Memahami Tanda-Tanda Diabetes Pada Anak Balita

344 views

Bagaimana cara mengetahui diabetes pada anak balita? Apa saja tanda-tanda dan gejalanya? Ketika orang tua memandang anak-anak mereka, mungkin dalam hati akan bertanya dan kadang timbul rasa curiga, apakah satu diantara anak-anak saya adalah calon diabetesi atau bahkan penyakit diabetes sudah menetap dalam tubuh mereka?

Bagaimana cara deteksi dini diabetes pada anak, atau bagaimana cara mengobati anak yang sudah terkena penyakit diabetes melitus?

Setumpuk pertanyaan ini mungkin akan timbul dalam hati orang tua ketika melihat kelainan pada tingkat perkembangan fisik dan kesehatan pada anak-anak mereka, dan semua pertanyaan itu pun tidak akan terjawab jika orang tua masih minim perihal pengetahuan tentang apa itu penyakit diabetes melitus.

Diabetes pada anak balita

Anak adalah harapan orang tua di masa mendatang dan mereka akan menjadi tumpuan hidup ketika orang tua sudah usia lanjut. Jika anak menderita diabetes sejak usia dini, mereka belum bisa protes.

Namun, mereka akan mulai menyalahkan orang tua ketika mereka mulai memasuki usia remaja karena mereka merasa sulit untuk menerima kenyataan bahwa dia adalah seorang penyandang diabetes tipe 1.

Maka dari itu, pendidikan tentang diabetes untuk orang tua sangat penting untuk menjaga dan bahkan mencegah anak-anak balita mereka dari calon penyandang diabetes, baik itu diabetes tipe 1 atau pun diabetes melitus tipe 2.

Cara mengetahui tanda-tanda diabetes anak balita

Mencurigai dan memperhatikan terhadap perkembangan dan pertumbuhan anak-anak sejak balita adalah kewajiban orang tua yang tidak boleh dianggap remeh, terutama perkembangan kesehatan mereka selama orang tua mengasuh adalah point penting. Berikut adalah beberapa informasi terkait cara deteksi dini diabetes pada anak, apakah satu diantara anak-anak anda positif dengan diabetes

1. Lihat garis keturunan atau silsilah dalam keluarga anda.

Beberapa pendapat mengatakan bahwa diabetes melitus adalah penyakit keturunan atau warisan. Pendapat ini adalah termasuk salah satu dari banyak pendapat yang terkuat karena keturunan adalah salah satu faktor penyebab diabetes melitus ( dominan autosomal ). Diabetes melitus tipe 1 dan 2 diwariskan dengan 2 cara yaitu :

– Pada diabetes tipe 1 yang tergantung pada insulin, satu dari beberapa anggota keluarga dapat dideteksi dengan uji genetik dimana salah satu anggota tersebut memiliki resiko diabetes tanpa bisa dilakukan pencegahan terhadap gejala yang timbul dan hingga saat ini masih belum ditemukan bagaimana cara mencegah gejala diabetes tipe 1. Meskipun ada, namun kemungkinan untuk menghindari resiko pada individu adalah sangat kecil.

– Pada diabetes tipe 2, warisan penyakit ini lebih mungkin jika dibanding dengan resiko diabetes tipe 1 sebab pada pasien dengan diabetes tipe 2 telah ditemukan cacat yang spesifik pada sel pankreas yang berperan sebagai produsen insulin.

Warisan penyakit dari jenis diabetes tipe 2 ini sering dikenal sebagai MODY atau Maturity Onset Diabetes Of The Young, karena diabetes keturunan ini menyerang pada orang muda pada sekitar usia 20 tahunan sehingga disalah artikan sebagai diabetes tipe 1 karena muncul pada usia muda dan salah pengobatan dengan diberi insulin tambahan. Baca selengkapnya: Diabetes Usia Muda

Rumus singkat, jika anda ( ibu, orang tua dari anak-anak ) menderita diabetes tipe 1, maka resiko diabetes pada anak anda sebesar 2 – 3 %.

Jika suami anda adalah seorang penyandang diabetes tipe 1, maka resiko diabetes yang akan diwariskan ke anak-anak adalah sebesar 5 – 10 %.

Jika kedua orang tua ( anda dan suami ) menderita diabetes, maka anak-anak dengan diabetes sebesar 30 %. Namun aneh, ada beberapa kasus yang terjadi dimana anak-anak lebih dulu divonis sebagai calon diabetesi, selang beberapa tahun kemudian orang tua baru didiagnosis diabetes tipe 1.

2. Pelajari gejala awal diabetes yang timbul pada anak-anak.

Setelah anda mengetahui rumus diabetes keturunan atau adanya salah satu dari anggota keluarga ( orang tua anda, kakek atau nenek dari anak-anak anda ) yang mengidap penyakit diabetes melitus, maka, anda sebagai orang tua harus mengawasi tingkah laku anak-anak ketika dia mengeluhkan sesuatu yang terjadi pada dirinya.

Jika anak anda mengeluhkan sesuatu pada tubuhnya seperti sering buang air kecil atau ngompol, sering kehausan, nafas berbau seperti aseton, dan sering mengalami sakit perut. Segera periksakan kondisi anak anda ke dokter spesialis yang terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut sehingga kemungkinan gejala diabetes dapat ditangani dengan baik.

3. Uji urine anak dengan tes keton

Namun, jika kondisi anak sudah berada di tingkat lebih lanjut seperti mengalami penurunan berat badan padahal dia doyan makan, mungkin anak sudah bisa divonis sebagai penyandang diabetes melitus.

Pada tahap ini, insulin yang dihasilkan oleh sel pankreas sudah mulai berkurang atau tidak bekerja sama sekali sehingga tubuh tidak dapat menggunakan glukosa untuk kebutuhan energi atau sebagai cadangan pati dan lemak.

Akibatnya, jaringan tubuh dipecah untuk membentuk glukosa dan keton sehingga mengakibatkan hilangnya lemak dan cadangannya berkurang. Anda dapat menguji keton dan glukosa pada urine anak anda dengan alat tes seperti Ketosis Test.

4. Lakukan sesuatu untuk anak anda

Jika anak anda sudah divonis diabetes melitus, tidak ada yang bisa anda lakukan kecuali merawat anak anda dengan sebaik-baiknya. Namun, ada bukti bahwa vonis diabetes dapat ditunda dengan melakukan olah raga secara teratur dan melakukan pengobatan.

Latih anak anda untuk hidup aktif, kreatif dan mandiri sehingga penanganan dan pengobatan diabetes dapat dilaksanakan sesuai rencana. Kunjungi dokter untuk mendapatkan informasi secara lengkap dan akurat tentang deteksi dini diabetes pada anak untuk segera dilakukan penanganan secara tepat.

Artikel Diabetes Melitus Lainnya

Tags: #Diabetes Anak #Gejala Diabetes