin disimpan dan diatur sesuai kebutuhan oleh kalenjar pituitari. Oleh kalenjar pituitari, hormon vasopressin dialirkan melalui darah menuju ginjal. Oleh ginjal, hormon vasopressin digunakan untuk mengontrol cairan masuk. Selain dibuang sebagai urine, ginjal juga mengatur jumlah cairan untuk kebutuhan metabolisme tubuh.

Jadi, ada 3 faktor utama sebagai kunci penyebab dari diabetes insipidus pada bayi, yaitu kerusakan pada kalenjar hipotalamus, kerusakan kalenjar pituitari, dan kerusakan ginjal ( nefropathy ).

Kerusakan-kerusakan ini disebabkan oleh banyak faktor, seperti : genetika, gegar otak, penggunaan obat lithium, tumor, TBC, penyumbatan arteri ke otak, radang otak ( ensefalitis ), radang meningtitis, radang pada kalenjar getah bening ( sarkoidosis ) dan lain-lain.

Gejala dan ciri-ciri

Gejala untuk diabetes insipidus pada bayi yang biasa muncul hampir mirip dengan gejala diabetes tipe 1 seperti kehausan dan selalu ingin minum air dingin, sering ngompol, dan dehidrasi sehingga bayi mengalami penurunan berat badan.

Kondisi pada balita ini harus diimbangi dengan banyak minum air untuk mengganti sejumlah besar cairan yang keluar. Biasanya, balita mengalami ngompol atau buang urine ( polyurine ) hingga lebih dari 4ml / kg berat badan / jam.

Sedangkan ciri-ciri diabetes insipidus pada bayi adalah seperti : bayi sering menangis, mudah marah, perkembangan tubuh yang lambat dan kurus, nafsu makan menurun, dan disertai demam tinggi.

Jika balita atau bayi anda mengalami berbagai gejala dan ciri-ciri seperti diatas, segera mengunjungi dokter atau puskemas terdekat agar penyakit yang muncul dapat dideteksi dan diobati sejak dini.

Cara deteksi

Ada 3 cara untuk mendeteksi diabetes insipidus pada bayi dan balita, yaitu tes urine, tes darah dan tes dehidrasi. Tes urine dan tes darah, dilakukan untuk mendeteksi adanya natrium dalam darah atau urine.

Anda dapat melakukan deteksi dini di rumah dengan alat tes yang disediakan di apotik untuk mengetahui positif atau tidaknya balita terkena diabetes insipidus dengan mengetahui tingkat natrium pada urine bayi. Namun, sebaiknya balita anda melakukan puasa sebelum anda melakukan tes urine. Sedangkan tes darah dan dehidrasi dilakukan oleh pihak rumah sakit.

Dampak dan bahaya

Jika balita anda mengalami diabetes insipidus yang tidak segera diobati, kemungkinan besar bayi atau balita anda akan mengalami berbagai komplikasi yang serius dan membahayakan jiwa balita, seperti :  kerusakan otak, gangguan fungsi mental, cacat intelektual, hiperaktif, respon tubuh yang lemah, gelisah tanpa sebab, dehidrasi yang parah, dan bahkan bayi anda bisa mengalami kematian prematur.

Pengobatan

Pengobatan diabetes insipidus yang menyerang balita atau bayi anda adalah berdasar dari faktor penyebab yang memunculkan penyakit tersebut. Pengobatan ini berdasar pada :

– Sejarah medis
– Umur balita
– Tingkat toleransi balita terhadap obat tertentu meliputi prosedur dan terapi pengobatan.
– Harapan sembuh dan semangat orang tua

Beberapa bentuk pengobatan untuk diabetes insipidus pada balita

– Dengan menyemprotkan hormon vasopressin buatan ( anti diuretik sintetis, seperti minirin dsb ) pada hidung balita. Hormon anti diuretik sintetis juga berbentuk pil atau suntikan, atau obat yang merangsang produksi hormon antidiuretik seperti NSAID atau klorpropamid. Tapi, kebanyakan balita mengalami pilek atau alergi hidung sehingga mengganggu semprotan untuk masuk ke hidung, kemungkinan dokter akan menggunakan selang atau tabung tertentu.
– Jika kerusakan ada pada kalenjar pituitari, kemungkinan dokter akan melakukan perbaikan melalui bedah operasi.
– Jika kerusakan akibat gagal ginjal, kemungkinan transplantasi adalah jalan terbaik.

Diabetes insipidus pada balita bisa bersifat sementara atau permanen. Hal ini tergantung pada apa yang menjadi faktor penyebab. Dengan mengelola kondisi nya, balita dengan diabetes insipidus sentral dapat menjalani kehidupan yang sehat penuh.

Seorang balita dengan diabetes insipidus nefrogenik dapat menjalani hidup yang relatif normal dengan perawatan medis yang tepat, terutama jika perawatan medis dimulai sejak dini. Yang jelas, balita anda harus banyak mengonsumsi cairan untuk mengganti jumlah natrium yang larut dalam urine.

Perbedaan dan persamaan antara DM tipe 1 dan diabetes insipidus

Meski ada masing-masing tipe diabetes juga disebabkan oleh faktor keturunan dan ada beberapa persamaan pada gejala-gejala yang muncul pada diabetes melitus tipe 1 dan diabetes insipidus seperti polyurine ( buang air kecil berlebihan ), polydypsia ( kehausan ) dan dehidrasi hingga kehilangan berat badan.

Namun perbedaannya diantara ke dua penyakit tersebut adalah sangat jelas sehingga menjadi informasi penting bagi orang tua untuk mengenal sifat dan dampak penyakit yang muncul pada bayi mereka. Berikut ini adalah beberapa perbedaan antara diabetes melitus tipe 1 dan diabetes insipidus:

1. Diabetes melitus tipe 1 disebabkan karena gangguan autoimun ( antibodi tubuh merusak sel-sel pulau langerhans di pankreas ), sedangkan diabetes insipidus adalah bukan gangguan autoimun tetapi disebabkan karena kerusakan atau cacat pada hipotalamus atau pituitari di otak.
2. Diabetes tipe 1 terjadi karena kadar gula darah yang tinggi, sedangkan diabetes insipidus terjadi karena minimnya hormon vasopressin.
3. Secara umum, bayi dengan diabetes tipe 1 membutuhkan hormon insulin, sedangkan diabetes insipidus membutuhkan hormon vasopressin.
4. Saat tes darah atau urine, pada diabetes tipe 1 mengambil sampel darah atau urine untuk mengetahui tingkat glukosa, sedangkan pada diabetes insipidus mengambil sampel darah untuk cek tingkat natrium.
5. Bayi dengan diabetes tipe 1 beresiko hiperglikemia ( gula darah tinggi ) dan hipoglikemia ( gula darah rendah ), sedangkan diabetes insipidus beresiko dehidrasi akibat buang urine berlebihan karena ginjal tidak bisa mengolah cairan masuk sehingga tubuh kekurangan natrium.

Untuk mempelajari diabetes insipidus pada bayi lebih lanjut, sebaiknya anda menunjungi dokter. Dokter akan memberikan penjelasan secara rinci termasuk cara deteksi dan cara penanganan sejak dini sehingga bahaya dan komplikasi akibat diabetes insipidus pada balita atau bayi anda bisa dicegah sejak dini. Semoga bermanfaat.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Diabetes Anak #Diabetes Insipidus